foto1
foto1
foto1
foto1
foto1
0335-436103
humaskotaprob@gmail.com

DAFTAR PENGHARGAAN KOTA PROBOLINGGO TAHUN 2014-2017

 

Penghargaan 2014 

1. Kepala Daerah Berprestasi Kinerja Terbaik 

Wali Kota Probolinggo Rukmini dinobatkan sebagai “Kepala Daerah Berprestasi Kinerja Terbaik” peringkat-4 berdasarkan EKPPD (Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintah Daerah) terhadap LPPD (Laporan Penyelenggaran Pemerintah Daerah) tahun 2012. 

Penyerahan penghargaan saat malam apresiasi kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah memperingati hari Otonomi Daerah ke 18, bertempat di Grand Sahid Jaya Hotel, (25/4) Jakarta. 

Melalui penghargaan ini pemerintah dituntut memberi pelayanan publik yang baik melalui berbagai kebijakan kepala daerah. Oleh karena itu kepala daerah dituntut agar mempunyai inovasi, pembangunan daerah, dapat mengembangkan SDM dan SDA dengan bijak dan berkelanjutan. Wali Kota Probolinggo meraih ini atas penyelesaian laporan yang tepat waktu berupa laporan dari SKPD (Satuan Kinerja Perangkat Daerah) kemudian menjadi LKPD (Laporan Kinerja Perangkat Daerah), pelaksanaan program inovasi di daerah dan sinkronisasi antara data dan implementasi di lapangan. 

 

2. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) LHP BPK-RI 

Untuk ketiga kalinya Pemerintah Kota meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kota Probolinggo Tahun Anggaran 2013 berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Timur. Predikat ini berhasil disandang sejak tahun 2011 silam. 

Wali Kota Probolinggo Rukmini bersama Ketua DPRD setempat HM Sulaiman menerima LHP secara langsung yang diberikan oleh Ketua BPK RI Perwakilan Jawa Timur Muzakkir, Jumat (23/5) siang di kantor BPK RI Jl Juanda, Sidoarjo. 

Ketua BPK RI Perwakilan Jawa Timur Muzakkir ada hasil yang tidak memuaskan. “Tapi, ini potret bagi pemda untuk memperbaiki dan ada action,” katanya. Rukmini membeberkan, meraih opini WTP bukan berarti tidak ada catatan. Pihaknya berusaha untuk terus meminimalisir catatan dengan lebih meningkatkan profesionalisme perbendaharaan, pengelolaan dan pelaporan keuangan. “Masih bersama-sama bekerja dengan baik, koordinasi dengan baik. Insyaallah ke depannya (meraih prestasi) akan lebih mudah lagi,” ujarnya. 

 

3. Anugerah Adipura Kencana

Anugerah Adipura Kencana untuk kategori kota sedang kembali diraih Pemerintah Kota Probolinggo. Anugerah Adipura Kencana ini menunjukkan komitmen Pemkot  dalam pengelolaan dan penanggulangan dampak lingkungan. Anugerah Adipura Kencana diserahkan oleh Wakil Presiden Boediono kepada Wali Kota Rukmini, (5/6) di Istana Wakil Presiden, Kebon Sirih, Jakarta.

Kota Probolinggo berhasil mempertahankan penghargaan Adipura sejak tujuh tahun berturut-turut. Anugerah Adipura Kencana sempat mengalami pasang surut di Kementerian Lingkungan Hidup (LH).  Artinya, anugerah untuk daerah yang melampaui batas pencapaian dari segi pengendalian pencemaran air dan udara, pengelolaan tanah, perubahan iklim, sosial, ekonomi serta keanekaragaman hayati ini sempat ditiadakan. 

 

4. Piala Wahana Tata Nugraha Kencana 

Setelah lima tahun berturut-turut meraih penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN), di tahun 2014 Kota Probolinggo akhirnya meraih WTN Kencana. Penghargaan ini diberikan atas kemampuan provinsi dan daerah dalam melakukan sistem transportasi perkotaan yang dibutuhkan masyarakat. 

Wali Kota Probolinggo Rukmini menerima penghargaan WTN Kencana dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yang diserahkan oleh Menteri Perhubungan RI EE Mangindaan di Smesco Convention Center                  Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (10/9).  Penyerahan ini bersamaan dengan pembukaan pameran transportasi Indonesia tahun 2014. 

