foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
0335-436103
humaskotaprob@gmail.com

 

MAYANGAN–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Probolinggo telah menetapkan empat pasangan calon (paslon) yang bakal maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (pilkada) 2018, Senin (12/2). Tiga pasangan didukung oleh partai politik. Sedangkan satu pasangan dari jalur perseorangan. 

Selanjutnya, Selasa (13/2) para paslon mengikuti undian dan pengumuman nomor urut. Keputusan penetapan paslon itu disampaikan komisioner KPU pada saat rapat pleno terbuka penetapan bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Probolinggo. 

Sesuai dengan SK KPU Nomor 21/Hk.03.1-Kpt/3574/KPU.Kot/II/2018, empat pasangan yang memenuhi syarat maju dalam pilkada adalah Syamsu Alam – Kulup Widyono (PDIP), Fernanda Zulkarnain – Zulfikar Imawan (Golkar-Nasdem-PPP-Gerindra), Hadi Zainal Abidin – HMS Soubri (PKB-Demokrat-PKS), Suwito -  Fery Rahyuwono (perseorangan). 

Sedangkan pasangan dari jalur perseorangan lainnya, Sukirman – Abdul Azis RM dinyatakan tidak memenuhi syarat, sebagai bakal pasangan calon.  Pasangan ini tidak memenuhi syarat lantaran tidak lolos dalam verifikasi faktual yang dilakukan oleh KPU setempat. 

Setelah membacakan berita acara penetapan, Ketua KPU Ahmad Hudri mempersilakan perwakilan pasangan calon menyampaikan sambutan. “Dipersilakan kepada pasangan calon yang hadir untuk menyampaikan sepatah dua patah kata. Urutannya sesuai dengan siapa yang mendaftar ke KPU terlebih dahulu,” ujar pria berkacamata ini. 

Kali pertama yang maju adalah Suwito – Fery. Ia mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada semua pihak termasuk pada tim suksesnya yang sudah setahun bekerja keras untuk mencapai tahap ini (resmi sebagai pasangan calon). 

“Saya berharap pesta demokrasi ini kita jalani dengan gembira, ceria dan kondusif. Namanya juga pesta rakyat jadi jangan sampai ada intimidasi, berita hoax dan kita harus menghindari perpecahan,” ujar Suwito. 

Sedangkan Zulfikar Imawan berdiri sendiri. Ia tidak bersama pasangannya Fernanda Zulkarnain. Menurutnya, apa yang diperoleh pasangan Nanda-Iwan merupakan perjuangan bersama. Ia pun mengimbau kepada partai pendukung dan partai pengusung untuk menjaga diri menghadapi masa kampanye. “Hati panas tetapi kepala harus tetap dingin. Kami ingin Kota Probolinggo tetap kondusif, tetap terjaga dan aman,” serunya. 

Ketiga, giliran HMS Soubri. Ia juga datang sendiri tanpa Hadi Zainal Abidin. “Ini hasil kerja keras tim kami selama ini. Pilkada adalah ajang pertarungan ide dan gagasan. Siapapun yang menang dan kalah itu sudah takdir. Kita harus menjaga kondusifitas pilkada, tidak mengganggu iklim keamanan dan kenyamanan,” jelas politikus Demokrat ini. 

Tiba giliran Alam – Kulup yang menyampaikan ungkapan terimakasih atas dukungan partainya sehingga ia dan pasangannya dapat maju dalam pilwali. “Selama perjalanan (pencalonan) ada hal yang kurang berkenan, kami mohon maaf,” kata Kulup. 

Pada kesempatan itu, Ketua KPU Ahmad Hudri mempersilakan Abdul Azis RM yang datang sendirian tanpa Sukirman untuk maju menyampaikan sambutan. Namun Abdul Azis menolak. Hal yang sama dilakukan Abdul Azis ketika semua sudah menandatangani berita acara, lagi-lagi mantan Ketua Dewan Pendidikan Kota Probolinggo itu menolaknya. Kendati demikian, rapat pleno tetap berjalan dan diakhiri penyerahan berita acara oleh ketua KPU kepada masing-masing paslon. 

Rapat pleno siang itu dihadiri paslon dan tim pemenangan. Ketua Panwaslu Suef Priyanto, Kepala Bakesbangpol Teguh Bagus Sujawanto dan Kapolres Probolinggo Kota Alfian Nurizal juga datang memantau pelaksanaan rapat. Puluhan aparat keamanan nampak bersiap di sekitar kantor KPU. (famydecta/humas)

 

Probolinggo City’s General Election Commision (KPU) has enacted four pairs to be the candidates for Regional Election 2018, Monday (12/2). Three pairs of candidates are supported by political parties. Meanwhile the rest is independent candidate.

