Wali Kota Serahkan 1000 Sertifikat Hak Milik Ke Masyarakat

image_pdfimage_print

Wonoasih – Wali Kota Probolinggo Rukmini, menyerahkan sertifikat Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) untuk tanah hak milik, tanah aset, fasum dan fasos. Penyerahan tersebut dilakukan di Aula Kecamatan Wonoasih, Jum,at (21/12).

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Probolinggo Bambang Haryono mengatakan, Kota Probolinggo pada tahun 2018 ditargetkan 10.000 bidang tanah untuk disertifikatkan. Sampai sekarang tanah yang disertifikatkan sudah hampir terealisasi semua.

“Untuk pembagian sertifikat hari ini terdiri dari sertifikat untuk tanah hak milik, tanah aset, tanah fasum dan fasos, dengan rincian 1000 bidang untuk tanah hak milik, 143 untuk fasum dan fasos serta 42 bidang untuk tanah aset  ,” kata Bambang Haryono.

Wali Kota Probolinggo Rukmini sangat mengapresiasi yang sangat tinggi atas penyelenggaraan program PTSL yang dilakukan oleh Kantor Pertanahan Kota Probolinggo. “ Saya selaku Wali Kota Probolinggo merasa bangga, serta mengapresiasi tinggi atas penyelenggaraan program PTSL yang dilakukan oleh Kantor Pertanahan Kota Probolinggo, karena sangat bermanfaat terutama bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Rukmini.

Rukmni juga mengatakan, pengurusan sertifikat yang dibiayai oleh nagara dan difasilitasi oleh Kantor Pertanahan, khususnya di Kota Probolinggo, sangat membantu masyarakat pada proses penyertifikatan tanah, sehingga masyarakat dapat memilki dokumen resmi kepemilikan tanah yang sangat penting.

Program PTSL di Kota Probolinggo pada tahun ini terbagi di wilayah Kecamatan Wonoasih dan Kedopok, dengan target 10.000 bidang, juga pensertifikatan tanah aset milik pemkot, tanah fasum dan fasos dari pengembang perumahan. “Mudah-mudahan dengan terealisasinya sertifikat tanah-tanah tersebut,  Pemerintah Kota Probolinggo dapat mengelola tanah aset, fasum dan fasos dengan baik,” ucap Rukmini. (soni/humas)

Wonoasih – Probolinggo Mayor Rukmini, handed over the certificate of a Complete Systematic Land Registration Program (PTSL) for land rights, land assets, public facilities and social facilities. The submission was carried out at the Wonoasih District-Office Hall, Friday (12/21).

Head of Probolinggo City’s National Land Agency (BPN), Bambang Haryono said that Probolinggo city in 2018 is targeted to complete 10,000 land field to be certified. Until now, all the land that has been certified has been realized.

“Today’s certificate distribution consists of certificates for land rights, land assets, land of public facilities and social facilities, with details of 1000 fields for land ownership, 143 for public facilities and social facilities and 42 fields for land assets,” said Bambang Haryono.

Probolinggo Mayor Rukmini greatly appreciated the implementation of the PTSL program conducted by BPN. “I as the Mayor of Probolinggo feel proud, and highly appreciate the implementation of the PTSL program conducted by the Probolinggo City Land Office, because it is very useful especially for people in need,” said Rukmini.

Rukmni also said that the management of certificates funded by the country and facilitated by the Land Office, especially in the city, greatly helped the community in the land certification process, so that the community could have a very important official document of land ownership.

The PTSL program in Probolinggo city this year is divided into Wonoasih and Kedopok Districts, with a target of 10,000 fields, as well as the certification of land assets owned by the municipal government, social and public facilities land from housing developers. “Hopefully with the realization of the land certificates, Probolinggo Municipality can manage the land of assets, public facilities and social facilities well,” said Rukmini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.