Sambangi Basecamp Jurnalis, Begini Kata Wali Kota Rukmini

image_pdfimage_print

KANIGARAN – Di tengah kesibukannya, Senin (7/01), Wali Kota Probolinggo Rukmini sambang ke basecamp jurnalis Kota Probolinggo. Ia memenuhi janjinya kepada para jurnalis yang disampaikan saat Media Gathering di Surabaya, Desember lalu. Yakni berkunjung sekaligus makan siang bareng. 

“Kami ingin Bu Wali tahu, dari sinilah, dari tempat inilah, kami para jurnalis ini menghasilkan karya-karya jurnalistik tentang Probolinggo,” ujar Farid Fahlevi, jurnalis Jawapos TV (JTV). 

Basecamp yang dimaksud adalah sebuah warung makan atau biasa dikenal warung rawonan di Jalan Dr Saleh, Kota Probolinggo. Ya, sudah sekitar 10 tahun terakhir, para jurnalis baik cetak atau elektronik bermarkas di warung ini. Tempatnya memang sangat sederhana dan bisa dibilang agak memprihatinkan. 

Siang itu, Wali Kota Rukmini didampingi Asisten Pemerintahan Gogol Sudjarwo, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ahmad Sudiyanto; Kabag Humas dan Protokol Mardi Prihatini serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). 

Ikhsan Mahmudi, jurnalis senior menjelaskan kondisi markas para jurnalis tersebut. Pasalnya, sebenarnya oleh Pemkab Probolinggo sudah disediakan press room yang jadi satu kompleks dengan Museum Probolinggo. 

“Alhamdulillah bisa bersilaturahmi dengan kondisi tempat pertemuan yg sangat merakyat dan natural. Terima kasih teman-teman jurnalis atas kerjasama dengan kami selama ini,” ujar Rukmini. Di warung itu, wali kota nampak gayeng ngobrol bareng para jurnalis yang mayoritas berwilayah liputan di Kota Probolinggo itu. 

Saat ditanya apa yang akan dilakukan setelah tidak menjabat wali kota, Rukmini menjawab diplomatis sebagai seorang politisi. “Ke depan, harus menatap optimistis dan realistis. Ada semangat, ada kekuatan, soal usia itu, nomor lima (bukan prioritas). Sekarang saya beristirahat lima tahun, setelah itu bisa gak nyalon lagi? Pokoke gak pikun ya. Harus punya pemikiran yang bagus namanya juga orang politik,” jawab Rukmini sambil tersenyum. 

 Wali kota berharap, kepemimpinan mendatang hampir sama dengan pemerintahannya. Bisa mengadopsi program kegiatan yang tidak jauh berbeda. 

“Semua program memang dari OPD yang menyusun, untuk selanjutnya (kepemimpinan berikutnya) adalah hak preogratif. Saran saya tetap memperhatikan musrenbang,” katanya. (famydecta/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.