foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
0335-436103
humaskotaprob@gmail.com

 

KANIGARAN - Dinas Kesehatan Kota Probolinggo melakukan imunisasi outbreak Respon Imunization Difteri (ORI Defteri), atau disebut juga sebagai imunisasi gratis difteri yang sesuai kaidah maupun agama. Difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh kuman Corynebacterium diphteriode ditandai dengan adanya peradangan pada tempat infeksi, terutama pada selaput bagian dalam saluran pernapasan bagian atas, hidung dan juga kulit, penyakit ini sangat mudah menular dan berbahaya karena dapat menyebabkan kematian pada 5 – 10 % penderita. 

Kepala Dinas Kesehatan, Ninik Ira Wibawati mengatakan sasaran pemberian imunisasi sebanyak 69.075 anak dari mulai umur 1 – 19 tahun, imunisasi ini akan dilakukan sebanyak 3 kali dalam setahun dari bulan Pebruari, Juli dan Nopember 2018. “Difteri ini hanya bisa dicegah dengan imunisasi difteri. Difteri ini merupakan penyakit yang membahayakan dan bisa menyebabkan kematian. Gejalanya antara lain demam 38 C, sakit saat menelan, selaput putih keabu – abuan ditenggorokan, leher membengkak dan sesak nafas disertai suara mengorok”, ujar Ninik.

“Segera lakukan imunisasi yang mempunyai anak usia 1 hingga 19 tahun apabila belum mendapatkan imunisasi, silahkan datang ke puskesmas setempat, kalau balita ke posyandu vaksin ini sudah disediakan oleh Dinas Kesehatan secara gratis,” harapnya.

Wali Kota Probolingo beserta Sekretaris Daeerah Kota Probolinggo Bambang Agus Suwignyo, mengajak seluruh orang tua untuk membawa putra – putrinya, dari usia 1 tahun sampai kurang dari 19 tahun untuk datang ke pos imunisasi terdekat. Ajakan itu akan disiarkan di televisi lokal, guna memastikan seluruh masyarakat Kota Probolinggo menerima informasi akurat soal difteri. Rukmini juga mengigatkan agar segera mengimunisasikan buah hati agar terhindar dari difteri. 

“Imunisasi difteri akan dilakukan pada bulan Februari, Juli dan Nopember, imunisasi ini juga bisa dilakukan di puskesmas, posyandu dan sekolah. Imunisasi difteri dilakukan secara gratis tidak dipungut biaya,” tegas Sekda. (mita/humas)

 

Health Agency of Probolinggo City held an Outbreak Response Immunization (ORI) Diphteria, called as free diphteria immunization. Diphteria is a disease caused by corynebacterium diphteriode bactery signed with infection especially in the upper respiratory tract, nose and skin. The disease is highly contagious and dangerous because it can cause death to 5-10% patients. 

Head of local Health agency, Ninik Ira Wibawati stated that the target of this immunization is 69.075 children aged 1-19 years old. It will be conducted in three times a year started from February, July, and November 2018. “Diphteria can only be prevented by diphteria immunization. It is a dangerous disease and deadly. The symptomps are 38 C fever, pain during swallowing, grayish white membrane, swollen neck, and out of breath along with snoring,” said Ninik. 

“Do immunization immediately for those who have children aged 1-19 years old. Come to closest community health center. The vaccine has been provided by the agency for free,” she said. 

Probolinggo Mayor Rukmini along with Regional Secretary of Probolinggo city Bambang Agus Suwignyo urge all parents to take their children aged 1-19 years old to closest community health center. It was broadcasted by local television program to ensure that the citizens would have accurate information on diphteria. Rukmini also reminded the citizens to have immunization for their children to prevent them from diphteria. 

“Diphteria immunization would be conducted in February, Jly, and November. It will be provided in community health center (puskesmas), posyandu (health center for toddlers), and schools. Diphteria immunization will be given for free,” said the secreatry.