Media Gathering, Tangkis Berita Hoaks Hingga Pentingnya UKW

image_pdfimage_print

SURABAYA – Semakin mudahnya masyarakat menerima informasi dari berbagai macam, hal ini hanya memberikan informasi yang positif bagi masyarakat, tetapi juga menjadi berita terbaru yang disebut dengan kabar hoaks. Berita tentunya ini dapat meresahkan masyarakat dan banyak pihak yang dapat dirugikan.  

Untuk mengurangi kembali berita hoaks, Bagian Humas dan Protokol Setda Kota Probolinggo menggulir Media Gathering dengan jurnalis yang berwilayah liputan di Kota Probolinggo. Kegiatan ini digelar selama 2 hari sejak Selasa hingga Rabu (4-5 / 12) di Hotel Singgasana, Surabaya. Sekitar 42 media baik dari media cetak, elektronik, maupun media online untuk acara ini. 

Dengan tema “Keterbukaan Informasi, Filterisasi Berita Hoaks, dan Profesionalisme Jurnalis”, kegiatan ini digelar dengan para calon di Kota Probolinggo dapat lebih meningkatkan profesionalismenya dan dapat menjadi penatus berita hoasi yang tersebar di masyarakat. Kegiatan ini menjadi acara yang sangat menarik dengan hadirnya beberapa ahli di bidangnya masing-masing, antara lain Pemimpin Redaksi Jawa Pos Abdul Rokhim, Kepala Bappeda Litbang Kota Probolinggo Rey Suwigtyo, dan Wakil Ketua PWI Jawa Timur Ainur Rohim. 

Pemimpin Redaksi Jawa Pos, Abdul Rokhim menjelaskan bahwa saat ini tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap media merupakan yang tertinggi di dunia, mencapai 72 persen. Rata-rata tingkat kepercayaan masyarakat di seluruh dunia terhadap media hanya 48 persen. Hal ini juga yang menyebabkan ada banyak media di Indonesia dan menjadi berita yang menarik. 

“Di sini lah peran seorang wartawan. Para wartawan harus dapat menyaring berita hoak tidak mudah luas di masyarakat. Tugas wartawan adalah memilih berita faktual, sesuai dengan fakta yang ada, ”tutur Rokhim. 

Wali Kota Rukmini mendapat sambutan baik atas digelarnya Media Gathering kali ini. Menurutnya, selain menjalin tali silaturahmi dan meningkatkan hubungan dengan para awak media, Media Gathering juga menjadi wadah bagi para wartawan untuk meningkatkan wawasannya. Ia pun berharap ke depan, para wartawan dapat meningkatkan profesionalismenya. 

“Selain itu, saya juga berharap para wartawan dapat segera mengikuti Ujian Kompetensi Wartawan (UKW). Karena dengan UKW, wartawan dapat meningkatkan kredibilitasnya, ”ujar Rukmini. 

Pentingnya Ujian Kompetensi Wartawan,

Media Gathering yang digelar Bagian Humas dan Protokol kemarin juga menghadirkan narasumber dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, Ainur Rohim. Pada kesempatan kali ini, pria yang akrab disebut Air ini lebih memfokuskan pada materi yang ada pada para awak media. Selain aktif di PWI, Air juga merupakan salah satu penguji UKW yang telah melaksanakan kredit di berbagai daerah. Menurutnya, Kota Probolinggo merupakan salah satu daerah yang wartawannya belum menyusul UKW. Tentunya, ini menjadi tempat yang paling ditunggu oleh para peserta Media Gathering. 

UKW sendiri sangat penting bagi wartawan karena dengan memiliki sertifikat UKW, standar kompetensi telah terpenuhi sekaligus memantapkan profesionalitas, wawasan, dan etika wartawan itu sendiri. UKW sendiri terbagi menjadi tiga tahapan, termasuk lagi Wartawan Muda (Wartawan), Wartawan Madya (redaktur, koordinator liputan, redaktur pelaksana), dan Wartawan Utama (redaktur pelaksana senior, wakil pimred, dan pimred). 

Dalam kesempatan ini, Air secara gamblang menjelaskan tentang detail pelaksanaan UKW. Menurutnya, UKW ini merupakan ujian yang tidak mudah untuk dijalani. Wartawan, di tingkatnya masing-masing, dituntut memiliki hukuman yang sangat tinggi dan tentu saja jenjang pendidikan dan juga sangat memengaruhi hasil ujian. 

“Sistem pengujian dan pencetakannya sangat terbuka. Dalam setiap materi, para peserta diwajibkan untuk mendapatkan nilai minimal 70. Jika salah satu materi uji nilainya kurang dari 70, maka peserta dianggap tidak lulus dari yang lain mencapai 90. Hasil ujian ini ditentukan oleh Dewan Pers dan Organisasi Profesi Wartawan, ”jelas Air. 

Meskipun PWI di Kota Probolinggo hingga saat ini masih belum aktif, Air menjelaskan bahwa para awak media di Kota Probolinggo dapat mengikuti UKW melalui PWI di wilayah lain seperti yang telah terpenuhi. (mita / humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.