foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
0335-436103
humaskotaprob@gmail.com

 

KANIGARAN - AIDS merupakan kumpulan gejala penyakit akibat menurunnya sistem kekebalan tubuh oleh HIV (Human Immuno Deficiency Virus). Penyakit ini belum ada obatnya dan belum ada vaksin yang bisa mencegahnya. Pemerintah Kota Probolinggo telah melakukan berbagai usaha untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS, dengan memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat tentang HIV/AIDS.

“Akan membutuhkan 3-10 tahun bagi yang telah divonis HIV untuk berkembang menjadi AIDS,” kata dr. Achmad Taufiqurrahman, Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Probolinggo. Dia juga menjelaskan bahwa HIV menular melalui kontak darah (transfusi), kontak seksual (dengan penderita), perinatal (ibu penderita HIV yang ditularkan ke bayi yang dikandung). 

“Jumlah penderita HIV/AIDS di Kota Probolinggo untuk tahun 2017 ini sampai dengan bulan Oktober sebanyak 34 orang, mengalami penurunan dibandingkan tahun 2016 yang berjumlah 82 orang,” tambahnya.

Hal tersebut sesuai dengan tujuan program HIV-AIDS yakni menurunkan jumlah kasus baru serendah mungkin, menurunkan tingkat diskriminasi, menurunkan angka kematian AIDS, dan meningkatkan kualitas hidup Orang dengan HIV/AIDS (ODHA). 

“Saat ini, Puskesmas Kanigaran mempunyai program Sikepo (Sistem Inovasi Kelompok Peduli ODHA),” kata dokter Lusi Tri Wahyuli, kepala UPT Puskesmas Kanigaran. Dia menjelaskan program ini merupakan program yang melibatkan masyarakat untuk melakukan tes HIV. 

“Jadi tidak hanya melulu kalangan yang berpotensi HIV, siapa saja boleh melakukan tes HIV,” kata dokter Lusi. Hal tersebut mengacu banyaknya ditemukan penderita HIV adalah ibu rumah tangga. Inovasi ini merupakan salah satu inovasi yang dikirimkan dan dilombakan di Kementerian Dalam Negeri dan masuk sepuluh besar.

Hal tersebut disampaikan saat sosialisasi pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS yang diselenggarakan oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daaerah Kota Probolinggo. “Sosialisasi seperti ini memang harus dilakukan terus menerus dan berkesinambungan kepada seluruh kalangan masyarakat, sehingga mereka mengerti bahaya AIDS dan  menghindari segala sesuatu yang bisa menimbulkan virus HIV,” kata Wali Kota Probolinggo Rukmini. 

Dia juga mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak menghindari ODHA. “Jangan sampai mengucilkan ODHA, mereka harus didampingi dan didukung,” katanya.

Sosialisasi di gedung Puri Manggala Bakti, Rabu (6/12) ini diperuntukkan kepala sekolah dan guru Bimbingan Konseling (BK) yang ada di SMP dan SMA se-Kota Probolinggo. “Sosialisasi ini memang bertujuan untuk meningkatkan wawasan kepada guru BK dan kepala sekolah tentang pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS,” kata Kabag Kesra, Aman Suryaman. (hariyantia/humas)

 

UMBUL-UMBUL HARI JADI 659

SPANDUK HARI JADI 659

LOGO HARI JADI 659