foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
0335-436103
humaskotaprob@gmail.com

 

Jumat (22/9), Pemerintah Kota Probolinggo melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Probolinggo menggelar pengajian memeringati tahun baru Islam 1439 Hijriah yang sejatinya jatuh pada Kamis (21/9) lalu. Tahun baru Islam berdasarkan hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Mekkah menuju Madinah. Kali ini, peringatan tahun baru Islam dipusatkan di halaman kantor wali kota Probolinggo. 

On Friday (22/9), Probolinggo municipal through the department of People Welfare (Kesra) of regional secretariate of Probolinggo municipal held pengajian (islamic learning forum) to commemorate 1439 Hijria islamic new year which come on Thursday (21/9). The Islamic new year is based on the moving of Prophet Muhammad from Makka to Madina. This time, the Islamic new year celebration is placed at the yard of mayor’s office.

Menurut Kabag Kesra Aman Suryaman tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas keimanan dalam diri setiap pegawai. “Dan juga sebagai sarana syiar agama, penyambung silaturahmi antar satker yang ada di lingkup Pemerintah Kota Probolinggo, dan juga ajang muhasabah diri,” kata Aman. Kegiatan ini memang dihadiri oleh perwakilan seluruh satker di Pemkot Probolinggo, instansi vertikal, perbankan, pihak swasta, ketua RW dan elemen masyarakat lainnya. 

According to the head of Kesra department Aman Suryaman, it aims to increase the faith of employees. “Also as the way to learn our religion, to build relationship among working units, and to self-introspection,”said Aman. 

Wali Kota Probolinggo Rukmini pun menyetujui perkataan dari Aman Suryaman yakni perlu melakukan evaluasi terhadap diri masing-masing baik dalam hal amal, ilmu, dan akhlak. “Perasaan puas dengan apa yang telah kita kerjakan harus kita kubur dalam-dalam, sebab masih banyak PR (Pekerjaan Rumah) yang perlu dituntaskan,” kata Rukmini. 

Probolinggo mayor Rukmini agreed with Aman Suryawan’s word, that it needs to evaluate in charity, knowledge, and morals of each person. “We dont have to be satisfied, because we still have many work to do,” said Rukmini.

Dia juga mengatakan muhasabah merupakan solusi tepat untuk menyadari dan merenungi segala kebijakan bahkan kefasikan yang mungkin menyelimuti di tahun sebelumnya sehingga dapat mengukur sejauh mana keberhasilan dan kegagalan. 

She also said Muhasabah is the best solution to realize and to contemplate all the policy in a previous year whether it is success or fail. 

“Melalui peringatan tahun baru Islam 1 Muharram ini, saya harap agar kerukunan dan ukhuwah islamiyah tetap terpelihara dengan benar dengan sistem pembinaan dan bimbingan agama sesuai dengan kaidah-kaidah dan syariat agama,” lanjut Rukmini.

“Through this commemoration of Islamic new year, I hoped it will reinforce the harmony and the Ukhuwah Islamiyah (Islamic Brotherhood) based on the religious rules,” added Rukmini.

Puncak acara diisi dengan tausiah yang diisi oleh KH. Abdul Malik Sanusi, pengasuh Pondok Pesantren Nurussyam Wringin Lor, Bondowoso. Dihadapan ribuan undangan, kyai humoris ini memberikan ceramah seputar kehidupan sehari-hari seperti silaturahmi sesama manusia, moral, dan tata cara sholat dengan bumbu-bumbu humor yang mengena. 

There are KH. Abdul Malik Sanusi’s sermons at this time. He is the leader of Pondok Pesantren Nurussyam WringinLor, Bondowoso. This humorous kyai (Islamic teachers) give a lecture on daily life such as the relationship, moral, and the rules of sholat (daily prayers), with humorous sense.

Dalam kegiatan ini juga diberikan santunan kepada 500 anak yatim piatu. “Semoga Kota Probolinggo selalu dalam keadaan damai, dan program kerja pemerintahannya berjalan dengan lancar,” doanya.(hariyantia/humas)

There are also donation for 500 orphans in this event. “Hope Probolinggo always in peace, and all the programme work well,” prayed him.

 

 

UMBUL-UMBUL HARI JADI 659

SPANDUK HARI JADI 659

LOGO HARI JADI 659