Sekda Ajak Masyarakat Lakukan Diversifikasi Pangan

image_pdfimage_print

Mayangan – Tanggal 16 Oktober merupakan Hari Pangan Sedunia, tetapi Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan memperingati Hari Pangan Sedunia yang ke- 38 pada hari Jum’at (14/12)di Gedung Widya Harja, Kota Probolinggo. Acara tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Probolinggo, Kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah), Camat, Ketua dan Tim PKK Kota Probolinggo.

Tema nasional dalam memperingati Hari Pangan Sedunia tahun 2018 adalah “Pemanfaatan Sejengkal Tanah dan Setetes Air Menuju Indonesia Mandiri Pangan”. Tema tersebut mengacu pada masalah yang dihadapi saat ini dan cita cita besar Indonesia yakni mewujudkan Indonesia lumbung pangan pada tahun 2045.

Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Probolinggo, Asep Suprapto menyampaikan, tujuan memperingati Hari Pangan Sedunia ini untuk memperkuat kerjasama dan membangun koordinasi fungsional yang efektif, dengan melibatkan seluruh komponen pemerintah dan masyarakat dalam rangka mempertahankan ketahanan pangan daerah.

“Pemerintah Kota Probolinggo memperingati Hari Pangan Sedunia dengan menggelar beberapa kegiatan diantaranya, mengadakan lomba cipta kreasi resep pangan tingkat SMP dan SMA serta kelompok KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) dan Karang Kitri, lomba yel yel dan cerdas cermat tingkat KRPL dan Karang Kitri serta lomba mewarnai bagi siswa SD, lomba melukis bagi siswa SMP dan lomba membuat poster untuk Siswa SMA,” kata Asep Suprapto.

Sekda Kota Probolinggo Bambang Agus Suwignyo mengatakan, peringatan Hari Pangan Sedunia kali ini untuk dapat mendorong usaha pangan berkelanjutan yang nantinya akan berdampak pada perekonomian, sosial yang secara langsung kepada masyarakat, selain itu juga sebagai sarana informasi kepada masyarakat dan dunia atas capaian pembangunan pertanian.

Ada dua tantangan persoalan pangan yaitu ketersediaan atau produksi dan kesejahteraan petani. Saat ini lahan produktif semakin berkurang, perubahan iklim, tantangan hama dan teknologi. “Untuk itu pemerintah selain mendorong pengembangan komoditas bahan pangan selain beras, pemerintah juga akan mengembangkan dari sisi pengolahan, sebab selama ini mulai dari petani hingga industri rumahan hanya sebatas produksi dan belum bisa melihat lebih jauh, seperti cita rasa hingga kemasan produk,” kata Sekda.

Pada kesempatan itu Sekda mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Probolinggo untuk mengkonsumsi panganan lokal yang non terigu dan non beras.”Pada peringatan Hari Pangan Sedunia ini saya mengajak seluruh masyarakat Kota Probolinggo untuk melakukan diversifikasi pangan, artinya masyarakat didorong untuk mengkonsumsi panganan lokal yang non terigu dan non beras, produksi non terigu dan non beras harus tinggi seperti singkong dan sayuran,” ucap Sekda.

Saat pelaksanaan acara, juga diserahkan hadiah bagi para pemenang lomba KRPL/Karang Kitri, untuk kategori lestari diraih oleh Karang Kitri Dasawisma Kelurahan Kanigaran, kategori pemula diraih oleh KRPL Kelurahan Kanigaran, kategori perintis diraih oleh KRPL Kelurahan Pakistaji  untuk  pemenang lomba cerdas cermat KRPL yaitu KRPL/Karang Kitri Kecamatan Wonoasih, lomba yel yel diraih oleh KRPL/Karang Kitri Kecamatan Mayangan. (soni/humas)

 

Mayangan – October 16 is World Food Day, but Probolinggo Municipality through the Agriculture and Food Security Office commemorates the 38th World Food Day on Friday (12/14) in Widya Harja Building, Probolinggo City. The event was attended by the Regional Secretary (Sekda) of the City of Probolinggo, the Head of the OPD (Regional Working Units), District heads, the Chairperson and the PKK Team of Probolinggo city

The national theme in commemorating World Food Day in 2018 is “Utilization of a Land and a Drop of Water Towards Food Independent Indonesia”. The theme refers to the problems faced today and the great aspirations of Indonesia, namely to realize Indonesia’s food barn in 2045.

Head of the Probolinggo City’s Food Security division at the Agriculture and Food Security Agency, Asep Suprapto, said that the aim of commemorating this World Food Day is to strengthen cooperation and build effective functional coordination, involving all components of the government and the community in maintaining regional food security.

“Probolinggo Municipality commemorates World Food Day by holding a number of activities including holding food recipe creations at the junior and senior high school level as well as the KRPL (Sustainable Food House) group and Karang Kitri, and competitions coloring for elementary students, painting competitions for middle school students and poster making competitions for high school students,” said Asep Suprapto.

Probolinggo City Secretary Bambang Agus Suwignyo said, commemorating World Food Day this time is expected to encourage sustainable food businesses that would later have an impact on the social, economic sector directly to the community, in addition as a means of information to the community and the world on the achievements of agricultural development.

There are two challenges to the food problem, including the availability or production and welfare of farmers. Currently productive land is decreasing, climate change, pest and technology challenges. “For this reason, the government, besides encouraging the development of food commodities other than rice, the government will also develop in terms of processing, because so far starting from farmers to home industries is limited to production and has not been able to see further, such as taste and packaging,” said the Regional Secretary .

On that occasion, the Regional Secretary invited all Probolinggo City residents to consume local, non-wheat and non-rice snacks. “On the commemoration of World Food Day, I invite all Probolinggo people to diversify their food, meaning that people are encouraged to consume non-wheat local foods and Non-rice, non-wheat and non-rice production must be high, such as cassava and vegetables,” said the Secretary.

During the event, prizes were also awarded to KRPL / Karang Kitri winners. For the sustainable category, it is won by Karang Kitri Dasawisma Kanigaran Sub-district, the beginner category was won by KRPL Kanigaran Subdistrict, the pioneer category was won by KRPL Pakistaji Sub-dsitrict, and for KRPL vivid was won by KRPL / Karang Kitri, Wonoasih Subdistrict, the yel competition was won by KRPL / Karang Kitri, Mayangan Sub-district.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.