Hore… 5.025 Warga Mayangan Bakal Nikmati Jargas Bumi

image_pdfimage_print

MAYANGAN – Sebanyak 5.025 rumah penduduk di Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, bakal menikmati jaringan gas (jargas) bumi. Ditarget, pada tanggal akan pemasangan akan teraliri gas ke rumah-rumah warga. Mulai beberapa minggu, sekitar 500-700 rumah sudah menikmati jargas untuk kebutuhan sehari-hari.

Rabu siang (31/10), Dirjen Migas Kementerian ESDM Joko Siswanto melakukan kunjungan kerja (kunker) dalam membangun jaringan gas bumi untuk rumah tangga di Kota Probolinggo dan Pasuruan. 

Selain itu nampak hadir sebagai Direktur Pembangunan Infrastruktur Migas Alimuddin Baso; Dirut PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Gigih Prakoso; Direktur Pemasaran Eceran Pertamina Masud Khami; Dirut Pertamina Mor V Ibnu Chaldun; Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Ridwan Hisjam; Wali Kota Probolinggo Rukmini dan Plt Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo.   

Kunjungan itu diawali di MRS (Meter Regulating Station) yang berlokasi di lingkungan kantor Kelurahan Jati, di Jalan Hayam Wuruk. PPK Jargas Paket IV dan V Dirjen Migas Kementerian ESDM Agung Kuswandono memaparkan, pembangunan jargas di Kota Probolinggo jadi satu dengan Kota Pasuruan. Jika Kota Probolinggo mendapat 5.025 titik, Kota Pasuruan dapat jauh lebih banyak yaitu 6.312 titik. Nilai kontrak pembangunan sekitar Rp 97 M. 

Pengerjaan ini dilakukan KSO PT Pratiwi Putri Sulung – PT Dhamma Sumber Pundi Artha, yang dimulai pada April 2018 – 26 Desember 2018 mendatang. “Namun secara fisik kami akan selesai pada 15 November 2018. Sisa waktu yang ada kami gunakan untuk administrasi dan merapikan pembangunan yan belum rapi,” papar Agung. 

“Kami akan bekerja sama dengan para lurah, Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan dinas-dinas terkait untuk mengkoordinasikan mana-mana saja yang belum kami rapikan. Setelah 26 Desember nanti, ada masa pemeliharan, jika ada keterangan masih bisa kami tindaklanjuti dengan kontraktor, ”imbuh Agung, yang memeri masa pemeliharan berlangsung selama masa. 

Diketahui, ada empat kelurahan di Kecamatan Mayangan yang akan dialiri jargas. Yakni Kelurahan Mayangan 1011 KK; Jati 618 KK; Mangunharjo 2848 KK dan Wiroborang 548 KK. 

Penetapan jumlah ini sesuai penilaian yang dilakukan oleh Dirjen Migas pada tahun 2017 lalu. Pembangunan jargas ini dibagi dalam 8 sektor. Satu sektor adalah sektor yang sedang berlangsung konvensi kompor (mulai teraliri jargas). 

Lebih Aman, Warga Antusias

Pada kesempatan itu, rombongan juga pergi ke salah satu rumah warga yang sudah memanfaatkan jargas. Yakni, rumah Rukmina, di Jalan Hayam Wuruk Gang Buntu RT 4 RW 7, Kelurahan Jati. 

Selengkapnya tentang orang-orang yang senang dengan adanya jargas yang mengaliri rumah mereka. “Sekarang tinggal nyetek (hilang kompor), kalau dulu kan harus beli dulu, angkat-angkat elpiji,” ujar Nur Fadila

Info yang didapat Nur Fadila, jargas jenaka juga lebih hemat. “Katanya muat ini (jargas) lebih murah. Sebulan itu, saya habis 4 elpiji 3 kg. Sekarang, belum tahu habis berapa karena katanya belum ada tagihannya, ”imbuh Nur Fadila, warga setempat. 

Cerita yang mirip sama Endang. Dahulu ia sedang mengalami risih dan kurang nyaman dengan pembangunan jargas di rumahnya. Sebab, terlihat kotor dan merusak dinding rumah. 

Tapi kerisihan itu pun terbayar. Kini, Endang justru bisa mendapatkan jargas untuk kebutuhan memasak sehari-hari. 

