foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
0335-436103
humaskotaprob@gmail.com

 

MAYANGAN- Satu lagi inovasi yang akan segera diluncurkan Pemerintah Kota Probolinggo, sebagi bentuk komitmennya menjadi kota pintar (smart city). Kali ini, melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Pemkot akan mendata wisatawan yang berkunjung ke Kota Probolinggo. Uniknya, pendataan yang selama ini dilakukan secara manual, kedepan akan dilakukan menggunakan aplikasi berbasis android. 

Inovasi yang dikreasikan oleh Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata, Suciati Ningsih itu bernama SI JUWITA MALAM. Merupakan akronim dari Sistem Informasi Kunjungan Wisatawan Mancanegara dan Dalam Negeri. Aplikasi ini merupakan jawaban atas permasalahan keterlambatan pelaporan jumlah wisatawan pada setiap tempat penginapan dan destinasi wisata. 

Saat ini ada sekitar 27 penginapan dan destinasi wisata di Kota Probolinggo. Untuk melaporkan jumlah wisatawan, mereka harus mengisi formulir yang dikirim oleh Disbudpar. Formulir yang sudah diisi akan kembali diambil oleh petugas Disbudpar. Tentu prosesnya akan sangat tidak efisien, baik dari segi waktu maupun prosedur pelaporan. 

Kedepan, melalui SI JUWITA MALAM pengelola penginapan dan pengelola destinasi wisata bisa dengan mudah melaporkan data pengunjungnya. Hanya dengan mengunduh aplikasi di playstore, mereka sudah bisa melaporkan secara langsung data wisatawan. Hanya dengan mengetik kata “juwita malam” pada kolom pencarian playstore, anda akan dengan mudah menemukan aplikasi dengan latar belakang warna pink tersebut. 

Untuk memantapkan realisasi SI JUWITA MALAM, Disbudpar telah melakukan sosialisasi penggunaan aplikasi tersebut. Bertempat di salah satu rumah makan di wilayah Kelurahan Tisnonegaran, mereka mengundang seluruh pengelola tempat penginapan (hotel dan homestay) serta destinasi wisata, Jum’at (11/5). 

Suciati meminta laporan yang diberikan kepada Pemerintah Kota adalah data real. “Saya berharap bapak dan ibu menyampaikan data pengunjung yang sebenarnya. Saya khawatir ada ketakutan dari para pengelola penginapan terkait dengan system yang baru ini dikaitkan dengan pajak hotel. Saya tegaskan sama sekali ini tidak ada kaitannya. Ini murni untuk melakukan pendataan wisatawan. Tujuan akhirnya adalah bagaimana data ini dijadikan dasar bagi Pemerintah Kota Probolinggo untuk membuat kebijakan kepariwisataan yang lebih baik,” ungkap mantan Kepala Sub Bag Humas pada Bagian Humas dan Protokol itu. 

Perempuan yang akrab dipanggil Suci itu juga menginformasikan bahwa tahun 2017 jumlah wisatawan di Kota Probolinggo meningkat cukup drastis. Hal ini tidak terlepas dari pelayanan Kereta Api yang semakin baik. Banyak wisatawan menggunakan jasa PT. KAI yang menuju Kota Probolinggo untuk menikmati tempat-tempat wisata di Kota Probolinggo dan sekitarnya. (Abdurhamzah/humas)

 

Another innovation will be launched by the Probolinggo City Government soon, as a commitment to be a smart city. This time, through the Cultural and Tourism Agency (Disbudpar), the City Government will record number of tourists visiting the City of Probolinggo using an Android-based application.

Innovation was named SI JUWITA MALAM created by the Head of Tourism Marketing division of Disbudpar, Suciati Ningsih. It stands for the Sistem Informasi Kunjungan Wisatawan Mancanegara dan Dalam Negeri (Information System for Foreign and Domestic Tourist Visits). This application is the answer to the problem of delay in reporting the number of tourists at each lodging and tourist destinations.

There are approximately 27 hotels and tourism destinations in Probolinggo City. To report the number of tourists, they must fill out a form and sent it back to Disbudpar. That’s wasting time and inefficient.

In the future, through SI JUWITA MALAM lodging and tourist destination managers can easily report the number of visitors. By downloading the application in the Play Store, they can report it directly. Just by typing the word "juwita malam" in the playstore, you will easily find the pinky—background application.

To strengthen the realization of SI JUWITA MALAM, Disbudpar has socialized the use of this application located in one of the restaurants in the Tisnonegaran sub-district. They invited all hotel and homestay managers and tourist destinations, on Friday (11/5).

Suciati requested the valid data given to the City Government. "I hope you will give actual data. Please do not worry on hotel taxes. This has nothing to do with that. This is really for tourist data collection. And it will be used as the basis for the Probolinggo City Government to make better tourism policies, "said this ex-head of Public Relations section at the Public Relations and Protocol department.

Suciati, familiarly known as Suci also informed that the number of tourists in the City of Probolinggo has quite drastic increase in 2017. It is also supported by better train services. Many tourists use train heading Probolinggo and enjoying tourism destinations in Probolinggo City and its surroundings.(unofficial translation/hariyanti)