Sekda Harapkan Kasus Stunting Menurun

image_pdfimage_print

 

MAYANGAN – kondisi gizi yang ada di Kota Probolinggo masih cukup tinggi. Khususnya prevalence balita stunting (indikator tinggi badan menurut umur), balita kurus (KEK).

Untuk menghilangkan masalah-masalah yang salah dalam hal peningkatan kapasitas pemberdayaan gizi masyarakat. Seperti yang dilakukan Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Kesehatan pada Selasa (13/11). Bertempat di Gedung Unit Pelayanan Terpadu Pelabuhan dan Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (UPT P2SKP) Mayangan, Dinas Kesehatan menggelar bincang-bincang pemberdayaan gizi.

Menurut Nurul Hasanah Hidayati Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat di Dinas Kesehatan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang penanggulanganangan stunting, meningkatkan kinerja tentang pertumbuhan balita melalui pengukuran antropometri, dan meningkatkan kinerja pengunjung pelaporan SKCM. Untuk itu, Dinas Kesehatan mengundang 125 orang dari Tim Penggerak PKK Kota Probolinggo, Kecamatan dan Kelurahan, kelompok pendukung ASI, manajer di luar ASI, program pengelola gizi Puskesmas dan tanggung daerah program kesehatan di wilayah Dinas Kesehatan.

“Saya berharap, dengan melaksanakan kegiatan ini semoga prevalansi gizi buruk, balita stunting dan ibu hamil dengan KEK akan dapat menurun secara bertahap. Melalui kerjasama dan kepedulian lintas sektor dan lintas program yang ada, ”ungkap Sekda Bambang Agus Suwignyo yang hadir pagi itu.

Untuk memberikan pengertian dan memberikan pelatihan langsung bagi para penggerak gizi tersebut, Dinas Kesehatan mengundang narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan Akademi Gizi Surabaya. Malinda / Humas

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.