Endang pakai jargas lebih cepat matang elpiji. “Saya memasak udara di panci besar setengah jam. Pak pakai gas ini saya masak udara di panci yang sama cuma 15 menitan sudah matang, ”ungkapnya. 

Endang dan beberapa masyarakat yang sangat terjangkau dan lebih murah dari elpiji yang biasa mereka gunakan. 

 

Kuota Jargas Bertahap

Wali Kota Rukmini memungkinkan agar masyarakat dapat bersabar. Sebab, jatah jargas di tahun 2018 masih belum mencapai semuanya. 

Mengapa jargas didahulukan di satu kecamatan? Itu karena menyesuaikan dari mana gas yang diambil oleh PGN. “Insyaallah, setiap tahun nanti akan ditambah oleh Pak Dirjen. Ke ke ke depan menjangkau menjangkau menjangkau menjangkau menjangkau menjangkau menjangkau menjangkau menjangkau menjangkau 

Sementara itu, Dirut PT PGN Gigih Prakoso menjelaskan, rencana tahun 2019 akan ditambah lagi aliran jargasnya. “Peruntukan jargas kami utamakan masyarakat yang perlu dibantu. Tapi, dengan perkembangannya, maka ada target sasaran baru. Yang sekarang, sudah tepat sekitar 500-700 titik di tahun 2018 dan sudah bisa, ”katanya. 

Terkait dengan proyek yang sudah selesai, galian pun akan dirapikan kembali. Karena saat ini proses masih berjalan dan belum selesai, maka akan dilakukan segera setelah proyek kelar. 

 

Harga Belum Ditentukan

Di sisi lain, Dirjen Migas Kementerian ESDM Joko Siswanto menambahkan, yang menjadi prioritas utama adalah kriteria warga R 1, untk R 2 menengah ke atas secara benar. 

“Diutamakan bukan berarti dari jargas untuk masyarakat R 1, kalau R 1 sudah terpenuhi maka R 2 akan sama. Tarifnya pun berbeda antara R 1 dan R2 lebih murah dari pada R 2. Seperti masjid, yayasan pastinya lebih murah, ”terang Joko.

Soal tarif jargas, PPK Jargas Paket IV dan V Dirjen Migas Kementerian ESDM Agung Kuswandono menuturkan, saat ini masih belum ada ketentuan harga. Jika rumah warga sudah teraliri, maka gas yang dialirkan nanti akan ditagihkan saat harga sudah ditentukan. 

“Harga setiap daerah nanti berbeda. Nanti pemda yang mengusulkan, mendengar dulu untuk membahas harga. Yang jelas, harga jargas bumi ini lebih udah dan tidak bisa lebih mahal dari elpiji. Maksimal masyarakat bisa menghemat 70 persen dari elpiji yang sebelumnya. Jauh lebih irit-lah, ”tutur Agung. (famydecta / humas)

 

MAYANGAN – As many as 5,025 houses in Mayangan District, Probolinggo City, will enjoy the earth’s gas network. It is targeted that in the next December all installations will have a gas flow to the houses. Starting a few weeks ago, around 500-700 homes have enjoyed gas network (jargas) for their daily needs.

On Wednesday afternoon (10/31), the Director General of Oil and Gas at the Ministry of Energy and Mineral Resources Joko Siswanto made a working visit to the construction of natural gas network for households in Probolinggo and Pasuruan city.

In addition, the Director of Oil and Gas Infrastructure Development Alimuddin Baso was also present; Managing Director of PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Gigih Prakoso; Pertamina Retail Marketing Director Masud Khami; Pertamina Managing Director Mor V Ibnu Chaldun; Deputy Chairman of the Indonesian House of Representatives Commission VII Ridwan Hisjam; Mayor of Probolinggo Rukmini and Acting Mayor of Pasuruan Raharto Teno Prasetyo.

The visit began at the MRS (Meter Regulating Station) located in the Jati Sub-district office, on Jalan Hayam Wuruk. PPK Jargas Package IV and V of the Director General of Oil and Gas at the Ministry of Energy and Mineral Resources Agung Kuswandono explained, the construction of the network in Probolinggo city is in one line with Pasuruan City. If Probolinggo city gets 5,025 points, Pasuruan city can be far more, which is 6,312 points. The value of the construction contract is around Rp 97 billion.

