foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
0335-436103
humaskotaprob@gmail.com

 

MAYANGAN - Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit menular berbahaya yang dapat menyebabkan kematian yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk aides aegypti. Jumlah kasus DBD dan luas daerah penyebarannya semakin bertambah seiring dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk. 

“Penyakit DBD merupakan masalah kesehatan masyarakat, yang sewaktu-waktu dapat menjadi wabah. Sebagaimana informasi yang saya peroleh bahwa angka bebas jentik di Kota Probolinggo  yaitu 91,3 persen. Angka ini masih dibawah standar WHO 95 persen,” kata Wali Kota Probolinggo, Rukmini. 

Jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD)  di Kota Probolinggo sudah mencapai angka 112 penderita DBD dan 1 meninggal sampai dengan bulan Nopember 2017 ini.  Untuk itu, seluruh masyarakat Kota Probolinggo hendaknya memasyarakatkan gerakan “ 1 rumah, 1 orang juru pemantau jentik (jumantik)” yang artinya pada setiap rumah harus ada 1 orang anggota keluarga (suami/istri/anak/ pembantu/anggota keluarga yang lain) yang secara rutin memantau tempat penampungan air dan menguras minimal seminggu sekali atau bila sudah terdapat jentik. 

“Sehingga jentik tidak sampai tumbuh dan berkembangbiak menjadi nyamuk dewasa yang menjadi penyebab demam berdarah dengue,” harapnya.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Rukmini saat kegiatan gerakan aktif berantas sarang nyamuk (Gerakan Bersama) dan kerja bakti PSN Kota Probolinggo, di halaman Kantor Kecamatan Mayangan, Jum’at (8/12).

“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan pemberantasan penyakit demam berdarah,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Probolinggo, dr Ahmad Taufiqurrahman. (mita/humas)

 

 

UMBUL-UMBUL HARI JADI 659

SPANDUK HARI JADI 659

LOGO HARI JADI 659