foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
0335-436103
humaskotaprob@gmail.com

 

KADEMANGAN – Pemerintah Kota Probolinggo tak mau main-main dalam menyempurnakan perwujudan sebagai Kota Layak Anak (KLA). Jumat (4/5) siang, di cluster kesehatan dasar, sebanyak enam puskesmas dan sejumlah faskes (fasilitas kesehatan) yang ada di Kota Angin ini mendeklarasikan pelayanan kesehatan ramah anak. 

Pembacaan deklarasi dilakukan kepala puskesmas di Kota Probolinggo, yaitu puskesmas Jati, Kanigaran, Kedopok, Wonoasih, Sukabumi dan Ketapang. Isi deklarasi menyebutkan sebagai puskesmas ramah anak menyediakan pelayanan kesehatan yang ramah anak, menyediakan sarana prasarana dan lingkungan yang ramah anak, menyediakan sumber daya manusia (SDM) yang ramah anak, mewujudkan pengelolaan puskesmas ramah anak, menyediakan dan mendukung program yang responsif anak.

Selain enam puskesmas, beberapa faskes juga menginisiasi pelayanan kesehatan ramah anak diantaranya RSUD dr Moh Saleh, RS Dharma Husada, RSIA Amanah, RSIA Muhammadiyah, Klinik Poskes, Klinik Garuda,  Klinik Mayang Medika, Klinik Muhammadiyah, Klinik Eratex Djaja dan Klinik D’ihlas Medika. 

 “Puskesmas ramah anak akan memberikan hak atas kesehatan untuk meningkatkan jumlah anak sehat dan menurunkan masalah kesehatan anak,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) dr Taufiqurahman, saat menyampaikan laporannya.

Selain deklarasi tersebut, pada saat bersamaan juga dilaksanakan pencanangan minum tablet tambah darah bagi remaja putri di Kota Probolinggo. Pasalnya, pencanangan tablet Fe (zat besi) pada anak remaja untuk menghindari penyakit anemia yang disebabkan kadar hemoglobin rendah. 

Secara bersama-sama sebanyak 20 anak dari SMA Negeri 1 dan SMP Negeri 1 meminum tablet Fe dihadapan Wali Kota Rukmini yang hadir kala itu. “Remaja putri ini rawan kekurangan darah. Tablet yang kalian dapatkan ini harus dihabiskan kan ya, kalau sudah habis bisa minta ke puskesmas terdekat secara gratis. Insyaallah masih banyak. Minum tablet ini juga akan diikuti seluruh remaja putri se-Kota Probolinggo,” seru wali kota ketika menghadiri acara yang digelar di Bromo View Hotel itu.  

Menurut Rukmini, pelayanan kesehatan yang ramah anak merupakan upaya Pemerintah Kota Probolinggo dalam pemenuhan hak anak melalui bidang kesehatan. “Ini merupakan komitmen stakeholder untuk memberi pelayanan yang ramah anak. Serta pencanangan tablet tambah darah ini sebagai upaya membentuk remaja putri yang bermutu dan berkualitas,” tegasnya. (famydecta/humas)

 

The Probolinggo City Government is really serious to be a Child-Friendly City (KLA). On Friday (4/5) afternoon, in the basic health cluster, six puskesmas (Public Health community) and a number of health facilities (health facilities) declared child-friendly health services.

The declaration was read by the all head of the puskesmas, namely Jati, Kanigaran, Kedopok, Wonoasih, Sukabumi and Ketapang. The declaration states that child-friendly health centers provide child-friendly health services, provide child-friendly infrastructure and environments, provide child-friendly human resources, realize the management of child-friendly health centers, and provide and support child-responsive programs.

Moreover, there are several health facilities also initiated to declare child-friendly health services such as Dr. Moh Saleh Hospital, Dharma Husada Hospital, RSIA Amanah, Muhammadiyah Hospital, Health Clinic, Garuda Clinic, Mayang Medika Clinic, Muhammadiyah Clinic, Eratex Djaja Clinic and D'ihlas Medika Clinic .

"Child-friendly health centers will provide the right to health to increase the number of healthy children and reduce child health problems," said Secretary of the Health Agency (Dinkes) Dr. Taufiqurahman, in his report.

At the same time, there was also the movement of drinking blood booster for young women. It is to avoid anemia caused by low hemoglobin levels.

Together, 20 students from SMA 1 and SMP 1 took Fe tablets in front of Mayor Rukmini at that time. "These young women are troubled to lack of blood. You have to drink it till the end, if so, you can ask them more to the nearest health center for free. Insya allah (God willing), there are still many tablets. "This movement will also be followed by all young women in the City of Probolinggo," said the mayor in this event which was held at the Bromo View Hotel.

According to Rukmini, child-friendly health services are an effort by the Probolinggo City Government in fulfilling children's rights through the health sector. "This is a stakeholder commitment to provide child-friendly services. And drinking blood booster movement is as an effort to form qualified young women, "she said.(unofficial translation/hariyanti)