Penduduk Miskin Kota Probolinggo 7,84 Persen

image_pdfimage_print

KANIGARAN – Wali Kota Rukmini mengungkapkan jika memeriksa Badan Pusat Statistik (BPS) di Kota Probolinggo sangat menguntungkan. Hal ini merupakan Rukmini saat menerima Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Teguh Pramono dan Kepala BPS Kota Probolinggo, Adenan. Pertemuan itu berlangsung di Sabha Bina Praja, Jum’at (9/11). 

Pertemuan tersebut sejatinya merupakan perkenalan Adenan sebagai Kepala BPS Kota Probolinggo yang baru. Sebelumnya Adnan Situasi sebagai Kepala Seksi Statistik Industri BPS Jawa Timur. 

“BPS selalu ikut mendampingi Kota Probolinggo dalam kegiatan rilis inflasi. Tentu kita selalu ingin menggagalkannya. Tahun 2016 lalu, kita yang paling rendah di bawah Depok, tentu saja ini prestasi bagi kita. Kita tentu ingin seperti ini terus. Untuk itu saya berharap Pemkot terus menjalin komunikasi yang intens dengan BPS Kota Probolinggo. Karena Pemkot sangat membutuhkan kehadiran BPS, terkait data-data statistik seperti data pertumbuhan ekonomi, dan PDRB, ”ujar Rukmini. 

Rukmini juga mensyukuri angka kemiskinan Kota Probolinggo berdasarkan data di bawah angka 10 persen. “Meskipun Kota Probolinggo tidak berhasil mengumpulkan kapasitas statistik pembangunan dari Gubernur Jawa Timur, namun saya senang Pak Gubernur menyebutkan angka kemiskinan Kota Probolinggo sudah menghasilkan angka 7,84 persen. Yang membuat saya semakin bangga, salah satu daerah yang menerima uang justru angka kemiskinannya masih di atas 20 persen, ”ungkap Wali Kota. 

Teguh Pramono menyebutkan, Kota Probolinggo butuh usaha ekstra untuk mengikis angka kemiskinan yang sudah dilatih angka 7 sampai 8 persen. “Angka 7 sampai 8 persen itu sudah sangat sulit digoyang atau diangkat. Jika jumlah orang yang sudah lansia, sudah sangat susah untuk diberdayakan. Rata-rata pendidikannya juga tidak tinggi. Jadi Pemerintah Kota Probolinggo butuh tenaga ekstra untuk membahas masalah ini, ”ungkap Kepala BPS Provinsi Jawa Timur itu. 

  “Memang tugas utama kami menyediakan data untuk kepentingan Pemerintah Pusat. Tapi kemusian tidak ada maknanya jika berada di sini tapi tidak juga punya manfaat untuk di mana kami berada. Kami akan berusaha sekali memenuhi kebutuhan data yang dibutuhkan Kota Probolinggo, ”pungkas Teguh. (novi / humas) 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.