Ingatkan Bahaya AIDS, Siswa SMA Gelar Teaterikal 

KANIGARAN – Terlihat seorang remaja yang sedang galau karena dia berdiri HIV positif. Dia merenung sendiri. Dia hilang arah dan tak percaya diri. Dia takut dijauhi oleh teman-difin. Ternyata, setelah teman-tahu, mereka malah memberi semangat. 

Begitulahula besar cerita teatrikal yang disinggung siswa-siswi SMAN 2 dan SMAN 4 Kota Probolinggo meramaikan petunjuk Hari AIDS Sedunia yang digelar oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Probolinggo di Puri Manggala Bakti Kantor Wali Kota Probolinggo, Senin (12/11).

 Menurut Joesminingsih, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes mengatakan bahwa ada 358 penderita HIV AIDS di Kota Probolinggo yang mulai dari tahun 2008 sampai dengan September 2018 dengan jumlah kematian sebanyak 79 penderita. “Hari AIDS sedunia yang diperingati setiap tahun dimaknakan sebagai peringatan atas tingginya kasus HIV. Untuk itu diperlukan perhatian, komitmen dan dana dari HIV dan AIDS, ”katanya. 

Joesminingsih juga menambahkan bahwa penyebarluasan informasi yang benar tentang HIV AIDS kepada masyarakat dapat meningkatkan kepedulian dan peran aktif dari masyarakat agar tidak ada lagi stigma dan opini terhadap ODHA (Orang dengan HIV AIDS).

Wali Kota Probolinggo Rukmini juga merestui sosialisasi yang terkait dengan masyarakat tentang HIV AIDS, ODHA tidak lagi dikucilkan dan tidak untuk perawatan dari fasilitas pelayanan kesehatan. 

“Perlu diketahui bahwa HIV adalah penyakit kronis yang dapat mengelola layaknya penyakit lain, seperti Diabetes Mellitus atau hipertensi,” katanya. Dia juga mengharapkan peningkatan yang dilakukan untuk siswa-siswa sekolah mereka akan memahami bahaya HIV AIDS dan mereka akan menghindari perilaku-perilaku yang dapat menjadi penularan HIV AIDS, seperti seks bebas, pemakaian suntik bersama, dan lain sebagainya.

Peringatan Hari AIDS tahun ini mengambil tema “Saya Berani, Saya Sehat!”, Untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap HIV dan AIDS, HIV dan AIDS dengan pengobatan anti retro (ARV) sedini mungkin jika HIV terdiagnosis. Pengobatan ARV secara dini yang mampu ODHA akan tetap sehat dan dapat diandalkan juga dapat mencegah penularan baru. (novi / humas)