foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
0335-436103
humaskotaprob@gmail.com

 

KANIGARAN – Rabu (24/1), Wali Kota Probolinggo Rukmini melaunching bus city tour yang dikelola Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Berlokasi di halaman Museum Probolinggo Jalan Suroyo, bus city tour tersebut langsung di ujicoba berkeliling ke beberapa destinasi wisata yang ada di Kota Probolinggo. 

Bus yang sudah didesain apik ini sebelumnya adalah kendaraan operasional penghasil Pendapatan Asli Daerah (PAD). Setelah dialihkan ke Disbudpar, bus ini bukan lagi menghasilkan PAD tetapi memberikan pelayanan gratis bagi masyarakat.

Armada yang berwarna orange ini sudah diubah perwajahannya hingga desain interiornya menggunakan dana P-APBD 2017. Mulai dari pengecatan ulang dan mengganti kulit jok bus. “Bus city tour ini untuk mengembangkan pelayanan wisata sebagai daya tarik pariwisata Kota Probolinggo dalam mendukung pengembangan wisata yang ada,” tutur Kepala Disbudpar Agus Efendi. 

Keberadaan bus city tour perlu diketahui oleh masyarakat, karena ini merupakan inovasi dari Pemkot Probolinggo untuk meningkatkan pelayanan pariwisata. Dengan adanya city tour bus ini maka rombongan wisatawan baik dari wisatawan domestik maupun mancanegara dapat berkeliling Kota Probolinggo dengan rute tertentu yang melewati destinasi wisata. 

Destinasi yang dimaksud antara lain Museum Probolinggo, Gereja Merah, Klenteng, Kampung Nelayan Mayangan, Alun-alun, Benteng dan TWSL (Taman Wisata Studi Lingkungan). “Nantinya diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Probolinggo,” kata Wali Kota Rukmini. 

Sementara itu, Kabid Pemasaran Pariwisata Suciati Ningsih menambahkan, secara teknis operasional bus city tour ini akan segera dibahas karena rencananya pada Februari mendatang akan segera dioperasionalkan. “Sesuai dengan masukan dari Ibu Wali Kota tadi (bisa mengakomodir masyarakat dan tidak stand by di kawasan Terminal – Ketapang). Kami akan segera membuat perwali dan SPP (standar pelayanan publik), kalau nota dinas terkait operasional bus ini sudah kami naikkan ke wali kota,” katanya.

Selain launching bus city tour, pagi itu, Wali Kota Rukmini juga membina pegawai sekaligus penyerahan BPJS Ketenagakerjaan kepada Pegawai Tidak Tetap (PTT) pada Disbudpar di halaman Museum Probolinggo. (famydecta/humas)

 

Mayor Launched The City Tour Bus

On Wednesday (24/1), the mayor of Probolinggo Rukmini launched city tour bus managed by the Culture and Tourism Agency (Disbudpar). Started in front of Probolinggo Museum, the bus will visited some tourism destination of Probolinggo city.

Beforehand, that bus is an operational vehicle for district own-source revenue, but now it will be given free service for the society.

That orange-coloured bus has been changed in its design interior using the revised regional government budget of 2017.”This bus is to develop the tourism service as the tourism attraction for tourism development,”said the head of Disbudpar, Agus Efendi.

The existence of this city tour bus should be known by the people, because it is one of the innovations of Probolinggo municipal to increase the tourism services. With the bus, it will take the tourists to certain route to visit some tourism destination.

The destinations are Probolinggo museum, Gereja Merah (Red Church), Klenteng (temple), Mayangan fishermen village, Alun-alun (city square), Benteng (Fort), and TWSL (Taman Wisata Study Lingkar/mini zoo). “It is hoped it will increase the number of the tourists,” said Mayor Rukmini.

Meanwhile, the head department of tourism marketing, Suciati Ningsih added, the bus technically will be operated on February. “As the idea of the mayor (the bus will accommodate the people, not only stopped at bus terminal or Ketapang district). We will make its regulation dan public service standard, and we will managed the schedule of the bus approved by the mayor,” she said.

Besides for launching the city tour bus, the mayor Rukmini also gave some speech and giving the member card of BPJS for the temporary employees of Disbudpar.