foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
0335-436103
humaskotaprob@gmail.com

 

KANIGARAN - Gelaran balap sepeda internasional, Tour de Indonesia (TdI) 2018 digelar tahun ini dengan format empat etape dari Candi Prambanan menuju Denpasar, Bali, 24-28 Januari 2018. Dari empat etape tersebut, Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (ISSI) menetapkan Kota Probolinggo sebagai titik start untuk etape ke-3 yakni Probolinggo – Banyuwangi. Jika sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, para peserta akan tiba di Kota Probolinggo pada Sabtu (27/1) pagi dan dilepas pada pukul 10.00 WIB.

Segala persiapan tengah dimatangkan untuk menyambut peserta dari dalam dan luar negeri yang mengikuti event internasional ini. Total 22 negara telah mendaftar, tercatat kurang lebih 300 pembalap turut serta. 

Sebagai venue (lokasi) etape ke-3, Pemerintah Kota Probolinggo beserta stakeholder terkait berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk kesuksesan gelaran internasional ini. Wali Kota Rukmini saat menghadiri rapat koordinasi dengan stakeholder terkait di gedung Sabha Bina Praja, Rabu (24/1) memberikan arahan kepada masing-masing stakeholder. 

 “Saya minta tiap stakeholder tahu akan tugasnya masing2. Untuk Disbudpar agar disiapkan tampilan budaya untuk menyambut para peserta. Sekaligus DKUPP agar menyiapkan produk-produk unggulan yang nanti akan ditampilkan di pameran,” jelas Rukmini.

Titik start akan berada di depan Kantor Wali Kota Probolinggo. Dari situ, peserta akan melewati Jl. Panglima Sudirman ke arah timur, lalu ke arah selatan di Jl. Lumajang, melalui jalur selatan hingga nanti tiba di garis finish etape ke-3, Banyuwangi. 

Untuk mengantisipasi segala hal yang tidak diinginkan, Rukmini juga meminta agar Dinas Pekerjaan Umum untuk segera menyelesaikan perbaikan jalan yang bakal dilalui oleh para pembalap. Selain itu, ia meminta agar PT. KAI dapat mengkondisikan kereta api yang melewati jalur kereta api di depan Bank Panin agar nantinya tidak mengganggu jalannya event kelas dunia ini.

“Bagaimana nanti bisa diatur agar kereta api yang melewati jalur kereta di depan Bank Panin agar tidak mengganggu para pembalap yang kira-kira melewati jalur tersebut sekitar jam 10 pagi,” terang Rukmini. 

Sementara itu, Kapolres Probolinggo Kota, AKBP Alfian Nurrizal meminta agar stakeholder yang bertugas di sektor keamanan dapat menggelar gladi bersih sebelum event ini digelar. “Saya ingin memastikan agar gelaran ini berjalan aman. Dan jika memungkinkan saya ingin kita nanti bersama dengan Dishub dan Satpol PP untuk menggelar apel bersama agar bisa satu pemahaman,” jelas AKBP Alfian. 

Dalam kesempatan ini ia juga meminta kepada para guru agar mereka dapat selalu mengawasi murid-muridnya. Sekitar 2.500 murid Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Probolinggo juga turut terlibat untuk menyemangati para peserta sambil membawa bendera masing-masing negara yang turut serta dalam Tour de Indonesia tahun ini. 

 “Para Guru harus terus mengawasi murid-muridnya mengingat para peserta nanti akan melaju dengan kecepatan tinggi. Jangan sampai mereka bercanda hingga terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” tutur AKBP Alfian. (alfien/humas)

 

Probolinggo Will be the Third Etape of Tour de Indonesia

The event of international cycling, Tour de Indonesia (TdI) 2018 will be held in four etapes format, from Prambanan temple to Denpasar, Bali, on 24-28 January 2018. And Indonesian Cycling Federation (ISSI) arranged that Probolinggo city will be the starting point for the third etape, Probolinggo-Banyuwangi. As scheduled, the participants will arrive in Probolinggo on Saturday morning (27/1) and will be departed at 10.00 a.m

All preparation has been done for welcoming the participants of this international event. There are 22 countries of 300 bycicle racer has been registered.

As the third etape venue, Probolinggo government and related stakeholders try to give best for the success of this international event. For that, Mayor Rukmini lead the coordination meeting with the related stakeholders at Sabha Bina Praja, on Wednesday (24/1) to give some directions.

“I ask for each stakeholders to know their functions. For Disbudpar (Culture and Tourism Agency), please prepare the cultural performance to welcome the participants. For DKUPP (Cooperatives, SMEs, Industry and Trade agency), please prepare some distinguished products for the displays,” explained Rukmini.

The starting point will be at the front of mayor office, Jl. Panglima Sudirman-jl. Lumajang, through the south lane and will be finished at Banyuwangi.

To anticipate, Rukmini also asked the Public Work Agency to finish the road repair that will be passed the participants. Also, she asked the Indonesian Railway Company (PT. KAI) to adjust the train that will be passed to keep the lane safe.

“Please arrange the train that passes in front of Panin Bank, in order to make the participants feel safe while passing it around 10.00 a.m.,” explained Rukmini. 

Meanwhile, the chief of regional police of Probolinggo city, AKBP (Police Superintendent) Alfian Nurrizal asked the security stakeholders to hold some rehearsal before the event. “I want to make sure this event will be secure. And if it is possible, we (police) along with Transportation agency and governmental police agency (Satpol PP) will be held some rehearsal to have same understanding,” explained Alfian.

In this occasion, he also asked the teachers to keep on eyes for their students. Around 2500 elementary and junior high school students will be participated to welcome the participants while bringing the country flag of each participants of Tour de Indonesia this year.

“The teachers should keep an eye for their students, because the participant will go in high speed. Don’t let them joking around and make some unwanted things,” said AKBP Alfian.