foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
0335-436103
humaskotaprob@gmail.com

Wali Kota Probolinggo Rukmini berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan wisata khususnya kesiapan kedatangan wisatawan asing melalui kapal pesiar. Ia tidak ingin keberadaan wisatawan tersebut justru membuat kegaduhan antar abang becak dan ketidaknyamanan wisatawan saat berada di Kota Probolinggo. 

Hal ini disampaikan saat rapat koordinasi Wali Kota Rukmini bersama KSOP, Kementerian Pariwisata, Pelindo III, Polres Probolinggo Kota, Kodim 0820, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ahmad Sudiyanto, paguyuban abang becak dan pihak terkait lainnya di Sabha Bina Praja, Rabu (25/1), yang digelar Dinas Budaya dan Pariwisata setempat.

Kepala Disbudpar Agus Efendi melaporkan, selama 2017 bakal ada 17 kunjungan kapal pesiar di Kota Probolinggo. Di awali pada 9 Januari lalu dan berlanjut 10 Februari mendatang. “Rapat ini membahas tentang pengamanan, penertiban travel lokal dan penertiban transportasi bukan becak wisata yang ke depannya akan kami rangkul juga,” tutur Agus. 

Selama kedatangan wisatawan asing yang memilih Kota Probolinggo sebagai paket wisata yang dipilih, diakui Agus Efendi ada banyak kendala yang harus diselesaikan oleh Dispudpar dan pihak terkait. Diantaranya timbulnya upah liar dan keamanan bagi wisatawan yang tidak terback-up sepenuhnya. “Kami berharap mereka bisa tertib dan teratasi dengan baik. Destinasi wisata ini membawa Kota Probolinggo lebih luar biasa di tingkat nasional,” imbuhnya. 

Wali Kota Rukmini membenarkan jika sempat ada pemberitaan adanya pelayanan buruk kepada wisatawan asing dan ia menyayangkannya. Seharusnya sebagai warga Kota Probolinggo harus bisa bersikap ramah dan melayani dengan baik. 

“Mari kita tingkatkan SDM warga masyarakat. Kita ajak bagaimana mereka bisa berbahasa (bahasa Inggris) dengan baik. Mari kita tunjukkan warga Kota Probolinggo siap menyambut turis yang datang,” ucap orang nomor satu di kota ini. 

Sementara itu, Fasilitator Destinasi Wisata Bromo Tengger Semeru dari Kementerian Pariwisata, Trisno menyampaikan banyak hal terkait pariwisata di Kota Mangga ini. Pasalnya, Kota Probolinggo menjadi penyangga 10 destinasi wisata yang ada di kawasan sisi timur Jawa Timur. 

“(Kota Probolinggo) harus menjemput bola, membuat kegiatan-kegiatan karena target Kementerian Wisata kunjungan di Bromo Tengger Semeru ini sebanyak 2 juta wisatawan sampai 2019,” tegasnya. 

Saat ini kisaran wisatawan yang tercatat sekitar 80 ribu wisatawan. “Kota Probolinggo bisa menjadi pariwisata asalkan ada komitmen dari pemerintah daerah,” lanjut Trisno. 

Terkait destinasi city tour wisatawan kapal pesiar di Kota Probolinggo meliputi Klenteng Tri Dharma, Alun-alun, Gereja Merah, Museum Probolinggo, Pasar Baru dan Batik. Selama berada di Kota Probolinggo wisatawan menggunakan jasa abang becak untuk menuju ke tempat yang dituju. Terdapat 130 becak wisata yang berada dibawah koordinasi paguyuban. ∎famydecta

UMBUL-UMBUL HARI JADI 659

SPANDUK HARI JADI 659

LOGO HARI JADI 659