foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
0335-436103
humaskotaprob@gmail.com

 

Fenomena berjoget saat menghadiri majelis sholawat menjadi perhatian dari Wali Kota Probolinggo, Rukmini. “Mohon tidak diiringi joget-jogetan saat bersholawat. Sholawat itu kita sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW. Apakah pantas kita seperti itu? Mari kita berfikir ulang tentang itu, saya sendiri berfikir itu tidak pantas,” Ujar Rukmini. 

Pernyataan tersebut disampaikan Rukmini saat membuka kegiatan Probolinggo bersholawat dan pengajian umum bersama Majlis Syubbanul Muslimin, Minggu (29/10). Pernyataan Wali Kota tersebut disambut tepuk tangan oleh jamaah yang hadir. Acara yang di helat di depan Kantor Wali Kota Probolinggo itu (Jl. P. Sudirman) dihadiri sekitar 4.000 jamaah. 

Probolinggo bersholawat dihelat dalam rangka memperingati hari Santri Nasional ke-3 tahun 2017. “ Kiprah Santri teruji dalam mengokohkan pilar-pilar NKRI berdasarkan Pancasila. Para Santri juga ikut memerangi DI/TII. Santri juga berada di garda terdepan dalam memerangi komunisme. Kaum Santri juga memelopori penerimaan Pancasila sebagai satu-satunya azas dalam kehidupan berbangsa, dan menyatakan NKRI sudah final,” ungkap Rukmini. 

Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Probolinggo, Aman Suryaman mengatakan bahwa peringatan Hari Santri Nasional didasarkan pada Keputusan Presiden RI Nomor 22 tahun 2015. “Keputusan Presiden tersebut merupakan pengakuan Negara atas jasa para Ulama dan para Santri dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan,” Ungkap Aman.  (abdurhamzah/humas)

 

UMBUL-UMBUL HARI JADI 659

SPANDUK HARI JADI 659

LOGO HARI JADI 659