Puskesmas Harus Terus Berinovasi 

image_pdfimage_print

 

KANIGARAN – Penganugerahan Lomba Kebersihan Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes) yang digelar oleh Dinas Kesehatan Kota Probolinggo akhirnya mencapai puncaknya siang tadi (15/11). Melalui proses sosialisasi hingga penjurian, Penghargaan fasyankes terbaik diberikan kepada pemenang di gedung Puri Manggala Bhakti. 

Sejak Oktober lalu, Dinas Kesehatan Lokal menggelar fasilitas untuk layanan layanan kesehatan di Kota Probolinggo. Lomba ini diikuti oleh 28 peserta yang terdiri dari puskesmas, puskesmas pembantu, hingga laboratorium kesehatan daerah. Puskesmas sebagai garda terdepan dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat yang memiliki manfaat dalam mewujudkan masyarakat sehat. Dalam hal ini, kebersihan merupakan faktor yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kesehatan puskesmas dapat menjadi tempat yang baik untuk masyarakat atau karyawan puskesmas. 

Kabid Kesehatan Masyarakat pada Dinas Kesehatan, dr. Nurul Hidayati menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk memberikan manfaat bagi pengunjung dan petugas puskesmas sekaligus pencatatan lingkungan yang diakibatkan oleh kegiatan yang dilakukan puskesmas setiap harinya. 

“Melalui kegiatan ini, kami berkeinginan untuk menciptakan lingkungan puskesmas dan puskesmas pembantu, serta laboratorium kesehatan daerah yang bersih, rapi, tertib, dan aman dari orang-orang dan petugas kesehatan di fasyankes lokal,” ujar Nurul.

Asisten Administrasi Umum, Budiono Wirawan melimpahkan kebaikan atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan semacam ini harus dilakukan secara rutin dan maju setiap tahunnya. Puskesmas harus terus melakukan tindakan demi tujuan pelayanan kesehatan bagi masyarakat berpengetahuan luas dari berbagai puskesmas di daerah lain yang telah mendapat penghargaan dari pemerintah pusat. 

“Kita juga pernah mencapai Penghargaan Inovasi Pelayanan Publik melalui inovasi Si Inol Aja yang dipelopori oleh puskesmas. Beberapa daerah lain juga merupakan penghargaan yang diberikan oleh puskesmas. Oleh karena itu, saya berharap agar puskesmas harus tetap berinovasi demi memberikan yang terbaik bagi masyarakat, ”ujar Budi. 

Pada saat ini, Puskesmas Kanigaran berhasil menjadi Juara I di kategori puskesmas, diikuti oleh Puskesmas Ketapang sebagai Juara II, Puskesmas Jati di tempat ketiga, dan Puskesmas Kedopok yang meraih Juara Harapan I. 

Sementara itu, di kategori puskesmas pembantu, Pustu Pakistaji berada di posisi puncak dalam lomba ini. Di tempat kedua, Pustu Sukoharjo berhasil mengungguli Pustu Pohsangit Kidul yang meraih Juara III pada perlombaan tahun ini. 

Koordinator Unit Kesehatan Perorangan (UKP) pada Puskesmas Kanigaran, dr. Ike Yuliana mengungkapkan bahwa tidak ada yang berhasil dari kebijakan Wali Kota Probolinggo yang dilakukan Puskesmas Kanigaran dalam menciptakan lingkungan puskesmas yang bersih. 

“Dalam menerapkannya, kami melibatkan seluruh karyawan puskesmas tanpa kecuali. Untuk urusan kebersihan, kami tidak hanya ingin petugas kebersihan saja. Dan setiap hari Kamis di minggu ke-4 kami akan selalu bekerja bakti di seluruh ruangan. Seluruh karyawan terlibat termasuk Kepala Puskesmas Kanigaran, ”tutur dr.Ike. 

Sementara itu, Mujiati, sanitarian Puskesmas Kanigaran menyatakan bahwa puskesmas tempat ia bekerja juga memiliki inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. “Di lingkungan pustu kami banyak daun-daunan yang dapat digunakan. Kami memanfaatkan daun-daunan dan menjadikannya sebagai kompos yang dapat digunakan sebagai pupuk, ”ujar Mujiati. (malinda / humas)

Pemenang Kategori Puskesmas

Juara I: Puskesmas Kanigaran

Juara II: Puskesmas Ketapang

Juara III: Puskesmas Jati

Juara Harapan I: Puskesmas Kedopok

 

Pemenang Kategori Puskesmas Pembantu (Pustu)

Juara I: Pustu Pakistaji

Juara I: Pustu Sukoharjo

Juara III: Pustu Pohsangit Kidul

Juara Harapan I: Pustu Curah Grinting

Juara Harapan I: Pustu Tisnonegaran

Juara Harapan III: Pustu Angguran

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.