foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
0335-436103
humaskotaprob@gmail.com

 

MAYANGAN – PT. Delta Artha Bahari Nusantara (DABN) cabang Probolinggo akhirnya memberikan klarifikasi terkait kontroversi pembongkaran raw sugar yang dilakukan sejak akhir bulan Maret kemarin. Senin (9/4), PT. DABN menggelar konferensi pers dengan mengundang sejumlah awak media di Probolinggo untuk menjelaskan tentang pengiriman raw sugar tersebut.

Sebanyak kurang lebih 20.000 ton raw sugar dari Thailand dikirim melalui Pelabuhan Probolinggo sejak bulan lalu. Ini pun menjadi proses pembongkaran barang impor pertama kalinya dilakukan di Pelabuhan Probolinggo. Pengiriman dilakukan dengan menggunakan kapal ex MV. Izumo. Raw sugar tersebut merupakan pesanan PT. Cheil Jedang Indonesia (CJI) di Pasuruan.

Konferensi pers digelar untuk menanggapi isu yang berkembang di media sosial bahwa gula tersebut merupakan gula konsumsi. Dengan adanya isu yang berkembang, banyak petani tebu yang merasa dirugikan dengan impor gula tersebut. 

Hadir dalam acara ini Direktur PT DABN Probolinggo, Ahmad Umar, Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal, perwakilan PT. CJI dan Kantor Bea Cukai Probolinggo, Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, Rey Suwigtyo, serta perwakilan kelompok petani tebu di Probolinggo.

Melalui konferensi pers ini, perwakilan PT. CJI Pasuruan, Chusnul Amin membenarkan bahwa pihaknya-lah yang memesan raw sugar tersebut. Namun, ia menjelaskan bahwa raw sugar tersebut bukanlah bahan untuk dikonsumsi, melainkan bahan baku untuk industri. 

“Raw sugar ini kami gunakan sebagai bahan baku untuk pengolahan industri, bukan untuk dikonsumsi manusia. Bahan ini juga merupakan pengganti gula tetes yang hingga saat ini sulit diperoleh. Bahkan, proses impor raw sugar ini telah mendapatkan persetujuan dari gubernur jatim,” kata Chusnul Amin. 

Hal ini dipertegas oleh Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal. Ia menyebutkan bahwa impor raw sugar telah melalui proses yang legal. “Saya ingin menyampaikan disini bahwa sesuai dengan bukti otentik dan segala dokumen yang ada, saya pastikan bahwa impor raw sugar ini legal. Saya seorang polisi, jadi saya berbicara berdasarkan bukti-bukti yang ada. Tak ada masalah dengan impor raw sugar ini,” tegas AKBP Alfian siang kemarin. 

Perwakilan petani tebu yang turut hadir dalam konferensi pers ini menyampaikan harapannya agar pabrik-pabrik seperti PT. CJI dapat memesan bahan baku gula dari dalam negeri. “Untuk gula tetes, kami siap menyediakan berapa pun kebutuhan yang diperlukan oleh PT. CJI. Kami berharap untuk ke depan, PT. CJI dapat memesan gula tetes ke kami,” tutur salah satu perwakilan kelompok petani tebu, Saiful Bahri.

Melalui Kapolres Probolinggo Kota, PT. CJI menyampaikan bahwa pihaknya siap membeli gula tetes yang dihasilkan oleh petani tebu. “Saya tadi sudah bertanya kepada Pak Chusnul dan beliau menyatakan siap membeli gula tetes dari kelompok petani tebu, berapa pun jumlahnya,” tutur AKBP Alfian. (alfien/humas)