Cangkrukan, Warga Wadul ke Wali Kota

image_pdfimage_print

MAYANGAN – Wali Kota Probolinggo Rukmini menjawab semua jawaban masyarakat yang disampaikan. Itu terjadi kemarin, Kamis (6/12) kompilasi cangkrukan dan ajang wadul digelar di halaman Museum Probolinggo. Masyarakat nampak bersemangat terhadap cangkrukan yang juga dihadiri Forkopimda dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Probolinggo. 

Seperti yang disampaikan Erni, warga Kelurahan Sukoharjo yang mengeluhkan lamanya pencairan dari dana santunan kematian. “Pencairan dana santunan kematian itu kan memang lumayan lama prosesnya, tapi jika semua persyaratannya telah selesai prosesnya bisa lebih cepat,” jawab wali kota.

Lain dengan salah satu warga RW 12 Kelurahan Kanigaran, tentang ketiadaan tempat taman posyandu. Sebelumnya, taman posyandu yang bertempat di balai RW, namun dengan bertambahnya anak yang ikut taman posyandu, RW tidak dapat digunakan untuk kegiatan taman posyandu. “Secepatnya, kami akan melakukan langsung ke lapangan untuk melihat keadaan, dan akan kami carikan solusinya,” jawab Camat Kanigaran, Pudi Adji Tjahjo Wahono. 

Masih ada Soleha, warga Kelurahan Kareng Lor yang berani tentang bantuan operasional untuk PAUD. “Berbasis dari pusat untuk membantu pihak swasta, tidak boleh dilakukan terus menerus,” wali kota menerangkan. Selain itu, masih ada juga orang yang mengeluhkan pencairan bantuan pangan non tunai. 

Cangkrukan adalah kegiatan rutin yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) sebagai ajang silaturahmi wali kota dan masyarakat untuk menampung aspirasi dan keluhan. Melalui kegiatan ini pemerintah dapat menyampaikan informasi tentang pembangunan dan hal-hal yang terlibat masyarakat. 

Selain berdialog, kali ini Dinas Kesehatan memberikan penjelasan tentang stunting, masalah gizi yang menyebabkan pertumbuhan anak tidak optimal. Sekaligus sebagai pencanangan Hari Kesatuan Gerak PKK dengan tema “Kita Gerakkan Keluarga Masyarakat Hidup Sehat Menuju Indonesia Sejahtera.”

“Masyarakat memang harus terlibat, berpartisipasi dalam lingkungan dan keluarga yang mampu mendukung pembangunan,” kata Rukmini. Wali kota juga mengimbau agar seluruh elemen harus berkoordinasi dalam pembentukan lingkungan yang sehat. Dalam hal ini, wali kota juga memberikan bantuan peralatan untuk warga berupa kompresor, mesin lubang dan cup sealer (alat yang melibatkan untuk gelas dengan plastik). “Mudah-mudahan dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga,” kata wali kota. (mita / humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.