foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
0335-436103
humaskotaprob@gmail.com

 

Pesta kembang api menjadi sajian pamungkas dalam Perayaan Tahun Baru Imlek 2568 di Klenteng Tri Dharma, Jumat (27/1) malam. Dalam malam perayaan tersebut, klenteng tak hanya dijubeli dengan warga Tionghoa saja, namun warga lain pun turut menyaksikan perayaan tersebut. 

Firework is the last performance in celebrating Imlek (Chinese New Year) of 2568 in Tri Dharma castle, on Friday night (27/1). Not only Chinese, other people came to castle seeing the celebration.

Ketua Umum Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD), Adi Susanto menyatakan pihaknya memang sengaja memberikan hiburan pada masyarakat setempat untuk merayakan Tahun Baru Imlek bersama-sama.

The chairperson of Tri Dharma, Adi Susanto said it is to give an amusement for the people in celebrating Imlek.

“Ini sudah menjadi tradisi. Kami ingin menghibur masyarakat setempat dengan menampilkan barongsai, tari-tarian, pesta kembang api, hingga pertunjukan wayang kulit,” ujar Adi.

“It is our tradition. We would like to give an amusement for the people showing barongsai, dances, fireworks, and wayang kulit (shadow puppets),” said Adi.

Hadir dalam acara ini Wali Kota Rukmini didampingi mantan Wali Kota Probolinggo HM Buchori, Ketua DPRD Agus Rudiyanto Ghaffur dan Kapolres Probolinggo Kota AKBP Hando Wibowo serta kepala satuan kerja di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo.

The Mayor attended this moment, accompanied by the former mayor HM Buchori, the chairman of regional parliament Agus Rudiyanto Ghaffur, the chief of regional police AKBP Hando Wibowo and the head of working unit of Probolinggo government.

Rukmini dalam sambutannya mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2568 pada masyarakat Tionghoa. “Saya atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Kota Probolinggo mengucapkan Gong Xi Fa Cai. Mudah-mudahan Tahun Baru Imlek ini dapat membawa berkah bagi seluruh masyarakat Kota Probolinggo,” tutur Rukmini.

Rukmini congratulate of Imlek 2568 for chinese people in her speech. “On behalf of myself and Probolinggo government, I would like to say Gong Xi Fa Cai. I hope this Chinese New Year would give blessing to all citizen of Probolinggo city,” said Rukmini.

Tepat pukul 23.00, warga Tionghoa melakukan sembahyang di Klenteng Tri Dharma selama kurang lebih 1 jam. Sekitar pukul 24.00, akhirnya hiburan yang dinanti-nantikan masyarakat tiba, yakni pesta kembang api. Pesta kembang api ini berlangsung selama kurang lebih 20 menit. 

At eleven p.m, Chinese do the worship activities in Tri Dharma Temple for an hour. The awaited fireworks party began at twelve p.m for twenty minutes.

Di akhir acara, Rukmini bersama rombongan diberi kesempatan untuk melepaskan lampion ke udara. Masyarakat Tionghoa memiliki keyakinan tersendiri dengan melepaskan lampion-lampion ini ke udara. “Ya, harapannya, do’a-do’a kami bisa terkabul. Semoga di tahun ini kita dapat hidup sehat, bahagia, dan banyak rezeki,” ujar Adi Susanto

At the end of party, Rukmini and her colleague released some lampions (chinese lantern) which has certain belief for chinese society. “I hope we have a healthy, wealthy and blissfull life,” said Adi Susanto.

 

UMBUL-UMBUL HARI JADI 659

SPANDUK HARI JADI 659

LOGO HARI JADI 659