foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
0335-436103
humaskotaprob@gmail.com

 

Kanigaran - Pemerintah Kota Probolinggo selalu berupaya untuk memantaskan diri menjadi Kota Layak Anak (KLA). Hal tersebut juga terlihat dari kegiatan sosialisasi tentang Perlindungan Perempuan dan Anak yang diselenggarakan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) di Puri Manggala Bhakti, Rabu (07/03).

Wali Kota Probolinggo, yang diwakili Asisten Administrasi Umum, Rey Suwigtyo bahwa Kota Probolinggo masih belum bebas dari kekerasan. “Kasus terbaru adalah pembunuhan anak yang terjadi di perempatan Ketapang, seorang anak jalanan ditemukan terbunuh dengan banyak tusukan,” katanya. dia mengatakan bahwa Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) bisa menjadi awal dari seorang anak keluar dari rumah. ”Maka dari itu, sudah menjadi kewajiban kita untuk bisa menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi anak-anak kita,” katanya. Dia juga menambahkan bahwa orang tua harus memberi perhatian kepada anak-anak, apalagi anak-anak-anak sekarang telah mengenal ponsel pintar,” tambah Tiyok, panggilan akrabnya. 

Kedepan, dia berharap kegiatan seperti ini ditujukan kepada anak-anak yang rentan masalah, seperti anak jalanan. “Kita bisa bekerjasama dengan rumah-rumah singgah yang ada, dan juga Dinas Pendidikan untuk memberikan sosialisasi kepada anak-anak sekolah menengah yang masih labil dan juga rentan dengan masalah,” tambahnya. Dia juga mencontohkan bagaimana anak-anak usia SMP yang harusnya belum diperbolehkan mengendarai motor banyak mengalami tindak kriminal seperti kecelakaan atau pembegalan. “Semoga hukum Indonesia kedepan, bila ada anak melanggar hukum karena kelalaian orang tua, maka orang tualah yang harus bertanggung jawab,” jelasnya.

Menurut Kepala Bagian Kesra, Aman Suryaman, kegiatan ini memang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut membantu dalam hal perlindungan perempuan dan anak. “Hal ini juga untuk mewujudkan Kota Probolinggo menjadi Kota Layak Anak dan juga sebagai wadah aspirasi masyarakat dalam hal perlindungan perempuan dan anak,” kata Aman. Kegiatan ini dihadiri oleh 150 peserta yang terdiri dari perwakilan PKK Kelurahan, anggota Forum Anak dan Dewan Perwakilan Anak, dan juga perwakilan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di pemerintah Kota Probolinggo, dan menghadirkan nara sumber dari Unit PPA Polresta Probolinggo dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB). (hariyantiagustina_humas)