Sambut Tahun Baru, Pemkot Suguhkan Ludruk

image_pdfimage_print

KANIGARAN – Untuk menjaga kondusifitas Kota Probolinggo selama malam pergantian tahun baru 2019 kemarin, Pemerintah Kota Probolinggo menggelar Pagelaran Ludruk Rukun Damai, Senin (31/12). Kesenian tradisional ini merupakan salah satu budaya yang cukup terkenal di Kota Probolinggo. Digelar di halaman Pemkot Probolinggo, ludruk kali ini dihadiri oleh sejumlah Forkopimda Kota Probolinggo hingga Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo.

Kegiatan ini memang sengaja digelar pemkot untuk memeriahkan malam tahun baru dengan sederhana. Tak hanya menggelar ludruk, pemkot juga menyerahkan santunan kepada 25 anak yatim piatu serta menggelar istighosah dengan harapan Kota Probolinggo selalu kondusif dan terhindar dari segala bencana.

Melalui pagelaran ludruk, Wali Kota Rukmini mengajak masyarakat Kota Probolinggo untuk memeriahkan malam tahun baru dalam kesederhanaan, sekaligus menjadi upaya untuk melestarikan budaya tradisional yang ada di Kota Probolinggo.

“Di sebagian wilayah di Indonesia belakangan ini dilanda musibah. Saya merasa prihatin atas kejadian ini. Oleh karena itu, kegiatan kali ini digelar dengan sesederhana mungkin. Masyarakat gak usah konvoi atau hura-hura. Mari kita duduk santai di sini menyaksikan ludruk,” tutur Rukmini.

Ludruk kali ini disuguhkan dengan judul Tetesan Air Mata Ibu. Kisah kali ini menceritakan bagaimana perjuangan seorang Ibu dan Anak untuk melanjutkan hidup dengan beban hutang yang menumpuk. Salah satu pemain Ludruk, Cak Yudi menyampaikan bahwa kesenian ludruk sudah sepatutnya mendapat perhatian, mengingat semakin sedikit penggiat seni ludruk saat ini.

“Selama ini Pemkot Probolinggo telah memberikan banyak perhatian kepada kesenian Ludruk. Melalui berbagai kesempatan, kami selalu diajak untuk tampil. Saya sendiri menggeluti kesenian ini sejak umur 6 tahun. Harapannya, kesempatan kami untuk tampil bisa lebih banyak lagi,” ujar Yudi.(alfien/humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published.