foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
0335-436103
humaskotaprob@gmail.com

 

KADEMANGAN  - Bulan Ramadhan dan Idul Fitri akan segera tiba, berberdekatan dengan awal tahun ajaran baru tahun 2018. Hal tersebut dikhawatirkan dapat mempengaruhi inflasi Kota Probolinggo. Seperti diketahui, kebutuhan bahan pokok biasanya akan meningkat selama bulan Ramadhan dan Idul fitri. 

“Inflasi Kota Probolinggo pada bulan April sebesar 0,21 persen,” kata Choirul Anam, Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat daerah Kota Probolinggo. Maka dari itu, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) mengadakan rapat untuk menghadapi  kemungkinan  peningkatan inflasi yang disebabkan karena lonjakan harga pahan pokok, Selasa (15/05) di Bayuangga Hall, Hotel Bromo View.

Sekretaris Daerah Kota Probolinggo, dr. Bambang Agus Suwignyo mengatakan bahwa semua elemen baik Organisasi Perangkat Daerah, perbankan, Badan Pusat Statistik (BPS) dan industri untuk bersama-sama menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sehingga inflasi bisa terjaga. “TPID hendaknya bekerja keras agar harga-harga bahan pokok tidak mengalami peningkatan yang signifikan,” katanya. 

Telah disiapkan beberapa kegiatan yang akan dilakukan untuk menghadapi bulan Ramadhan diantaranya, bazaar ramadhan dan pasar murah yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) dan Bulog, inspeksi mendadak (sidak) makanan dan minuman, sidak daging, dan lain sebagainya.

”Saya harap harga bahan pokok yang mempunyai potensi mengalami kenaikan harga untuk selalu dipantau misalnya harga daging ayam ras dan telur ayam ras yang kemarin telah mengalami kenaikan,” kata sekda. 

Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar untuk tidak hanya terpatok pada satu bahan baku. “Kalau bisa, jangan hanya makan daging ayam, kan bisa diganti dengan ikan yang lebih murah dan kaya akan protein. Dinas Perikanan mempunyai kegiatan Wak Iwakan yang digelar dua minggu sekali, tapi kalau bisa khusus Ramadhan bisa seminggu sekali,” ujarnya. 

Sekda juga berharap agar pasar murah segera dilakukan sebelum adanya kenaikan harga. “Karena kita harus bersifat preventif, jadi mencegah adanya kenaikan harga, akan terlambat bila mengadakan operasi pasar bila kenaikan harga sudah terjadi,” katanya. 

Dia juga menambahkan agar pasar murah tersebut diumumkan kepada masyarakat, baik melalui suara Radio Suara Kota maupun siaran keliling. “Agar masyarakat tahu, kapan dan dimana pasar murah tersebut akan diadakan,” tegas mantan direktur RSUD ini. 

Untuk stok bahan baku, Choirul mengatakan bahwa stok pangan aman untuk enam bulan kedepan. “Hal tersebut  juga berlaku untuk stok elpiji, walau biasanya akan mengalami kenaikan dua kalilipat ditengah bulan Ramadhan,” katanya. (hariyantia/humas)

 

UMBUL-UMBUL HARI JADI 659

SPANDUK HARI JADI 659

LOGO HARI JADI 659