Kunjungi Tempat Karaoke, Tim Pengawas Soroti Kelengkapan Adminstrasi dan Sarpras

image_pdfimage_print

KANIGARAN – Tim Pengawas Usaha Jasa Hiburan Kota Probolinggo kembali melakukan pembinaan terhadap dua usaha hiburan, yakni fasilitas karaoke 888 dan Pop City, Sabtu malam (15/12). Ini merupakan kunjungan kesekian kalinya setelah tim melakukan pengawasan dan pembinaan pada bulan Juni lalu, sebelum Lebaran. Dipimpin langsung oleh Kabid Destinasi Wisata dan Ekonomi Kreatif pada Disbudpar, Pramito Legowo, tim pengawasan terdiri dari sejumlah instansi terkait seperti CPM Kota Probolinggo, Polres Probolinggo Kota, DPTMPTSP, Satpol PP, Dinas Kesehatan, DKUPP, serta Bagian Humas dan Protokol Kota Probolinggo.

“Kunjungan yang kita lakukan malam ini merupakan tindak lanjut dari pengawasan sebelumnya. Intinya kami ingin agar pihak manajemen usaha hiburan dapat menjalankan usahanya sesuai dengan aturan yang berlaku, sesuai dengan koridor yang telah ditentukan. Karena, kami tidak hanya bertindak sebagai tim pengawas tapi juga memberikan pembinaan kepada usaha jasa pariwisata yang ada,” ujar Pramito. 

Dengan berbekal data pengawasan dan pembinaan yang dilakukan sebelumnya, tim pengawasan ingin mengetahui sejauh mana pembenahan yang telah dilakukan oleh pihak manajemen. Terdapat beberapa indikator yang dijadikan penilaian antara lain administrasi perizinan, sarana prasarana, narkoba, dan minuman beralkohol. Berangkat dari kantor Disbudpar, tim langsung bergerak ke karaoke 888 yang terletak di Jl. Suroyo. 

Hasilnya, terdapat beberapa poin yang harus segera dipenuhi oleh pihak manajemen. Terkait dengan izin, Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP) milik karaoke 888 telah kadaluarsa. Selain itu, lisensi atas penggunaan hak cipta lagu pada fasilitas karaoke juga telah memasuki batas kadaluarsa. Jalur evakuasi yang minim cahaya dan sempit juga menjadi sorotan tim pengawas.

Menanggapi hal tersebut, manajer karaoke 888, Denis mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengajukan perpanjangan TDUP namun hingga saat ini masih belum selesai. Pihaknya juga tengah mengajukan pergantian nama dari 888 Karaoke menjadi Tampiarto Plaza.

“Nantinya karaoke ini akan jadi fasilitas hotel sehingga namanya pun akan diganti sesuai nama hotel. Untuk lisensi, kami sudah melakukan pembayaran untuk perpanjangannya. Bukti pembayarannya pun ada. Hanya saja, lisensi itu belum kami pasang. Terkait jalur evakuasi, kami memang tengah merencanakan renovasi dan jalur evakuasi itu nantinya akan kami pindah,” jelas Denis. 

Kepada pihak manajemen, Pramito Legowo berharap agar mereka segera menindaklanjuti saran-saran yang telah diberikan oleh tim pengawas. Ia pun menjelaskan tentang rencana penggantian nama karaoke 888. 

“Jika memang karaoke ini menjadi salah satu fasilitas yang disediakan oleh hotel, maka karaoke ini hanya boleh digunakan oleh tamu hotel. Saya juga meminta pada pihak manajemen untuk memasang tata tertib karaoke sehingga pengunjung tahu apa saja peraturannya,” terang Pramito.

Beranjak dari Karaoke 888, tim bergerak menuju tempat karaoke lainnya, Pop City. Di sini, tim menilai ada sejumlah poin yang harus dibenahi oleh manajemen Pop City antara lain penambahan APAR, penunjuk jalur evakuasi, hingga penambahan personel security. 

“Fasilitas APAR yang tersedia ada 6 buah. Kami minta Pop City bisa menambah 2 APAR lagi. Jalur evakuasinya sudah memadai, namun tidak ada petunjuk arah yang jelas. Padahal dulu ada. Kami juga menyarankan pihak manajemen untuk menambah personel security. Kalau bisa perempuan, sehingga jika ada penggeledahan ke pengunjung wanita, tidak ada rasa sungkan lagi,” terang Pramito. (alfien/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.