Penilaian WTN sesuai dengan SK Menhub KP 747 tahun 2014 tentang penetapan kota/kabupaten dan provinsi sebagai penerima penghargaan WTN 2014. Se-Indonesia hanya dua daerah yang mendapat WTN Kencana kategori kota sedang, yaitu Kota Probolinggo dan Kota Madiun. Sedangkan Provinsi Jawa Timur meraih penghargaan WTN Wiratama. 

 

5. Indonesia Road Safety Award 2014

Kota Probolinggo kembali mendapat IRSA (Indonesia Road Safety Award) 2014, bulan Desember. Agak berbeda dengan WTN, jika WTN penyelenggaranya pemerintah, IRSA digelar pihak swasta. Tim juri terdiri dari kementerian perhubungan, kementerian kesehatan, kementerian PU, POLRI, perguruan tinggi, LSM dan masyarakat transportasi. 

 

6. Otonomi Award Pengelolaan Lingkungan Hidup 

Di kali kedua, Kota Probolinggo meraih OA (Otonomi Award) Kategori Pengelolaan Lingkungan Hidup lewat Gerakan Masyarakat Sadar Lingkungan (Gemas Darling). Inovasi lingkungan tersebut merupakan tradisi yang dilanjutkan Wali Kota Rukmini, istri wali kota sebelumnya, HM. Buchori. 

Gerakan Peduli Lingkungan diperkuat lewat Program Gemas Darling (Gerakan Masyarakat Sadar Lingkungan) yang dikomandani BLH Kota Probolinggo. Selain Diksun (Detektif Sungai), ada Forum Masyarakat Curah Grinting Menuju Sejahtera (Formascur Mesra) yang sudah eksis.

Gerakan tersebut kian kukuh karena ditopang Perda No 4/2010 tentang Kualitas Pengelolaan Air. Enam sungai besar yang mengalir di kota itu, yaitu Sungai Banger, Kedunggaleng, Kasbah, Legundi, Pancor, dan Ombol, menjadi sentra kegiatan lingkungan tersebut.

 

7. Penghargaan Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah bidang Pekerjaan Umum (PKPD-PU) 

Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memandang perlu untuk terus mendorong kinerja Pemerintah provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota dalam rangka penyelenggaraan pelayanan dan penyediaan infrastruktur Pekerjaan Umum tersebut melalui kegiatan Penilaian Kinerja Pemerintah Daerah di bidang Pekerjaan Umum (PKPD-PU), 15 Desember. 

Kegiatan yang telah dilaksanakan sejak tahun 2005 ini memberikan penghargaan sebagai apresiasi kepada pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota yang dinilai memiliki kelebihan dalam menyelenggarakan layanan dan penyediaan infrastruktur pekerjaan umum. Apresiasi tersebut mencakup penghargaan dalam bidang penataan ruang, bidang pekerjaan umum (sub bidang sumber daya air, bina marga, cipta karya), dan bidang pembinaan jasa konstruksi. Kota Probolinggo meraih di bidang cipta karya. 

 

8. Penghargaan Penggerak Koperasi 

Wali Kota Probolinggo Rukmini kembali menerima Penghargaan Penggerak Koperasi 2014 dengan Peringkat Paramadhana Madya Adi Nugraha Koperasi yang diserahkan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) RI Anak Gede Ngurah Puspayoga di Gedung SMESCO Jakarta, 9 Desember. 

Penghargaan ini diberikan berdasarkan Keputusan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia Nomor 34/Kep/M.KUKM/XI/2014 tanggal 26 November 2014. Kementerian Koperasi dan UKM RI memberikan penghargaan ini kepada provinsi, kabupaten dan kota penggerak koperasi agar pemerintah daerah mampu meningkatkan komitmennya terhadap pemberdayaan koperasi dan UKM di wilayah masing-masing. Melalui programnya daerah diharapkan meningkatkan kesejahteraan anggota dan masyarakat serta merealisasikan penciptaan lapangan kerja dan penurunan angka kemiskinan secara bertahap dan berkelanjutan. 

Keberhasilan yang diraih ini tak luput dari peran pemkot dalam menerapkan kebijakan dengan melaksanakan visi dan misi yang berkaitan dengan pengembangan koperasi dan UKM. Kriteria yang menjadi pertimbangan penilaian adalah pemkot dinilai mampu mengimplementasikan keberpihakannya terhadap pengembangan koperasi dan UKM serta kepedulian terhadap perkembangan dan kinerja koperasi dan UKM. 

