Keseruan Karapan Sapi Brujul, Upaya Perkenalkan Budaya Kota Probolinggo 

image_pdfimage_print

WONOASIH – Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Budaya dan Pariwisata setempat menggelar kegitan Kerapan Sapi Brujul, dalam rangka Hari Jadi Provinsi Jawa Timur yang ke 73 tahun 2018. Kegiatan tersebut berkerjasama dengan Bakorwil V Jember yang dilaksanakan di lapangan karapan Jalan KH. Syafi’i Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Sabtu (11/11). 

Karapan sapi brujul dan sekaligus lomba fotografi ini digelar selama satu hari. Sebanyak 28 peserta yang mengikuti sapi brujul ini berasal dari Kota Probolinggo, Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang.  Dari 28 peserta tersebut telah lulus seleksi pada proses lomba karapan sapi brujul pada Semipro  (Seminggu di Kota Probolinggo) lalu.

“Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan dan mengembangkan khususnya di Kota Probolinggo sebagai potensi pariwisata berbasis budaya. Serta sebagai ajang promosi pariwisata yang diharapkan untuk daya tarik wisata, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara agar berkunjung di Kota Probolinggo. Dengan kegiatan ini juga dapat menjadi ajang untuk mempererat tali silaturahmi antara sesama paguyuban karapan sapi brujul,” ujar Pramito Legowo Kabid Destinasi Wisata dan Ekonomi Kreatif, Disbudpar Kota Probolinggo.

Sementara itu, dari Kepala Bakorwil V Jember R. Tjahjo Widodo menjelaskan lomba karapan sapi brujul ini adalah kegiatan yang sangat luar biasa. Karena kegiatan tersebut jarang ditemui daerah lain. Keberadaan budaya karapan sapi brujul ini perlu dikembangkan dan dilestarikan.

”Lomba ini bener-bener unik dan menarik, karena lomba ini dilakukan di area persawahan yang berlumpur. Sehingga peserta karapan sapinya dilepas ada cipratan air lumpur yang sangat indah, itu merupakan sisi seni yang sangat luar biasa serta menarik. Kegiatan ini diharapkan akan menjadi event Nasional maupun event Internasional,” jelasnya.

Selain itu, R Tjahjo Widodo juga mengatakan akan mengusulkan ke tingkat Provinsi Jawa Timur dan akan mendorong dan membesarkan kegiatan ini agar bisa dilakukan setiap tahun. Sehingga kegiatan karapan sapi di Kota Probolinggo ini menjadi promosi Jawa Timur ke tingkat Internasional. 

Dia juga mengucapkan terima kasih kepada para peserta lomba fotografi atas partisipasinnya dalam kegiatan ini. “Ia berharap dengan kegiatan sapi brujul ini melalui hasil gambar-gambar yang unik, indah dan menarik dapat mempromosikan Kota Probolinggo ke tingkat Nasional maupun Internasional. Peran kalian bagi generasi muda untuk mempromosikan daya tarik melalui hasil karya, supaya wisatawan mancanegara banyak yang berkunjung ke Kota Probolinggo,” ujarnya.

Wali Kota Probolinggo, Rukmini dalam sambutannya menyatakan, sapi brujul sudah tak asing lagi di mata masyarakat, khususnya di Kota Probolinggo. Karena karapan sapi brujul menjadi salah satu destinasi wisata unggulan dan menjadi ikon wisata Kota Probolinggo. 

Tahun ini, lomba karapan sapi brujul diadakan dua kali, yang pertama kegiatan Semipro yang dilaksanakan pada bulan September lalu. Kali ini dalam rangka Hari Jadi Provinsi Jawa Timur ke 73. “Semoga kegiatan karapan sapi brujul ini semua masyarakat Kota Probolinggo untuk mencintai budaya lokal. Ia berharap destinasi wisata ini bisa dikenal di mancanegara,” harapnya. (noviati/humas)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.