Then, Tuesday (13/2), the candidates participate in the commision’s plenary meeting on number drawing. The decree related to the enactment of the candidates was stated by the commisioner of KPU at the plenary meeting on enactment of candidates of mayor and vice mayor of Probolinggo city. 

Based on the Decree of KPU Number 21/Hk.03.1-Kpt/3574/KPU.Kot/II/2018, four pairs of candidates who have fulfilled the requirements are Syamsu Alam – Kulup Widyono (PDIP), Fernanda Zulkarnain – Zulfikar Imawan (Golkar-Nasdem-PPP-Gerindra), Hadi Zainal Abidin – HMS Soubri (PKB-Demokrat-PKS), Suwito -  Fery Rahyuwono (independent candidates).

Meanwhile, another independent candidates, Sukirman – Abdul Aziz RM have failed the requirements to be the candidates. The two failed the requirements since they did not pass in factual verification conducted by local KPU.

After reading the report of enactment, Chairman of KPU, Ahmad Hudri invites the representative of each pairs to deliver their speech. “I’d like to invite the candidates to come up front to deliver the speech. The order will be based on the number that had been drawn,” said the man with glasses. 

The first one who comes forward was Suwito – Fery. He thanks to all sides including his campaign team who have been shown their hard work to get to this stage (being official as candidate).

“I hope that the democratic party will be conducive and succesful. We have to avoid any intimidation, hoax news, and any disputes that might put us to a split,” said Suwito.

Meanwhile, Zulfikar Imawan was standing alone. His mate in the next election, Fernanda Zulkarnain was not there to accompany him. To him, what has been acquaired by the pairs thanks to hard work. He urges the supporting parties to be aware of themselves to face the campaign. “We cannot let the devil influence us. We want Probolinggo city to be always conducive,” he said.

The third one was HMS Soubri. He was alone as well, without his mate, Hadi Zainal Abidin. “This is the result of our team’s hardwork. Regional election is an event where we can fight for ideas. Win or lose is destiny. We must keep the safety of this election,” said the politician of Democrat party.

Then, Alam – Kulup was the last speaker who said thanks to the support of the party so that he and his mate can be the candidates. “Until this moment, when we do something wrong. I’d like to say apologize,” said Kulup.

In this opportunity, the Chairman of KPU, Ahmad Hudri has also invited Abdul Aziz RM who comes alone without his mate to deliver his speech. but, he refused it. He also refused to sign the official report  regarding to the enactment of candidates. However, the plenary meeting keeps going and was ended by the handover of official report to each pairs of candidates.

The meeting was attended by the candidates and their team, Chairman of Election Supervisory Committee (Panwaslu), Suef Priyanto, the head of National Unity and Politics of Probolinggo City, Teguh Bagus Sujawanto and the Chief Police of Probolinggo City, Alfian Nurrizal. Tens of security forces were on sight around the office of KPU. 

 

 

DATA PERS 2018

SAKIP 2017

LINK BADAN/DINAS

  • Badan Perencanaan Daerah dan Penelitian Pengembangan
  • Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM
  • Badan Penanggulangan Bencana Daerah
  • Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
  • Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
  • Dinas Perikanan
  • Dinas Kesehatan
  • Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
  • Dinas Perhubungan
  • Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
  • Dinas Komunikasi dan Informatika
  • Dinas Lingkungan Hidup
  • Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
  • Dinas Perpustakaan dan Kearsipan
  • Dinas Perberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana

 

LINK BAGIAN/KANTOR

  • Bagian Administrasi Pembangunan
  • Bagian Administrasi Perekonomian
  • Bagian Hukum
  • Bagian Humas Dan Protokol
  • Bagian Kesejahraan Rakyat
  • Bagian Organisasi
  • Bagian Pemerintahan
  • Bagian Umum
  • Dinas Perpustakaan & Kearsipan
  • Inspektorat
  • Kantor Satpol. Pp
  • RSUD Dr. Moch. Saleh
  • Sekretariat Dewan
  • Sekretariat KPUD

LINK KECAMATAN

  • Kecamatan Mayangan
  • Kecamatan Kedopok
  • Kecamatan Wonoasih
  • Kecamatan Kademangan
  • Kecamatan Kanigaran