Wali Kota Resmikan Penggunaan Kartu Elektorik

image_pdfimage_print

BANYUWANGI- PMI Kota Probolinggo terus berbenah. Kali ini, untuk meningkatkan kualitas pelayanan bagi para pendonor darah, PMI Kota Probolinggo meluncurkan kartu donor darah elektronik. Kartu ini akan menyimpan seluruh data pendonor, termasuk berapa kali pemilik kartu sudah melakukan donor darah. Penggunaan kartu ini diresmikan oleh Wali Kota Rukmini, Sabtu (3/11) di Sanggar Genjah Arum, Desa Adat Osing Kemiren, Kabupaten Banyuwangi. 

Peresmian dilaksanakan saat acara gathering koordinator donor darah PMI Kota Probolinggo. Ketua PMI Kota Probolinggo, Indi Eko Yanuarto menuturkan jika gathering koordinator donor darah ini merupakan yang ke tiga kalinya. Pertama dilaksanakan di BJBR, Kota Probolinggo, dan yang ke dua dilaksanakan di Kota Batu. Rencananya, gathering koordinator donor darah akan dilaksanakan setiap tahun dengan lokasi yang berbeda. 

“Acara ini tujuannya untuk menjalin silaturahim dengan seluruh penggerak donor darah. Saya secara pribadi mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh penggerak donor darah, karena atas kegigihan bapak ibu semua, kantong darah di UDD PMI Kota Probolinggo tercukupi. Persediaan darah kita tidak hanya untuk Kota Probolinggo. Mulai dari paling timur, Rumah Sakit Rizani sampai dengan paling barat RSUD Tongas, semuanya ngambil darah ke kita,” ujar Indi.

Indi mengungkapkan, jika PMI saat ini mengupayakan meraih ISO 9001:2015. Sertifikat jenis ini adalah standar internasional untuk sertifikasi sistem manajemen mutu atau sistem manajemen kualitas. Untuk itu PMI membutuhkan regulasi perizinan yang jelas, status kepemilikan aset, IMB, posisi pinjam pakai kantor juga harus diperjelas. Tentu ini semua akan terwujud, jika OPD terkait membangun komitmen bersama PMI guna menyelesaikan itu semua. 

Wali Kota Rukmini mengungkapkan, jika komitmennya membantu PMI Kota Probolinggo selama ini bukan karena Indi adalah puteranya. “Ini bukan soal anak emas. Tapi membantu PMI menjadi organisasi yang mampu menghasilkan darah yang berkualitas adalah harapan kita semua. Karena darah yang berkualitas adalah kebutuhan orang banyak. Itu mengapa kami membantu pengadaan mesin trombosit, yang Alhamdulillah sudah banyak membantu masyarakat tidak hanya Kota Probolinggo, tapi juga daerah sekitar,” ujar Rukmini. 

Terkait denga pinjam pakai kantor, Rukmini menegaskan jika Ia menginginkan PMI memiliki harkat dan martabat sebagai sebuah organisasi. “Saya ingin PMI itu kelihatan besar. Selama ini kan nyelempit, dan kelihatan kuno,” pungkas Rukmini. (malinda/humas)

 

Mayor Launch E-card

PMI (Indonesian Red Cross) of Probolinggo City keep going in improving the quality of services for blood donors, PMI of Probolinggo city launched an electronic blood donor card. This card will store all donor data, including on how many times the card owner has donated their blood. The launching of this card was inaugurated by Probolinggo Mayor Rukmini, Saturday (3/11) at Sanggar Genjah Arum, traditional Osing village, a.k.a Kemiren Village, Banyuwangi Regency.

The inauguration was held during the gathering for PMI blood donor coordinator of Probolinggo City. Head of PMI Probolinggo City, Indi Eko Yanuarto said that it is the third time for the gathering. The first gathering was carried out in BJBR, Probolinggo City, and the second one was held in Batu City. In the future, it will be annual event with different locations.

“This event aims to establish friendship with all blood donors. I personally express my gratitude to all blood donors, because of the perseverance of all participant, we have more enough of blood bag in UDD PMI of Probolinggo City. Our blood supply is not only for Probolinggo City but also for Probolinggo regency such as, Rizani Hospital to Tongas Hospital, all of them took blood from us, “Indi said.

Indi revealed, if PMI is currently trying to achieve ISO 9001: 2015. It is an international standard for quality management system certification or quality management systems. For this reason, PMI requires clearly licensing regulations, status of assets ownership, IMB (Building Contruction Permit), the clarification for the leasing of the building. It will happen, if all related OPD (working units) have a commitment with PMI to solve it.

Mayor Rukmini revealed, if her commitment helped PMI so far not only because Indi was her son. “This is not about my own son. But helping PMI become an organization which is capable of producing quality blood is our hope, because qualified blood is a necessity of many people. That’s why we are helping to buy platelet machines, which Alhamdulillah has helped a lot of people, not only for Probolinggo City’s people, but also the surrounding area, “said Rukmini.

In relation to office’s leasing, Rukmini emphasized that if she wanted PMI to have prestige as an organization. “I want PMI office is bigger. All this time, the office is narrow with old-fashioned looks,” concluded Rukmini. (unofficial translation/hariyanti)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.