foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
0335-436103
humaskotaprob@gmail.com

Pengunjung

75167
Today7
Yesterday29
This_Week347
This_Month1022
All_Days75167

Majalah Link-GO

Polling

Pilih Gender

Selayang Pandang

Indeks Kepuasan Masyarakat 2017

 

MAYANGAN - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Probolinggo menggelar Pelatihan Pemanfaatan Limbah Industri Rumah Tangga Bagi anggotanya. Bertempat di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Rabu (11/4), pelatihan dibuka Sekda Bambang Agus Suwignyo didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tutang Heru Aribowo dan Ketua DWP Tri Wahyuni Bambang Agus.

Dhyan Gatot Wahyudi, Ketua Panitia sekaligus Ketua Bidang Pendidikan DWP Kota Probolinggo mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu program bidang pendidikan yang bertujuan untuk  meningkatkan kemandirian wanita khususnya anggota DWP. “Untuk  memanfaatkan limbah industri  rumah tangga,  yang mudah di dapat  disekitar kita  yang akan diolah kembali mempunyai nilai ekonomis. Sekaligus memberikan wawasan kepada seluruh peserta pelatihan untuk menjaga lingkungan yang bersih dan sehat,” terang istri Kepala DKUPP tersebut. 

Menurut Dhyan, kebersihan adalah suatu hal yang wajib dan menjadi hak bagi seluruh mahkluk hidup. Oleh Karena itu, kebersihan merupakan tanggung jawab bersama antara Pemerintah dan masyarakat. Sehingga perlu adanya gerakan untuk menyatukan langkah bersama dalam peningkatan kebersihan di Kota Probolinggo. 

Sekda Bambang Agus Suwingnyo menjelaskan, untuk mengurangi timbunan sampah yang dihasilkan oleh limbah rumah tangga, kegiatan ini pada dasarnya adalah mengimplementasikan 3 R yaitu Reduce, Reuse dan Recycle dalam kehidupan sehari-hari. “Saya berharap kepada seluruh peserta pelatihan ini mampu untuk merubah dan memanfaatkan limbah rumah tangga ke wujud yang mempunyai nilai guna kembali dan bernilai ekonomis yang mempunyai nilai jual,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, kedepan anggota DWP Kota Probolinggo mampu meningkatkan kreatifitas dan kualitas dalam menangani sampah. Banyak jenis sampah yang dihasilkan dan penanganan atas jenis sampah yang menjadi nilai guna kembali seperti produk-produk tas dari aneka bungkus snack, kemasan kopi sachet, tas kresek. Bahan tersebut dapat disulap menjadi aneka hiasan meja (bunga plastik) , taplak meja dan tudung saji dari gelas mineral.

“Semoga dengan pelatihan ini mampu meningkatkan peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sehingga menjadi penyemangat untuk lebih baik melakukan tindakan nyata dalam peningkatan kebersihan Kota Probolinggo,” ujar Bambang. (noviati/humas)

 

 

 

UMBUL-UMBUL HARI JADI 659

SPANDUK HARI JADI 659

DATA PERS 2018

LOGO HARI JADI 659

SAKIP 2017