 

9.Indonesia Green Awards

Pemkot Probolinggo kembali menambah deretan penghargaan di bidang lingkungan dengan Indonesia Green Awards. Penghargaan untuk kategori Green City 2014 yang kali ketiga diterima Kota Probolinggo ini, Jumat (18/6), diterima langsung oleh Kabid Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) dan Kelistrikan Badan Lingkungan Hidup (BLH) setempat, Asep Suprapto Lelono, di Bali Room Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta.

Penghargaan diserahkan Ketua DPD RI Irman Gusman, bersama Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Muhammad Marwan dan La Tofi, saat Peluncuran Gerakan Indonesia Berlanjut dan Penganugerahan Indonesia Green Awards tahun ke-5.

Inovasi yang akhirnya membuahkan penghargaan ini adalah Probolinggo Kota Seribu Taman, Pengembangan Taman Wisata Study Lingkungan (TWSL), pengelolaan sampah terpadu, menanam mangrove sebagai pemberdayaan masyarakat pesisir, pemanfaatan gas metane dan mengembangkan program KB2S2 (Kali Banger Bersih Sehat Sejahtera). 

Tahun ini, selain Green City untuk Kota Probolinggo, tercatat Probolinggo juga membawa pulang kategori Green School untuk SDN Sukabumi 6, SDN Mangunharjo 6 dan SMKN 1. Serta kategori Pelopor Pencegahan Polusi yang diraih oleh PT. Kutai Timber Indonesia.

 

 

 

Penghargaan 2015

1. Tiga Penghargaan Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP) 2014

12 Maret 2015, Wali Kota Probolinggo Rukmini menerima tiga penghargaan Inovasi Manajemen Perkotaan (IMP) 2014 dari Menteri Dalam Negeri RI Tjahjo Kumolo. 

Torehan tiga penghargaan yaitu bidang pengelolaan tata ruang sub bidang pemanfaatan ruang, bidang pengelolaan sanitasi sub bidang pengelolaan air limbah dan sub bidang pengelolaan drainase.   Merupakan indikasi Kota Probolinggo dinilai memiliki terobosan dan ide-ide dalam menciptakan pelayanan masyarakat. Penghargaan IMP diharapkan bisa mendorong dan meningkatkan kualitas kinerja penyelenggaraan pemerintah daerah terhadap pelayanan masyarakat. 

 

2. Peringkat 3 Kota Berprestasi Kinerja Terbaik Nasional

Kementerian Dalam Negeri memberikan apresiasi kepada gubernur dan bupati/wali kota di Indonesia yang memiliki prestasi kinerja terbaik berdasarkan Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah (LPPD) tahun 2013. Kota Probolinggo menduduki peringkat ketiga dalam penghargaan yang diserahkan Mendagri Tjahjo Kumolo, Senin (27/4). 

Hasil evaluasi terhadap LPPD 2013 ada pemeringkatan daerah provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia. Mendagri menetapkan tiga provinsi, 10 kabupaten dan kota berprestasi kinerja terbaik secara nasional. Mereka yang menerima penghargaan pada saat upacara Hari Otonomi Daerah (Otda) ke XIX Yaitu Provinsi DI Yogyakarta, Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Jawa Timur. 

Pengumuman hasil Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EKPPD) terhadap LPPD merupakan langkah strategis dari pemerintah pusat untuk mewujudkan kepemerintahan yang baik dan bersih ( good governance and clean goverment ) dengan upaya memberikan penilaian terhadap keberhasilan daerah dalam pelaksanaan otonomi daerah. Sekaligus sebagai bentuk bahan kebijakan dalam meningkatkan kapasitas penyelenggaraan pemerintah daerah. 

 

3. Tokoh Koperasi 

Banyaknya koperasi tidak aktif yang ada di Kota Probolinggo membuat Wali Kota Rukmini tergerak. Ia merasa perlu membina koperasi di wilayahnya. Usaha pembinaan tersebut akhirnya berbuah manis. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah RI akhirnya menetapkan Rukmini bersama 16 pimpinan daerah lainnya di-Indonesia sebagai salah satu tokoh penggerak koperasi di Indonesia. Penghargaan tersebut diterima Rukmini di Kupang, Nusa Tenggara Timur pada Minggu 12 Juli 2015, bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi ke-68. 

