foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
0335-436103
humaskotaprob@gmail.com

 

MAYANGAN – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kota Probolinggo menggelar sekolah selama 2 hari (14/3 s.d 15/3) tentang kesehatan masyarakat veteriner (Kesmavet). Sebanyak 50 orang Tim Penggerak PKK Kelurahan dan Kecamatan se-Kota Probolinggo mengikuti sekolah tersebut. Narasumber dari sekolah yang diadakan di gazebo Kebun Wisata Studi Pertanian (KWSP) DPKP tersebut berasal dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur serta dari Universitas Airlangga Surabaya. 

Wali Kota Probolinggo, Rukmini saat membuka kegiatan tersebut mengingatkan bahwa tuntutan masyarakat akan produk yang baik semakin tinggi. Kondisi tersebut seiring dengan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pola konsumsi yang baik.“Meningkatnya pertumbuhan ekonomi dan pengetahuan masyarakat, berdampak pada perubahan pola konsumsi dan kesadaran konsumen akan mutu pangan. Kondisi tersebut berdampak pada tuntutan konsumen untuk memperoleh produk pangan asal hewan yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH) juga meningkat,” ujar Rukmini.

“Untuk itu, penyediaan pangan asal hewan harus aman mulai dari peternakan sampai ke meja makan atau kita lebih mengenalnya dengan istilah safe from farm to the table. Saya berharap ibu-ibu yang mengikuti sekolah ini bisa memahami keamanan pangan bahan asal hewan serta dampak yang mungkin timbul ketika kita mengkonsumsi produk pangan asal hewan yang tidak ASUH,” tambah Wali Kota. 

Retno Wandansari, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKP menyatakan tujuan dari sekolah tersebut untuk mengkampanyekan bahan pangan asal hewan yang ASUH. “Memberikan pendidikan tentang keamanan bahan pangan asal hewan serta penyakit yang berasal dari makanan yang bersumber bahan pangan asal hewan. Selain itu sekolah ini bertujuan untuk memberikan jaminan ketentraman batin masyarakat yang mengkonsumsi bahan pangan asal hewan,” papar Retno. 

drh. Vaiga Miriami, Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKP memberikan praktikum kepada peserta sekolah tentang daging ayam yang masih baik dan ayam tiren. “Disini kita bisa melihat mana daging ayam yang normal, mana yang disuntik formalin dengan pengujian, serta mana daging ayam yang direndam. Setelah dipotong, daging ayam tidak boleh lebih dari 12 jam berada di udara bebas. Jika lebih dari 12 jam kemungkinan daging sudah busuk, atau kalau masih bagus vitamin dipastikan berkurang atau hilang sementara daging akan banyak mengandung bakteri. Sebelum 12 jam harus segera dimasukkan pendingin,” papar Vaiga. (abdurhamzah)

 

UMBUL-UMBUL HARI JADI 659

SPANDUK HARI JADI 659

LOGO HARI JADI 659

LINK BADAN/DINAS

  • Badan Perencanaan Daerah dan Penelitian Pengembangan
  • Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM
  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah
  • Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
  • Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
  • Dinas Perikanan
  • Dinas Kesehatan
  • Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
  • Dinas Perhubungan
  • Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
  • Dinas Komunikasi dan Informatika
  • Dinas Lingkungan Hidup
  • Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
  • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
  • Dinas Perberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana

 

LINK BAGIAN/KANTOR

  • Bagian Administrasi Pembangunan
  • Bagian Administrasi Perekonomian
  • Bagian Hukum
  • Bagian Humas Dan Protokol
  • Bagian Kesejahraan Rakyat
  • Bagian Organisasi
  • Bagian Pemerintahan
  • Bagian Umum
  • Dinas Perpustakaan & Kearsipan
  • Inspektorat
  • Kantor Satpol. Pp
  • RSUD Dr. Moch. Saleh
  • Sekretariat Dewan
  • Sekretariat KPUD

LINK KECAMATAN

  • Kecamatan Mayangan
  • Kecamatan Kedopok
  • Kecamatan Wonoasih
  • Kecamatan Kademangan
  • Kecamatan Kanigaran