Revitalisasi Lampu, Pemkot Perkuat Ikon Kota Seribu Taman

image_pdfimage_print

KANIGARAN – Salah satu ikon Kota Probolinggo adalah Kota Seribu Taman. Adanya taman disepanjang jalan masuk atau keluar Kota Probolinggo semakin menambah keindahan kota. Sayangnya, masih ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang sengaja merusak taman, dan mencuri lampu-lampu taman.

Tahun ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memprioritaskan revitalisasi taman-taman kota, khususnya lampu-lampu taman yang telah mati. Tidak main—main, DLH menggelontorkan anggaran sebesar Rp 104 juta. “Anggaran tersebut digunakan untuk merevitalisasi/mengganti lampu taman yang mati sebanyak 112 titik,” kata Kepala DLH, Budi Krisyanto. Anggaran tersebut telah disetujui di P-APBD tahun 2018.

Sebelumnya, kebanyakan lampu taman yang ada di sepanjang jalan Sukarno-Hatta mati atau hilang, sehingga taman terlihat suram. “Untuk mewujudkan Probolinggo Bestari (Bersih, Sehat, Tertib, Rapi, Indah), dan juga sesuai dengan visi misi wali kota, maka taman harus direvitalisasi untuk menjadikan Kota Seribu Taman,” kata Budi Kris, biasa dia disapa. Revitalisasi lampu taman kali ini dilakukan di taman di dpan Yon Zipur, taman batas kota sampai kantor polisi Ketapang, dan jalan Panjaitan.

Budi Kris juga mengatakan bahwa revitalisasi kali ini hanya 10 persen dari keseluruhan lampu taman yang ada. “Ada sekitar 1200 titik lampu yang tersebar di seluruh Kota Probolinggo, tetapi hanya 50 persen saja yang berfungsi,” katanya. Tahun depan, DLH menganggarkan Rp 130 juta untuk revitalisasi lampu taman. “Saya juga berharap adanya CSR dari pihak swasta untuk memberikan perhatian kepada keindahan kota, seperti memperindah jalur sungai-sungai dengan pemberian lampu-lampu diatasnya,” tambahnya.

 

Wali kota Probolinggo Rukmini sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh DLH. “Kita memang harus bersabar karena lampu-lampu taman yang sering oleh oknum, walaupun tersangka terkadang bukan warga kota,” kata wali kota. Dia mengharapkan DLH mampu mengadopsi tata kota Surabaya yang mampu mempercantik kota dengan lampu-lampu hias. “Dengan adanya lampu hias diatas sungai, mungkin saja bisa menjadi destinasi wisata baru,” tambahnya.

Wali kota juga mengharapkan adanya sosialisasi kepada masyarakat agar ikut menjaga keindahan dan tidak merusak taman. “Akan lebih mudah bila masyarakat mendukung kegiatan pemkot dalam memperindah dan mempercantik kota,” katanya. (hariyanti/humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published.