Penghargaan tersebut cukup prestisius mengingat Tanda Jasa Bhakti Koperasi dan UKM dari Presiden RI tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi dan UKM  Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga dan hanya 3 daerah saja di Jawa Timur yang meraihnya. Yakni, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Nganjuk dan Kota Probolinggo.

Wali kota mengatakan, penghargaan itu menunjukkan koperasi di Kota Probolinggo telah tumbuh, baik secara kuantitas dan kualitas. Serta sudah bisa dilaksanakan dengan baik. “Sehingga bisa meningkatkan perekenonomian daerah. Sementara, pemerintah menyediakan modal untuk koperasi dan UKM lewat dana bergulir,” ungkapnya.

 

4. Gerakan Masyarakat Makan Ikan 

Keberhasilan program DKP Kota Probolinggo meningkatkan kegemaran masyarakat Kota Probolinggo dalam mengkonsumsi ikan, ternyata berbuah manis. (12/11) bertempat di JIEXPO Jakarta, Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Kota Probolinggo dalam hal ini DKP Kota Probolinggo menerima penghargaan Gerakan Masyarakat Makan Ikan (GEMARIKAN) atas upaya dalam mendorong peningkatan konsumsi ikan. 

Penghargaan ini diberikan oleh Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Penghargaan tersebut dibagi menjadi lima kategori, di antaranya Forikan Provinsi, yang diberikan kepada Provinsi Lampung, Provinsi Gorontalo, Provinsi Sumatera Selatan, dan Provinsi NTT. Forikan Kabupaten Kota diberikan kepada Kabupaten Boalemo, Kabupaten Purbalingga, Kota Probolinggo, dan Kabupaten Agam. Selain itu ada kategori Badan Usaha Perikanan, Restoran/Rumah Makan, dan Perorangan. 

 

5. Anugerah Adipura

Kota Probolinggo kembali meraih Anugerah Adipura yang sudah diterima sembilan kali berturut-turut sejak 2007 lalu.  Anugerah Adipura dan Plakat Adipura kategori TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) terbaik tingkat nasional diterima Wali Kota Probolinggo Rukmini dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Siti Nurbaya, di Bhirawa Assembly Hall, Bidakara Hotel, Jakarta, kemarin (23/11). 

Penghargaan terhadap pemerintah daerah diberikan melalui penilaian Adipura terhadap 357 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia. Penilaian Adipura mengalami penyesuaian dan lebih ketat. Tim mempelajari langkah-langkah pemerintah daerah dalam mengelola. Melalui penghargaan ini, pemerintah daerah diharapkan bisa menciptakan ekosistem dan lingkungan yang ideal bagi masyarakat. Menjadi kota dan kabupaten yang mandiri, berdaya saing dan berkelanjutan. 

 

6. Plakat Adipura TPA 

Plakat Adipura TPA(Tempat Pemrosesan Akhir) terbaik tingkat nasional  diterima Wali Kota Probolinggo Rukmini dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Siti Nurbaya, di Bhirawa Assembly Hall, Bidakara Hotel, Jakarta, kemarin (23/11). 

                Menteri Lingkungan Hidup Siti Nurbaya menegaskan, urusan TPA harus serius ditangani oleh pemerintah daerah sesuai UU 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah yaitu menggunakan kriteria TPA yang operasionalnya controlled landfill (lahan urug terkontrol). 

Hal ini diindikasikan dengan nilai TPA ≥ 74 untuk kategori kota kecil dan sedang serta nilai TPA ≥ 72 untuk kategori kota besar dan metropolitan. Jadi, jika suatu kota memiliki nilai Adipura ≥ 74 namun nilai TPA-nya tidak memenuhi kriteria tersebut maka kota itu tidak akan diberikan penghargaan Adipura. 

 

 

7. Swasti Saba Wistara 

Program Kota Sehat di Kota Probolinggo meraih Swasti Saba Wistaratingkat nasional di tahun 2015. Enam tatanan yang diterapkan Kota Probolinggo yaitu Kawasan Permukiman Sehat melalui peningkatan sanitasi dasar yang meliputi pembangunan sarana pembuangan limbah manusia (tinja) dan sarana air bersih.

