foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
0335-436103
humaskotaprob@gmail.com

 

KEDOPOK – Jumlah pengangguran semakin tahun semakin bertambah, seiring dengan pertumbuhan penduduk dan angkatan kerja. Kenyataannya lapangan kerja yang tersedia sangat terbatas. Untuk mengantisipasi membludaknya pengangguran di Kota Probolinggo, pemerintah setempat menjalin kerjasama dengan dunia usaha dan industri serta penyalur tenaga kerja  dari berbagai wilayah agar program penanganan pengangguran menjadi lebih efektif dan terarah. 

Diketahui, jumlah angkatan kerja di Kota Probolinggo sampai dengan bulan April tahun 2017 sebesar 130.027 orang, sedangkan kesempatan kerja hanya 102.143. Pengangguran mencapai  27.310 orang. Untuk sedikit menguranginya, Rabu (20/12), di Aula SMKN 2 Kota Probolinggo, Dinas Tenaga Kerja menggelar Job Market Fair (JMF) Mini tahun 2017.

Kenapa mini? Menurut penuturan Wahono  Arifin, Kepala Dinas Tenaga Kerja menyatakan hanya ada 10 perusahaan yang terlibat, dengan menyediakan 252 lowongan. “Sekalipun hanya 0,25 % dari total pengangguran di Kota Probolinggo, namun kami berharap terus mengurangi angka pengangguran dan menjadi fasilitator bagi perusahaan-perusahaan yang membutuhkan karyawan dan kepada para pencari kerja,” ungkapnya.

Pagi itu, juga diserahkan bantuan berupa peralatan tenaga kerja mandiri dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) kepada 6 perwakilan dari kelompok kerja mandiri.  Diantaranya, Kelompok Nusa Mandiri dari Kelurahan Sumber Wetan, Mangga Asri dari Kelurahan Ketapang, Catering Sae dari Kelurahan Sumber Taman, Pasti Enak dari Kelurahan Pakis Taji dan Brownis Tempe dari Kelurahan Kedopok.

Aisyah, salah satu pendamping dari Kemenaker menjelaskan dalam wawancaranya, ada 6 kelompok kerja mandiri yang setiap kelompok terdiri dari 20 orang yang didampingi. “Kami mendampingi bisa 3-4 kali dalam sebulan dengan kontrak kerja selama 5 bulan, 2 kelompok 1 pendamping. Tugas kami mendampingi, mengarahkan, dan mengajarkan usaha yang bisa mereka kembangkan sampai bisa dan mandiri,” sambungnya.

Rukmini menyatakan bahwa ia berharap dengan adanya JMF Mini selain menekan angka pengangguran juga bisa mengurangi angka kemiskinan. Tak hanya kesempatan untuk para pemula pencari kerja namun bagi pengusaha kecil menengah akan selalu kami perhatikan dengan memberikan bantuan peralatan dan pendampingan.

“Kepada para remaja saya berpesan, untuk tidak berlama-lama menjadi pengangguran, segera mencari kesibukan dengan pekerjaan yang halal agar terhindar dari kenakalan remaja, narkoba, minuman keras dan kriminalitas. Bagi para pengusaha kerja mandiri, peluang pemasaran sangat banyak seperti di kegiatan SPK yang digelar dua bulan sekali, MPS dan Semipro untuk bisa dimanfaatkan betul-betul dan bantuan yang diberikan bisa digunakan sebagaimana mestinya,” harap Rukmini. (malinda/humas)

 

UMBUL-UMBUL HARI JADI 659

SPANDUK HARI JADI 659

LOGO HARI JADI 659