foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
0335-436103
humaskotaprob@gmail.com

 

KANIGARAN - Bertempat di Gedung Puri Manggala Bhakti Pemerintah Kota Probolinggo, Bappeda Penelitian dan Pegembangan menggelar Sarasehan Perempuan Merencanakan Pembangunan Kota Probolinggo, Rabu (24/1). Nampak hadir dalam kegiatan tersebut, Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait dan camat. 

Dengan narasumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur, drg. Rochendah Soetarmiati dan dari Bappeda Litbang Kota Probolinggo, Robith Abdullah Rifqi. Sebanyak 125 orang peserta, yang terdiri dari kader posyandu, unsur PKK, kelompok keagamaan, kader lingkungan dan unsur-unsur perempuan lainnya. 

Kabid Ekonomi Pembangunan Manusia dan Sosial Budaya Bappeda Litbang, Dwi Pudji Rahaju menyatakan kegiatan ini bertujuan untuk memacu akses dan partisipasi perempuan dalam proses perencanaan pembangunan dan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender.

“Memberikan kesempatan kepada perempuan di Kota Probolinggo agar dapat menyampaikan aspirasinya terhadap berbagai permasalahan yang ada di Kota Probolinggo serta bagaimana solusi pemecahannya,” jelas Dwi Agustin.

Selama ini, perencanaan pembangunan di Kota Probolinggo masih kurang mempertimbangkan kenyamanan dan keamanan atau keberpihakan kepada kepentingan perempuan. Sering ditemui bahwa hasil pembangunan yang ada belum memihak kepada pemenuhan hak-hak perempuan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri Bagi Pemerintah Kota Probolinggo untuk terus memberikan ruang mengapresiasi hak-hak perempuan.

Salah satu aksi nyata adalah perempuan diberikan kesempatan untuk mengungkapkan pandangan dan pendapat mereka melalui kegiatan sarasehan perempuan merencanakan pembangunan Kota Probolinggo sebagai salah satu media bagi perempuan untuk terlibat dalam proses pembangunan di kotanya. 

“Melalui kegiatan ini perempuan diberikan kesempatan untuk mengetahui proses perencanaan pembangunan sekaligus menjadi pelaku untuk mengungkapkan gagasan tentang permasalahan pembangunan dan solusinya berdasarkan perspektif perempuan,” ujar Wali Kota Rukmini.

Wali Kota Rukmini berharap kepada ibu-ibu, disela waktu luang dirumah untuk mengikuti pelatihan membuat kerajinan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki misalnya membuat tas rajut, membordir, membuat kue kering dan kue basah, sehingga bisa mendapatkan tambahan penghasilan. “Melalui kegiatan ini dapat meningkatkan akses, partisipasi, kontrol dan memberikan manfaat bagi perempuan serta dapat mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender,” harapnya.

Tahun 2018 Pemerintah Kota Probolinggo sedang bersiap menghadapi penilaian APE (Anugerah Parahita Ekapraya) yang mencakup penilaian tentang kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. “Semoga apa yang telah dilakukan selama ini, baik oleh Pemerintah Daerah maupun oleh masyarakat dapat memenuhi indikator dan memberikan nilai positif dalam penilaian APE nanti,” harap Rukmini. (novi/humas)

 

Located at Puri Manggala Bhakti hall, Probolinggo City Government, regional development Planning, Research and Development Agency (Bappeda Litbang) held a Women's Workshop on Development Planning of Probolinggo City, on Wednesday (24/1). It is also attended by the head of the certain regional working units (OPD) and the head of sub-district.

The speakers of this event are from the provincial agency of Women's Empowerment, Child Protection and Population, drg. Rochendah Soetarmiati and from Bappeda Litbang of Probolinggo city, Robith Abdullah Rifqi. There are total of 125 participants, consisting of posyandu cadres, Family Welfare Movement (PKK) elements, religious groups, environmental cadres and other female elements.

The head of the Economics, Human Development and Socio-Cultural department of the Bappeda Litbang, Dwi Pudji Rahaju stated that this activity was aimed to give women an access and to participate in the development planning process and realizing gender equality and justice.

"Providing opportunities for women of Probolinggo city to express their aspirations towards various problems of Probolinggo city and how to solve them," explained Dwi Agustin.

So far, development planning of Probolinggo city is still lack of women’s comfort and safety or lack of women's interests. It is often found that the development have not fulfilled the women's rights. This is a challenge for the Probolinggo City Government to continue trying to fulfil women's rights.

One of the concrete actions was the opportunity for the women to express their opinions through women's workshop as a medium for women to be involved in the development process Probolinggo city.

"This activity is the opportunity for the women to find out the development planning process as well as being an actor to express their ideas on development issues and its solutions based on women's perspectives," said Mayor Rukmini.

Mayor Rukmini hopes that women especially housewives that have free time at home to take part in training in crafting based their abilities such as making knitting bags, embroidering, making cookies and cakes, in order to get additional income. "Through this activity, it will improve access, participation, control and give benefits for women and realize gender equality and justice," she hoped.

In 2018, the Probolinggo City Government is preparing for APE (Anugerah Parahita Ekapraya) assessment, such as gender equality, women's empowerment and children protection. "Hopefully what we’ve been done so far, by the Regional Government and by the community, could fulfill the indicators and give positive values in this assessment," hoped Rukmini. (unofficial translation/hariyanti)

 

 


SPANDUK SAKIP

Spanduk Ucapan Pelantikan