Kawasan Permukiman, Sarana, dan Prasarana Sehat, Kawasan Tertib Lalu Lintas dan Pelayanan Transportasi, serta Kawasan Industri dan Perkantoran Sehat. Kawasan Kehidupan Masyarakat Sehat yang Mandiri dan Kawasan Ketahanan Pangan dan Gizi. Kemudian Tatanan Kawasan Kehidupan Sosial yang Sehat. 

 

 

8. Wahana Tata Nugraha Kencana 

Kota Probolinggo menjadi kota yang menerima piala Wahana Tata Nugraha (WTN) selama lima tahun berturut-turut sehingga di tahun 2015 meraih WTN Kencana dari Presiden RI di Istana Presiden, 23 Desember. 

Penghargaan WTN adalah sebagai sarana untuk mendorong dan memotivasi pemprov dan pemerintah kab/kota dalam penyelenggaraan transportasi perkotaan yang selamat, tertib, lancar, efisien, handal dan berkelanjutan.

 

Penghargaan 2016

 

1. Parasamya Purnakarya Nugraha

Kementerian Dalam Negeri RI memberikan penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha kepada Pemerintah Kota Probolinggo dan Satya Lencana dari Presiden RI di Kulon Progo, Daerah Istimewa Jogjakarta, 24 April 2016. 

Parasamya adalah penghargaan tertinggi dari Presiden. Penilaian Parasamya harus lolos 700 indikator dengan lama penilaian selama enam bulan dan 31 urusan pemerintahan. Untuk kategori Provinsi, Jawa Timur merupakan provinsi yang telah berhasil menjadi juara 1 selama 5 tahun berturut-turut. Belum ada yang mampu mengalahkan Provinsi Jatim. Mereka sudah 5 kali berturut-turut menjadi juara 1 sebagai daerah dengan status kinerja sangat tinggi. 

 

2. Anugerah Adipura Kirana 

Cara Kota Probolinggo mempertahankan kebersihan sekaligus pengelolaan lingkungan hidup, kembali mendapat apresiasi dari Pemerintah Pusat berupa penghargaan Adipura Kirana 2016. Dengan demikian Pemkot Probolinggo telah berhasil mempertahankan predikat sebagai Kota Adipura 10 kali berturut-turut.

 

Piala bergengsi tingkat nasional itu diserahkan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla kepada Wali Kota Probolinggo Rukmini di Kabupaten Siak, Propinsi Riau, bersama Kota dan Kabupaten penerima anugerah se-Indonesia, pada jumat ketiga bulan Juli lalu. Dalam penyerahan tersebut, Jusuf Kalla didampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar.

 

Kota Probolinggo sukses meraih Adipura Kirana, bersama 38 kota/ibu kota kabupaten lainnya. Adipura Kirana adalah suatu kategori penilaian adipura untuk mewujudkan kota-kota yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui Trade, Tourism, and Investment (TTI) berbasis pengelolaan lingkungan hidup (attractive city).

 

3. Kawastara Pawitra 

Pemerintah Kota Probolinggo kembali menorehkan prestasi. Setelah sukses meraih penghargaan Adipura Kirana, kini kota yang kerap dijuluki Kota Mangga ini berhasil meraih penghargaan di bidang pendidikan, yakni anugerah Kawastara Pawitra. 

Wali Kota Rukmini menerima penghargaan ini di Hotel Novotel Solo (15/10) dan diberikan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Muhadjir Effendy. Kawastara Pawitra merupakan penghargaan yang diberikan pada kabupaten/kota yang memiliki komitmen tinggi terhadap penyelenggaraan Program Penyiapan Calon Kepala Sekolah (PPCKS). 

Keseluruhan, 113 kabupaten/kota di Indonesia, termasuk Kota Probolinggo menerima penghargaan ini. Dari jumlah tersebut, 12 kabupaten/kota di Jawa Timur menerima penghargaan ini. Penerapan program ini berpengaruh pada kualitas SDM karena pemilihannya terdiri 6 komponen penting antara lain kepribadian dan sosial, kepemimpinan pembelajaran, pengembangan sekolah, manajemen sumber daya, kewirausahaan, dan komponen supervisi pembelajaran.

