12 RW Raih Kademangan Bangkit Award

image_pdfimage_print

MAYANGAN – Program Kademangan Bangkit Award Lomba Kampung Tematik Antar RW Se-Kecamatan Kademangan telah mencapai puncaknya tadi malam, Jumat (3/11), di Orin Hall and Resto. Dirancang sejak bulan Mei lalu, lomba ini akhirnya ditutup dengan pemberian penghargaan kepada 12 kampung tematik terbaik se-Kecamatan Kademangan (lihat tabel). Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Sekretaris Daerah Bambang Agus Suwignyo kepada 12 kampung tematik terbaik se-Kecamatan Kademangan.

Digelar dalam konsep Malam Penganugerahan  Kademangan Bangkit, lomba ini menjadi salah satu upaya Kecamatan Kademangan untuk mewujudkan Kademangan yang Bersih, Aman, Nyaman, Gotong Royong, Kerja Keras, Inovatif, dan Tertib. Panggung mewah dilengkapi dengan layar lebar telah disiapkan panitia. Tak tanggung-tanggung, untuk memeriahkan acara ini, panitia mengundang salah satu penyanyi ibukota yang namanya tak asing lagi, yakni Wizzy.

Camat Kademangan, Pujo A. Satrio, menyatakan bahwa melalui program ini, pihaknya ingin agar setiap warga kademangan melalui RW masing-masing dapat saling bergotong royong untuk menunjukkan kreasinya, dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki.

“Program ini murni merupakan swadaya masyarakat. Selama program ini digelar, kami mencoba menginventarisir dari masing-masing kampung tematik berdasarkan rupiah. Dari data tersebut, secara keseluruhan, dana yang telah digunakan mencapai Rp 90.065.200,” ujar Pujo.

Ini memang menjadi salah satu inovasi yang dipelopori oleh Kecamatan Kademangan. Bekerjasama dengan surat kabar harian Radar Bromo, sebanyak 33 RW se-Kecamatan Kademangan mengikuti lomba ini dengan mengajukan beragam potensi yang dimiliki.

Beragam tahapan pun mereka ikuti sejak Mei lalu. Mulai dari tahap sosialisasi, pembuatan konsep dan proposal, hingga presentasi tim. Melihat antusiasme yang tinggi terhadap program ini, Pujo pun menyatakan program lomba kampung tematik akan menjadi program prioritas tahun depan.

Sementara itu, Sekda Bambang Agus Suwignyo menyatakan banyak sekali perubahan yang dilakukan oleh para peserta lomba kampung tematik tahun ini, termasuk merubah kampung yang semula kumuh menjadi bersih, hingga perluasan kawasan hijau di wilayah Kecamatan Kademangan.

“Saya meminta pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dapat menangkap peluang yang telah diberikan Kecamatan Kasdemangan melalui program dan kegiatan lanjutan berupa perbaikan infrastruktur, bimbingan dan pelatihan, bantuan peralatan, promosi dan pemasaran serta kegiatan positif lainnya,” tutur Agus.

Ketua RW 5 Kelurahan Pohsangit Kidul, Guntur, sebagai salah satu penerima penghargaan malam tadi tak bisa menutupi rasa bahagianya atas keberhasilannya meraih penghargaan ini. Melalui tema Kampung U2Lor yang merupakan kepanjangan dari usaha urup-urup dan olahan kelor, Guntur merasa sangat bangga dapat mewakili warga di lingkungannya. Dari bahan tanaman kelor, ia dan warganya berhasil membuat sejumlah olahan makanan dalam bentuk pentol kelor, bolu kelor, hingga kripik kelor.

“Di lingkungan kami memang banyak sekali tanaman kelor sehingga kami memanfaatkannya sebaik mungkin hingga memiliki nilai ekonomis tinggi. Melalui tema ini, kami ingin mengangkat kampung kami sehingga nantinya dapat meningkatkan perekonomian UKM di lingkungan kami,” tutur Guntur.

