foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
0335-436103
humaskotaprob@gmail.com

 

MAYANGAN - Syariat Islam mengajarkan bahwa, setiap manusia pasti akan mengalami kematian yang tidak pernah diketahui kapan waktunya. Sebagai makhluk sebaik-baik ciptaan Allah SWT maka Islam menghormati orang muslim yang telah meninggal dunia. Rabu (22/11), Pemerintah Kota Probolinggo melalui Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) menggelar kegiatan pembinaan perawatan jenazah kepada masyarakat dan rukun kematian.

Aman Suryaman, Kepala Bagian Kesra menjelaskan tujuan diselenggarakannya pembinaan perawatan jenazah ini untuk memberikan pemahaman dan pembinaan dalam merawat jenazah sesuai dengan syariat Islam, meningkatkan wawasan masyarakat akan pentingnya melakukan  perawatan jenazah dan memberikan pemahaman dan pembinaan prosesi pemakaman jenazah sesuai dengan syariat dan hukumnya.

Pagi Itu,  narasumber dari Lembaga Batsu Masait NU Kota Probolinggo menyampaikan ketentuan hukum Islam, jika seorang meninggal dunia maka hukumnya fardhu kifayah atas orang-orang muslim yang masih hidup untuk menyelenggarakan 4 perkara yaitu memandikan, mengkafani, menshalatkan dan menguburkannya.

“Karena tidak semua orang tahu bagaimana melakukan perawatan kepada jenazah, maka hal ini menjadi sangat penting dilakukan kepada pengurus rukun kematian, pengurus jenazah, dan masyarakat,” ungkap Paeni Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Politik Wali Kota Probolinggo.

Ia juga menyatakan, di setiap RT RW minimal harus ada 4 pengurus jenazah laki-laki dan perempuan, kedepannya insentif bagi para pengurus jenazah akan diajukan melalui RAPBD kepada Wali Kota Probolinggo tahun 2018 mendatang. (malinda/humas)

 

UMBUL-UMBUL HARI JADI 659

SPANDUK HARI JADI 659

LOGO HARI JADI 659