This work was carried out by PT Pratiwi Putri Sulung’s KSO – PT Dhamma Sumber Pundi Artha, which will begin in April 2018 – December 26, 2018. “However, we physically ensure that we will finish on November 15, 2018. The remaining time we use is for administration and fixing the infrastructure,” said Agung.

“We will work together with the heads of Districts, the Public Works Agency (PU) and related agencies to coordinate everything. After December 26, there will be a period of maintenance, if there are complaints we can still follow up with the contractor,” Agung added, which confirmed that the maintenance period lasted for a year.

It is known, there are four Sub-districts in Mayangan District which will be flowed by gas network. They are Mayangan Sub-district with 1011 households; Jati 618 households; Mangunharjo 2848 households and Wiroborang 548 households.

Determination of this amount is according to a study conducted by the Director General of Oil and Gas in 2017. The construction of gas network is divided into 8 sectors. One sector of which is sector 2, is now being carried out by the convention stove (starting to run gas network).

 

More Safety, Citizens Enthusiastic

On that occasion, the group also visited one of the houses of residents who had used the network. One of them is Rukmina, on Jalan Hayam Wuruk Gang Buntu RT 4 RW 7, Kelurahan Jati.

A number of residents around also claimed to be happy with the gas that flowed their homes. “Now, just plug in (turn on the stove). It’s easier than before. Now, I don’t need to buy any gas tube and no longer lift up an LPG tube,” said Nur Fadila.

The information obtained by Nur Fadila, the use of the network is also considered to be more economical. “They said, use this (gas network) is cheaper. Usually in a month, I spent 4 of LPG 3 kg. Now, I do not know how much the gas runs out because they said there is no bill yet,” added Nur Fadila, a local resident.

Almost the same story is experienced by Endang. Initially she claimed to be rather uncomfortable and with the construction of jargas at her house. Because, with the installation of the pipes, it looks dirty and damages the walls of the house.

But it was all paid off. Now, Endang actually feels fortunate to get the gas network for daily cooking needs.

Endang considers the gas to have better flame-quality than LPG. “I cook water in a large pan, usually half an hour. Since using this gas, I cooked water in the same pan for only 15 minutes,” she said.

Endang and a number of people hope that the stipulated rates will be very affordable and cheaper than the LPG they usually use.

 

Gradual Jargas Quota

Mayor Rukmini requested the community to be patient. Because, the allocation of funds in 2018 still does not reach all of them.

Why do the network take precedence in one district (Mayangan)? That’s because we were adjusting from where the gas is taken by PGN. “God willing, every year the Director General will add it. So that in the future it can reach all the people,” she added.

Meanwhile, Director of PT PGN Gigih Prakoso explained, the plan for 2019 his side will add the flow of the network. “Our allotment prioritizes the people who need aid. However, with its development, there are new targets. Now, we have connected around 500-700 points in 2018 and it can be used,” he said.

Regarding the completion of the project, excavation will be reorganized. Because at this time the project process is still running and not yet finished, the fireplace will be carried out immediately after the project is finished.

 

Price Not Decided

On the other hand, the Director General of Oil and Gas at the Ministry of Energy and Mineral Resources, Joko Siswanto, added that the main priority of people who can use this network is the criteria of citizens R 1;  for R 2 middle to upper class, it is still legal according the regulation.

“Being prioritized does not mean that this installation is only for citizens R1; if the quota of R1 is fulfilled then, we can give the rest to  R2. The rates are different between R 1 and R2. Obviously, R1 is cheaper than R2. Mosques or foundation would have a cheaper tariff as well,” Joko explained.

The issue of tariffs for gas network, PPK Jargas Package IV and V of the Director General of Oil and Gas at the Ministry of Energy and Mineral Resources Agung Kuswandono said, there are currently no pricing provisions. If the residents’ houses have been flowed, then the gas flowed will be billed when the price is determined.

“The price of each region will be different. Later the local government proposes, we’d like to have a hearing  first to discuss prices. What is clear, the price of this earth gas can not be more expensive than LPG. Maximally, people can save 70 percent of their money used to buy LPG. It’s far more economical,” said Agung.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.