Masing-masing pemenang 12 kampung tematik terbaik mendapatkan hadiah trophy dan uang pembinaan senilai Rp 10 juta. _alfien/humas

 

12 RW to Get Kademangan Bangkit Award

Kademangan Bangkit Award Program on Thematic Village Competition of Kademangan sub-district was held last night, Friday (3/11), at Orin Hall and Resto. Designed since May, this competition was finally closed by awarding 12 of the best thematic villages in Kademangan sub-district. The award was handed over directly by Regional Secretary Bambang Agus Suwignyo to the 12 best thematic villages in Kademangan sub-district.

Held in the concept of the Kademangan Bangkit Awarding Night, this competition was one of the efforts to be a Clean, Safe, Comfortable, Mutual Cooperation, Hard Work, Innovative, and Orderly Kademangan. The luxurious stage with a big screen has been prepared by the committee. To enliven this event, the committee invited a famous singer, Wizzy.

The Head of Kademangan Sub-District, Pujo A. Satrio, stated that through this program, he wanted every citizen of Kademangan through their RW (community unit) to work together showing their creations by maximizing their potential.

“This program is purely a non-governmental organization. During the program, we tried to make an inventory of each thematic village based on the money. From the data, the used funds have reached Rp. 90,065,200, “Pujo said.

This is one of the innovations pioneered by Kademangan sub-district. In collaboration with the Radar Bromo, there are 33 RW in Kademangan Sub district participated in this competition by proposing a variety of potentials.

Some stages have been through since May, starting from the socialization, making concepts and proposals, to the presentation of the team. Seeing the high enthusiasm for this program, Pujo also stated that the thematic village program would become a priority program next year.

Meanwhile, Regional Secretary Bambang Agus Suwignyo stated that many changes have been made by the participants this year, including changing the slum village became clean, and the green space expansion in the Kademangan sub-district.

“I ask the Regional working units (OPD) to help Kademangan sub-district through by any programs or activities such as infrastructure improvements, technical guidance and training, equipment assistance, promoting and marketing and any other of positive activities,” said Agus.

The Chairperson of RW 5, Pohsangit Kidul Village, Guntur, as one of the recipients of the award last night, showed his happiness in gaining this award. Through Kampung U2Lor stand for urup-urup dan olahan kelor (scavenging and processed-Kelor (Moringa oleifera) business), Guntur was so proud as the representative of the people in his environment. From Kelor, they managed to make a number of processed foods such as kelor meatballs, kelor cakes to kelor chips.

“In our environment there are so many Kelor and we change them to be a high economic product. Through this theme, we want our village to be known and it will improve the economy of our SMEs,” said Guntur.

Each winner of the 12 best thematic villages received a trophy and money Rp. 10 million. (unofficial translation/hariyanti)

 

 

DATA PERAIH PENGHARGAAN KADEMANGAN BANGKIT AWARD

TIDAK

NAMA KAMPUNG TEMATIK

RW / KELURAHAN

1

KAMPUNG TOGA

RW 3 KEL. KETAPANG

2

KAMPUNG MEBEL

RW 6 KEL. KADEMANGAN

3

KAMPUNG SAYUR

RW 4 KEL. PILANG

4

KAMPUNG DAUR ULANG

RW 5 KEL. KETAPANG

5

KAMPUNG NASMIRENG

RW 2 KEL. KETAPANG

6

KAMPUNG OLAHAN JAGUNG OJAGLY

RW 2 KEL. POHSANGIT KIDUL

7

KAMPUNG DORA (DONOR DARAH)

RW 4 KEL. TRIWUNG LOR

8

KAMPUNG U2LOR

RW 5 KEL. POHSANGIT KIDUL

9

KAMPUNG KELOR

RW 1 KEL. TRIWUNG KIDUL

10

KAMPUNG SARWEGA

RW 3 KEL. TRIWUNG LOR

11

KAMPUNG DAUR ULANG PLASTIK BRUNANG

RW 3 KEL. KADEMANGAN

12

KAMPUNG MANGGUR

RW 2 KEL. TRIWUNG LOR

Leave a Reply

Your email address will not be published.