foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
0335-436103
humaskotaprob@gmail.com

 

KANIGARAN - Indonesia Layak Anak merupakan salah satu target utama Pemerintah Indonesia di masa mendatang. Namun, upaya-upaya untuk mewujudkan hal tersebut telah dilaksanakan sejak saat ini.Targetnya jelas, hak-hak anak harus dapat terpenuhi dan tak ada lagi kekerasan terhadap anak. 

Sarasehan anak menjadi satu dari sekian banyaknya upaya untuk mewujudkan hal tersebut. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Probolinggo kembali menggelar Sarasehan Anak di Gedung Puri Manggala Bhakti, Kamis (1/2). 

Dalam forum ini, Kepala DP3AKB, Sukam menyatakan bahwa sarasehan ini merupakan salah satu media untuk menampung aspirasi anak-anak di Kota Probolinggo. “Forum ini nantinya akan menjembatani anak-anak di Kota Probolinggo untuk berpartisipasi dalam musrenbang, untuk turut merencanakan pembangunan di Kota Probolinggo, dan mewujudkan Indonesia Layak Anak,” tutur Sukam.

Dalam kesempatan ini, sebanyak 100 peserta yang terdiri dari forum anak tingkat kelurahan hingga tingkat kota, serta perwakilan dari sekolah akan dibagi menjadi 3 bidang, yaitu bidang sosial budaya, prasarana, dan ekonomi. Tiap kelompok tersebut diwajibkan untuk menyampaikan apa saja kebutuhan anak yang nantinya dapat dimasukkan dalam musrenbang. 

Wali Kota Rukmini menyampaikan bahwa hingga saat ini beberapa fasilitas telah disediakan Pemerintah Kota Probolinggo untuk memenuhi kebutuhan anak-anak di Kota Mangga.“Di bidang seni, sudah banyak sekali sanggar tari yang bisa dimanfaatkan anak-anak untuk menggali potensi dan minatnya di seni tari,” kata Rukmini. 

Dalam kesempatan ini, ia pun berharap agar kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian, kesadaran, dan peran aktif setiap individu anak untuk berinovasi dan berpartisipasi dalam pembangunan Kota Probolinggo.

 “Aspirasi anak dalam kegiatan sarasehan dan musrenbang saya harapkan dapat diakomodir oleh setiap OPD terkait, sesuai dengan kemampuan anggaran Pemerintah Kota Probolinggo,” tutur Rukmini. (alfien/humas)

 

Indonesia a Child-Friendly Nation is one of the main targets Indonesia Government in the future. Yet, efforts to make it happen have been implemented at the moment. The target is clear; children’s rights must be fulfilled and no more violence to children. 

Workshop for children is one of them. Agency of Women Empowerment, Child Protection, and Family Planning (DP3AKB) held another workshop for children in Puri Manggala Bhakti, Thursday (1/2).

In this forum, the head of DP3AKB, Sukam stated that this workshop is a media to collect children’s aspiration. “The forum would be a bridge for children to participate in musrenbang, a discussion forum on city development and planning, so that they can participate in planning the city’s development, and eventually create Indonesia as Child-Friendly Nation,” Sukam said. 

In this occasion, 100 participants consisting of children forum of all stages in the city and representatives from all schools would be divided into three groups, namely socio-cultural, infrastructure, and economy group. Each group must submit their aspiration relating to their needs that later would be discussed in the musrenbang. 

Mayor Rukmini said that as she speaks, facilities for children have been provided by the municipality to fulfill their needs. “In arts, there are many dance galleries that can be used by children to show their potency in dancing,” Rukmini said. 

In this opportunity, she hopes that this event would increase the awareness and active participation of each individual to make innovations and participate in the development of Probolinggo city.

“I hope, children aspiration in this workshop and musrenbang later could be accommodated by related working units based on its capacity of local budget,” Rukmini ended.(translator:alfienhandiansyah)

 

 

UMBUL-UMBUL HARI JADI 659

SPANDUK HARI JADI 659

LOGO HARI JADI 659