foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
0335-436103
humaskotaprob@gmail.com

pdamMulai tahun 2014 PDAM Kota Probolinggo menaikkan tarif yang semula Rp 1600/m3 menjadi Rp 2000/m3. Hal ini disampaikan langsung oleh Walikota Probolinggo HM Buchori saat sosialisasi penyesuaian tarif PDAM, beberapa waktu lalu. PDAM berjanji kenaikan harga tersebut bakal berimbang dengan pelayanan bagi para pelanggannya.

Kenaikan tarif tersebut telah diatur dalam perwali No 42 tahun 2013 tanggal 16 Desember 2013. “PDAM ini sudah lima tahun tidak pernah naik tarifnya. Tentunya kenaikan ini sudah menempuh berbagai pertimbangan salah satunya ada kenaikan TDL (tarif dasar listrik) yang sangat luar biasa. Dan, ini yang menjadi beban,” jelas Walikota Buchori dihadapan peserta sosialisasi.

                Sosialisasi bertempat di aula PDAM itu dihadiri berbagai kalangan antara lain media massa, Lembaga Perlindungan Konsumen dan Lembaga Swadaya Masyarakat. Walikota pun didampingi Ketua DPRD HM Sulaiman, Ketua Komisi B Syafiudin, Sekda Johny Haryanto, asisten, Direktur PDAM Lukman Tjahyono dan satuan kerja terkait.

                Disampaikan oleh HM Buchori, harga pokok penjualan (HPP) berdasarkan hasil audit BPKP Jatim tahun 2012 sebesar Rp 2266/m3 artinya biaya produksi air PDAM diperlukan anggaran sebesar Rp 2263/m3, sedangkan harga penjualan air dibawah HPP Rp 2000/m3.

                Tarif yang berlaku sebelumnya (Rp 1600/m3) berdasarkan perwali Nomor 38 tahun 2009 sudah berjalan lima tahun dan belum pernah ada kenaikan tarif. Adanya kenaikan TDL yang sangat fantastik pun menjadi dasar pertimbangan yang kuat. Pasalnya, di awal tahun 2013 beban listrik Rp 180 juta dan pada akhir tahun melonjak hingga Rp 250 juta.

                Pertimbangan lainnya yaitu kenaikan tarif retribusi air bawah tanah dari Pemkab Kabupaten Probolinggo sebesar 300 persen. Disertai adanya kenaikan BBM untuk operasional genset PDAM berlaku tarif solar industri sebesar Rp 9800/liter sedangkan harga solar subsidi Rp 5500/liter.

                Informasi yang disampaikan PDAM, jumlah pelanggan di Kota Probolinggo sebanyak 17.599 pelanggan. Untuk pelanggan dengan pembayaran meter tidur (meter 0 sebanyak 6000 pelanggan) artinya pelanggan tersebut hanya membayar rekening Rp 21 ribu setiap bulannya. Dengan adanya tarif baru ini pelanggan tidur bakal kena Rp 27 ribu.

                “Dulu (PDAM) memang untung, tetapi sekarang sudah tidak. Karena kenaikan-kenaikan yang terjadi di tahun 2013 mengharuskan PDAM menaikkan tarifnya pada tahun 2014 ini. Pembahasan kenaikan tarif ini sudah melalui rapat dengan berbagai pihak,” tegas Buchori siang itu.

                Sementara itu, Direktur PDAM Lukman Tjahyono menambahkan pertimbangan HPP antara lain biaya BBM, tenaga kerja dan obat-obatan. “Tentunya berdasarkan audit BPKP,” terangnya. Masyarakat pun berharap kenaikan tarif diimbangi pelayanan yang memuaskan pelanggan. PDAM diharapkan bisa membuka jaringan-jaringan baru di pemukiman.

                Ketua DPRD HM Sulaiman mengatakan supaya PDAM dapat mempublikasikan kenaikan tarif, menyosialisasikannya ke masyarakat. “Kinerja dari PDAM harus terus ditingkatkan. Tarif naik jangan sampai ada keluhan dari pelanggan,” harapnya.

                Walikota pun menanggapi pernyataan-pernyataan tersebut. “Jelas nanti ada peningkatan pelayanan pada masyarakat. Usulan-usulan akan kami perhatikan. Ada kenaikan, jelas ada peningkatan kualitas. Perlu diketahui, PDAM ini terbatas informasinya, jika tidak ada laporan maka tidak akan diketahui apa ada permasalahan disana. Berbeda jika ada laporan tapi tidak respon, ini patut untuk dipertanyakan,” tutur Buchori menutup sosialisasi. (fa)

UMBUL-UMBUL HARI JADI 659

SPANDUK HARI JADI 659

LOGO HARI JADI 659