foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
0335-436103
humaskotaprob@gmail.com

 

JAKARTA - Untuk memastikan administrasi pemerintahan berjalan sesuai dengan ketentuan, Pemerintah Kota Probolinggo menggandeng Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN-RI). Nota Kesepahaman (MoU) tersebut telah ditandatangani oleh Wali Kota Rukmini dan Kepala LAN Adi Suryanto pada Selasa (3/4), di Auditorium Prof. Agus Dwiyanti, Kantor LAN, Jakarta. 

Objek MoU menyangkut pelaksanaan berbagai kegiatan penguatan kapasitas pemerintahan di Kota Probolinggo. Sementara itu, ruang lingkup MoU meliputi pelaksanaan kegiatan kajian kebijakan, pelatihan dan pengembangan kompetensi, inovasi administrasi negara, serta pendidikan tinggi. Kerja sama ini akan berlangsung selama 5 tahun kedepan. 

Dengan adanya kerjasama ini, Wali Kota Rukmini berharap kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkot Probolinggo bisa menghasilkan berbagai inovasi. “Inovasi bukan lagi alternatif tetapi menjadi jalur utama agar kita memiliki daya saing. Untuk itu, saya berharap kepala OPD, camat, dan lurah bisa menciptakan inovasi dalam bidang penyelenggaraan administrasi di masing-masing instansinya,” harap Rukmini. 

Salah satu realisasi dari kerja sama itu akan dibentuk laboratorium inovasi. Laboratorium ini akan difungsikan sebagai tempat setiap aparatur yang akan berinovasi untuk menciptakan perubahan di sektor publik. Keberadaanya merupakan salah satu kunci pendukung dalam pencapaian visi pembangunan Pemerintah Kota Probolinggo. 

Sementara itu, Kepala LAN Adi Suryanto mengingatkan ekstremnya perubahan lingkungan eksternal yang harus disikapi dengan baik oleh aparatur. “Lingkungan eksternal berputar sangat cepat dan bersifat intoleran, khususnya dalam bidang teknologi informasi. Sebagai contoh, munculnya ojek online yang merusak pangsa pasar ojek manual. Ojek manual tidak siap dengan kehadiran ojek online, menjadi tertinggal dan ditinggal oleh pelanggan. Itu contoh perubahan. ASN sudah sewajarnya harus merespon perubahan khususnya dalam bidang teknologi informasi,” ungkapnya.

Terkait dengan kajian kebijakan, LAN menyiapkan program pembinaan analis kebijakan. “Terdapat pembinaan analis kebijakan yang menjadi tempat untuk mencetak seorang analis kebijakan. Analis kebijakan menjadi keahlian yang tidak bisa dipandang sebelah mata untuk saat ini,” ungkap Adi. 

Untuk inovasi administrasi negara, sejak tahun 2015 LAN mengembangkan laboratorium inovasi administrasi negara. Sampai dengan tahun 2017, sudah ada 36 pemerintah daerah yang bekerjasama pengembangan laboratorium inovasi daerah. Hal inilah yang akan dikembangkan di Kota Probolinggo. (abdurhamzah/humas)