foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
0335-436103
humaskotaprob@gmail.com

 

KANIGARAN - Angka kemiskinan di Kota Probolinggo menurun.Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, Wahyudi saat bersilataruhmi dengan Wali Kota Rukmini, Kamis (1/2).Pasalnya, jumlah penduduk miskin berkurang dari 18.370 orang menjadi 18.230 orang. 

“Hal tersebut menjelaskan menurunnya jumlah prosentase dari 7,97 persen menjadi 7,84 persen. Terjadi penurunan mencapai 0,13 persen. Dan, itu sudah bagus mengingat prosentase penduduk miskin di Kota Probolinggo ini relatif kecil,” kata Wahyudi.

Dia juga menjelaskan, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) bisa berimbas pada kemiskinan. Wahyudi mengatakan bahwa menurunkan kemiskinan dengan cara meningkatkan PDRB. “Saat ini, PDRB Kota Probolinggo hampir mencapai Rp 9 milyar, dengan beberapa kategori yang dominan, misalnya kategori industri pengolahan, perdagangan besar dan eceran, dan transportasi. Kita bisa memaksimalkan atau meningkatkan kategori yang dominan tersebut,” katanya.

Wali kota Probolinggo Rukmini sangat bersyukur atas pencapaian yang berhasil dilakukan ini. “Syukur alhamdulillah, kita bisa menurunkan angka kemiskinan, ini merupakan hasil kerjasama dari seluruh OPD terkait dalam mengentaskan kemiskinan,” katanya.

Dalam pertemuan yang dilakukan di ruang transit kantor wali kota ini, dihadiri sejumlah Organisasi Kepala Daerah (OPD). Di antaranya Dinas Sosial, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang), Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Bagian Administrasi Perekonomian, Bagian Kesra, dan Bagian Humas Protokol.¬ (hariyantia/humas)

 

Poverty rate in Probolinggo city has decreased. It was stated by the head of local Statistic Center (BPS), Wahyudi when he held a meeting with Mayor Rukmini, Thursday (1/2). Talk about numbers, it has decreased from 18,370 poor people to 18,230 poor people.

“It shows that the rate has been decreased from 7.97% to 7,84%. It has decreased by 0.13%. And, it is good news since the percentage of poor people in Probolinggo city is relatively small,” Wahyudi said. 

He also explained that Region Gross Regional Product (PDRB) could have an effect to poverty. Wahyudi said that decreasing poverty numbers by increasing PDRB is a way. “As we speak, PDRB of Probolinggo city has almost reached IDR 9 billion, with several dominant categories including industry, trade and retail, and transportation. We can maximize or increase those dominant categories,” he said. 

Probolinggo Mayor Rukmini has stated her grateful for this achievement. “I’m grateful we can decrease the poverty rate. This is thanks to god cooperation among all related working units in implementation of poverty alleviation,” she said. 

The meeting held in the transit room of mayor’s office was attended by several working units including Agency of Social Affairs, Agency of Regional development Planning, Agency of Cooperatives, Micro Business, Industry dan Trade, Agency of Communication and Information Technology, Department of Economy Administration, Department of Society Welfare, and Department of Public Relation and Protocol. (translator:alfienhandiansyah)

 

 

UMBUL-UMBUL HARI JADI 659

SPANDUK HARI JADI 659

LOGO HARI JADI 659