UDD PMI Kota Probolinggo Raih ISO dari Lembaga di Australia

image_pdfimage_print

MAYANGAN–Sistem manajemen Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Probolinggo dapat apresiasi hingga tingkat internasional. Selasa (8/1), sertifikat ISO 9001:2015 dari Equal Assurance Australia diserahkan oleh pihak assurance kepada Ketua PMI Kota Probolinggo, Indi Eko Yanuarto, dengan disaksikan Wali Kota Probolingo Rukmini.

Sertifikat itu diberikan lantaran UDD PMI kota mangga menunjukkan quality management systems dalam memberikan blood donation services and production of blood product in the form of whole blood, packed red blood cells, liquid plasma, platelets and platelet rich plasma (layanan donor darah dan produksi produk darah dalam bentuk darah lengkap, sel darah merah dalam kemasan/kantong, plasma cair, platelet dan plasma kaya platelet).

“Ini adalah hasil dari kerja keras sehingga posisi ISO 9001:2015 bisa kami dapatkan. Alhamdulillah, meski banyak penilaian dan temuan bersifat minor serta usulan yang berisi kebaikan. Usulan konstruktif untuk UDD PMI sendiri. Ini yang kami tunggu-tunggu,” kata Indi Eko Yanuarto.

Menurutnya, action mengikuti penilaian sertifikasi merupakan hasil musyawarah kerja Provinsi Jawa Timur yang menyatakan UDD PMI se-Jawa Timur melakukan ISO 9001:2015. Distribusi darah, kata Indi, selama ini darah dari UDD PMI Kota Probolinggo juga dimanfaatkan sampai ke seluruh Probolinggo baik di kota atau kabupaten.

Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh pengurus kecamatan, sebagai pejuang kemanusiaan yang mengelola dan mendistribusikan darah karena darah yang diolah telah diakui oleh Jawa Timur.

Ketua PMI yang aktif di berbagai organisasi ini pun mengutarakan ucapan terima kasih kepada Wali Kota Rukmini. Sebab, telah menempatkan PMI di posisi yang strategis.

“Selain UDD, poli PMI juga akan melakukan perbaikan sehingga PMI tidak hanya terlihat wujudnya saja tetapi dampaknya pada masyarakat jangan terasa kurang. Ini yang sekarang kami dengungkan pada seluruh stakeholder PMI. Besar harapan kami, pengakuan legalitas menjadikan PMI terus berkembang,” harap Indi.

Selama ini yang menjadi mitra dalam mendistribusikan darah adalah RSUD dr Mohamad Saleh. Pasalnya, sebanyak 70 persen darah di UDD atas permintaan dari RSUD di Kota Probolinggo tersebut.

“Saya sampaikan terima kasih, semoga bisa menjadi terus menerus. Terima kasih kepada OPD (Organisasi Perangkat Daerah) yang telah memberikan izinnya kepada kami sehingga kami berhak menerima sertifikat,” imbuh pria yang hobi traveling ala backpaker ini.

Respons Cepat

Dalam acara seremonial penyerahan sertifikat tersebut, tim auditor Equal Assurance Australia, Ainur Leksono mengaku sangat terkejut dengan perubahan UDD PMI Kota Probolinggo. “Saat kami melakukan audit, ternyata respons luar biasa terutama service exellent-nya. Action UDD cepat sekali, banyak saran yang sudah diperbaiki padahal saran itu untuk satu tahun ke depan, tetapi sudah di-close,” tuturnya.

Ainur dan tim mengaudit UDD cukup dalam waktu tiga hari. Padahal, banyak organisasi yang diproses olehnya butuh waktu lebih satu minggu.

“Ini luar biasa. Menurut equal assurance Australia, yang bersertifikasi internasional hanya dua, Kota Probolinggo dan Surabaya. Ini langkah pioner. Semoga ini bukan langkah akhir, tetapi langkah awal untuk memberikan pelayanan masyarakat lebih baik dan jadikan masyarakat sebagai mitra terpercaya dalam menyediakan darah se-Jawa Timur. Sukses atas pencapaiannya,” beber Ainur.

Sementara itu, Wali Kota Rukmini sangat bangga atas sertifikasi yang diraih UDD PMI Kota Probolinggo. Bagi Rukmini, Pemerintah telah membantu (UDD PMI) tetapi diimbangi dengan kerja keras sehingga mendapatkan hasil yang luar biasa.

“Ini sangat membanggakan khususnya tim UDD. Pengajuan dari sebuah mesin kecil (pemilah plasma) lewat hibah Dinas Kesehatan bisa memberikan pelayanan luar biasa untuk masyarakat. Jika tidak ada yang mau bekerja keras mengelola, jelas tidak akan bisa memajukan PMI hingga menerima sertifikat ISO ini,” tegas Rukmini.

Selain mengucapkan terima kasih atas dedikasi seluruh pengurus dan relawan PMI, Rukmini pun menyampaikan pesan untuk PMI Kota Probolinggo untuk memajukan klinik agar bisa maju pesat seperti UDD.

“Jangan sampai ada yang malah menggerogoti PMI. Saya sedih kalau mendengar ada pengurus PMI yang nakal. Semoga tidak ada ya, mari majukan organisasi kemanusiaan ini dengan ikhlas,” pesannya.

Kegiatan itu, diakhiri potong tumpeng sebagai ungkapan syukur atas diraihnya sertifikat ISO tersebut. Wali Kota Rukmini memberikan potongan kepada Ketua PMI Indi Eko Yanuarto kemudian Direktur UDD dr Cik disaksikan sejumlah kepala OPD yang hadir. (famydecta/humas)

Leave a Reply

Your email address will not be published.