Sosialisasi Penggunaan Bahan Berbahaya pada Makanan

image_pdfimage_print

                Beberapa bulan lalu BB POM Jatim mengadakan sidak terhadap jajanan yang di jual di sekitar sekolah-sekolah yang ada di kota Probolinggo. Laboratorium dari BB POM Jatim tersebut mengambil sample dari 9 sekolah, yaitu SMP Negeri 1,2 dan 10, MI Muhammadiyah 1, SD Negeri Jati 1,2 dan 5, serta SD Negeri Kanigaran 1 dan 5.

                Sidak tersebut diadakan oleh BB POM pada tanggal 2-6 Agustus 2015 kemarin. Dari Hasil penelitian didapatkan 21 dari total 60 sample makanan mengandung boraks dan pengawet , dan kebanyakan adalah dari kerupuk dan bakso.

                Untuk menindak lanjuti hasil temuan makan berpengawet tersebut, pemerintah kota Probolinggo menggelar sosialisasi kepada pelaku usaha dan juga sekolah mengenai bahaya dari makanan berpengawet ataupun mengandung boraks. Acara tersebut digelar di gedung Sabha Bina Praja Pemkot Probolinggo pada hari ini Senin (5/10). Acara tersebut dihadiri oleh Sekda Kota Johny Haryanto, Asisten Pemerintahan Sunardi, Kepala Dinkes Ninik Ira Wibawati, perawakilan dari Dinas Pertanian, serta narasumber Budi Sulistiowati dari BB POM Jatim dan undangan dari Kepala Sekolah, Kepala UPTD, Pengelola Kantin Sekolah dan PKL.

                Sekda kota Johny Haryanto mengatakan bahwa makanan yang mengandung boraks dapat mengakibatkan penyakit bahkan kematian. “Makanan yang mengandung boraks dan juga bahan pengawet dapat mengakibatkan penyakit jangka panjang dan jangka pendek, bahkan kematian. Apalagi ini di jual di sekolah-sekolah, padahal ini makanan berbahaya meskipun untuk orang dewasa.” ungkap Johny Haryanto.

                Selain itu Sekda kota ini juga berharap untuk ke depannya tidak ada lagi makanan yang masih mengandung bahan pengawet, terutama boraks. “Semoga setelah tau mengenai bahaya dari bahan-bahan tersebut, kedepannya tidak ada lagi temuan seperti sekarang ini.” pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published.