Wali Kota Tandatangani Pemberian Hibah 96 Lembaga

image_pdfimage_print

 

KANIGARAN – Wali Kota Probolinggo, Rukmini Dana Nasabah, Pinjaman Daerah (NPHD), dana bantuan hibah pada APBD Perubahan tahun 2018. Acara yang berlangsung pada Senin, (29/10) di ruang pertemuan salah satu rumah makan di Jl. Panjaitan Kota Probolinggo yang dihadiri oleh perwakilan 96 lembaga pendidikan, perjuangan, dan kemasyarakatan. 

“Pemberian dana hibah merupakan stimulan bagi segenap organisasi sosial kemasyarakatan. Dana hibah adalah bukti nyata dari Pemerintah Kota Probolinggo yang selalu memberikan manfaat maksimal bagi segenap warga, melalui organisasi sosial kemasyarakatan, dan lembaga, ”ujar Rukmini. 

“Proses pencairan dana hibah daerah, merupakan tanggung jawab bersama pemerintah daerahdengan semua komponen yang ada. Tujuannya untuk memberdayakan masyarakat secara optimal melalui program kegiatan yang produktif dan inovatif yang tidak teralokasikan pada organisasi perangkat daerah, “tambah Rukmini. 

Rukmini mencontohkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Probolinggo yang mengajukan anggaran baru untuk pelaksanaan kegiatan Pekan Olah Raga Kota Probolinggo yang akan dilangsungkan mulai 7 Nopember 2018. “Dikarenakan pada anggaran induk KONI ada kekurangan, tidak ada masalah dengan itu. APBD 2018. Yang kemarin mendapatkan hibah sebagian, dan sebagian hari ini, ”terang Rukmini. 

Wali Kota meminta laporan penggunaan dana hibah itu harusiklan. “Laporannya akhir tahun harus diserahkan kepada DPPKAD sebagai pertanggungjawaban anggaran yang sudah diterima. Nanti dikhawatirkan, secara sampling BPK menelusuri bantuan-bantuan tersebut kepada lembaga-lembaga. Untuk itu, saya berharap 96 lembaga yang menerima dana hibah hari ini bisa tertib membuat laporan, ”harap Rukmini. 

Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Imanto dalam kesempatan itu menjelaskan, salah satu tujuan utama untuk biaya operasional lembaga pendidikan, PAUD, SD / MI, SMP / MTs swasta dan bantuan pendidikan Diniyah dan guru swasta yang ada di Kota Probolinggo. Selain itu, dana hibah ini juga sebagai motivasi bagi guru-guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. (abdurhamzah / humas) 

 

KANIGARAN – Mayor of Probolinggo, Rukmini signed the manuscript of the regional grant agreement (NPHD) for grant assistance in the Amendment Budget in 2018. The event took place on Monday (29/10) in the meeting room of one of the restaurants on Jl. Panjaitan of Probolinggo City. It was attended by 96 representatives of educational, religious, and community institutions.

“Providing grants is a stimulant to all social organizations. The grant funds are tangible evidence from Probolinggo Municipality, which always strives to give maximum attention to all citizens, through social organizations, and institutions,” said Rukmini.

“The process of disbursing regional grants is a shared responsibility between regional government and all existing components. The aim is to empower the community optimally through productive and innovative activities/programs that are not allocated in regional working units (OPD),” Rukmini added.

Rukmini made Probolinggo City’s Indonesian National Sports Committee (KONI) as an example. They submitted an additional budget for the implementation of Probolinggo City Sports Week activities which will be held on November 7, 2018. “Because KONI main budget has shortcomings, so they request an additional change in the 2018 APBD. The grant was delivered partially,” explained Rukmini.

The mayor requested that the report on the use of the grant should be submitted. “The report at the end of the year must be submitted to the Financial Department (DPPKAD) as the budget accountability that has been received. Later, I’m worried that by sampling the Financial Auditor (BPK) would trace the assistance to institutions. For that, I hope that 96 institutions that receive grants today can be orderly in making reports,” Rukmini hoped.

On that occasion, the Head of the Revenue Service, Regional Financial and Asset Management (DPPKAD) explained that the purpose of this grant was to alleviate the burden of operational costs for educational institutions, PAUD, SD / MI, private SMP / MTs and existing Diniyah and private education in Probolinggo city. In addition, this grant is also a motivation for teachers to improve the quality of education in schools.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.