 

4. Penghargaan Pencatatan Kelahiran 

Cakupan kepemilikan akta kelahiran tahun 2016, bagi anak usia 0-18 tahun di Kota Probolinggo mencapai 83,96%. Angka tersebut melebihi angka cakupan nasional yang dipatok 70%. Jumlahnya mencapai 55.607 dari total keseluruhan 66.234 anak.

Pencapaian kinerja positif tersebut mendapatkan penghargaan nasional dari Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri, Rabu(24/8). Piagam penghargaan diberikan atas penyelenggaraan pelayanan pencatatan kelahiran yang mencapai target nasional lebih cepat dari batas waktu yang telah ditetapkan.

Kerja keras dan komitmen dalam pelayanan publik khususnya di bidang pengurusan akta kelahiran, manfaatnya sudah dirasakan masyarakat. Ditambah dengan kemudahan yang diberikan seperti, gratis, bagi yang terlambat tidak perlu menyertakan surat dari penetapan pengadilan.

 

5. Penghargaan Insan Olahraga Berprestasi 2016

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) memberikan apresiasi berupa trophy, dan piagam penghargaan kepada Pemerintah Kota (pemkot) Probolinggo atas komitmen dan keperduliannya dalam bidang Olah Raga. Penghargaan ini diserahkan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (28/10). 

Penghargaan kepada pembina olah raga, atlet, pelatih, instansi/lembaga peduli olah raga di Jawa Timur diberikan dalam sebuah Keputusan Gubernur Jawa Timur tentang Penerima Penghargaan Kepada Insan Olah Raga Berprestasi Tahun 2016. 

selain dinobatkan sebagai instansi/lembaga yang peduli olah raga, beberapa pelatih berprestasi dan atlet berprestasi yang mendapat penghargaan juga diborong asal Pemkot Probolinggo. Yaitu Fatullah, pelatih Anggar dari Kota Probolinggo, atlet Diah Permatasari, atlet Anggar, Rindi Surfiyanto, Atlit Panjat Tebing, dan Bambang Suryadi, Atlet Balap Sepeda.

 

Penghargaan 2017

1. Penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Nasional tahun 2017 dari Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur. Sabtu (20/5), bertempat di Gelora Joko Samudro Kabupaten Gresik

Penghargaan tersebut diserahkan bertepatan dengan pelaksanaan gelora pameran dan simposium pelayanan publik Jawa Timur 2017.

2. Penghargaan Nirwasita Tantra word 2017

Diserahkan di Jakarta tanggal 8 Juli 2017

3. Penghargaan Inovasi Pastika Parahita 

Diberikan oleh Menteri Kesehatan di Jokjakarta, 12-07-2017

Kota Probolinggo kembali menorehkan prestasi di kancah nasional. Ialah Penghargaan Pastika Parahita, sebuah penghargaan yang dianugerahkan oleh Kementerian Kesehatan atas pemerintah daerah yang telah menetapkan Peraturan Daerah (perda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Rabu (12/7), Wali Kota Probolinggo Rukmini menerima Penghargaan Pastika Parahita dari Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Mohamad Subuh, di The Alana Convention Centre, Sleman, DIY. Dalam sertifikat penghargaan, disebutkan Pemkot Probolinggo diharapkan dapat segera mengimplementasikan perda KTR tersebut secara optimal. 

4.  Penghargaan Kota Layak Anak Pratama 2017

Penghargaan Ini diserahkan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak Yohana Yambise, di Pekanbaru.. 

5. Penghargaan TPID Inovatif th 2017

Penghargaan Ini diserahkan oleh Presiden RI Joko Widodo di Jakarta pada acara TPID Award Tahun 2017

6. Penghargaan Adipura Th 2017

Penghargaan Ini diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar di Gedung Manggala Wanabakti, Kementeriaan LHK.

7. Penghargaan Adiwiyata Mandiri Th 2017

Penghargaan Adiwiyata diberikan kepada empat sekolah antara lain SD Negeri Sukabumi 2, SD Negeri Kedung Asem 4, SMP Negeri 7 Kota Probolinggo, serta Madrasah Aliyah Negeri 2 Kota Probolinggo. Penghargaan Ini diserahkan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar di Gedung Manggala Wanabakti, Kementeriaan LHK.

 

 

 

 

 

SAKIP 2017

SPANDUK SEMIPRO 2017

UMBUL-UMBUL SEMIPRO 2017