Kota Probolinggo Dapat Bantuan Sumur Bor Air Bersih 

image_pdfimage_print

KADEMANGAN – Air bersih merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat, untuk memberikan air bersih yang berkualitas baik, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI memberikan bantuan sumur bor air bersih berkapasitas 2 liter per kubik di Kota Probolinggo. 

Bantuan sumur bor air bersih itu berlokasi di Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Kademangan. Spesifikasi teknis sumur bor air bersih ini berkedalaman 125 meter, debit 2 liter/detik, dengan konstruksi pipa besi galvanis diameter 6 inch, dengan pompa selam 3 PK, genset kapasitas 10 kVA, penampungan 5000 liter debit air rata-rata 2 liter/detik. Sumur bor mampu melayani kebutuhan air bersih sampai 2800 jiwa. 

Kamis (10/1) siang, penyerahan bantuan secara seremonial dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ahmad Sudiyanto, Anggota Unsur Pemangku Kepentingan (AUPK) Dewan Energi Nasional Pudji Untoro, Kasubid Inventarisasi dan Konservasi Air Tanah Badan Geologi Kementerian ESDM Idham Effendi dan Kabid Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur M.Soleh. 

“Terimakasih pada Kementerian ESDM yang peduli pada masyarakat, khususnya di Ponpes Riyadlus Sholihin. Bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat luas, tidak hanya di lingkungan pondok tetapi juga masyarakat disekitarnya,” tutur Ahmad Sudiyanto. 

Ke depan, lanjut Sudi-sapaan akrabnya, pembangunan di Kota Probolinggo akan semakin semarak searah dengan program yang dicanangkan oleh kepemimpinan berikutnya. Pasalnya, sudah banyak inovasi yang dicanangkan dalam pembangunan kota ini ke depannya. 

“Mudah-mudahan Kementerian ESDM dapat meningkatkan bantuannya, tidak hanya di Kecamatan Kademangan saja. Ada empat kecamatan yang belum. Saya harapkan ada tambahan bantuan sumur bor sehingga membantu masyarakat Kota Probolinggo mendapatkan air bersih yang kualitasnya baik,” harap asisten yang mewakili walikota, siang itu. 

Menjawab apa yang disampaikan Asisten Ahmad Sudiyanto, Kabid Geologi dan Air Tanah Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, M Soleh langsung memberikan angin segar. Tahun 2018 Jawa Timur mendapat bantuan di 78 lokasi, tahun 2019 bakal bertambah 114 lokasi di seluruh Jawa Timur termasuk Probolinggo masuk didalamnya. 

“Insyaallah tahun ini dapat tambahan bantuan. Kalau sekarang satu tahun ini bisa dapat dua. Nanti saya yang bagian nagih ke Kementerian, insyaallah tahun ini Kota Probolinggo bisa dapat lagi,” kata M Soleh dengan optimis. 

Sementara itu, Anggota Unsur Pemangku Kepentingan (AUPK) Dewan Energi Nasional (DEN) Pudji Untoro menyatakan pesan Menteri ESDM Ignasius Jonan,  bahwa anggaran Kementerian ESDM diberikan betul-betul unduk masyarakat. Salah satu contohnya, bantuan sumur bor air bersih di Indonesia. 

Badan Geologi Kementerian ESDM yang mengurus soal air tanah, pelayanan pada masyarakat menyediakan air bersih terutama di daerah yang sulit. Karena air merupakan kebutuhan sehari-hari yang dibutuhkan masyarakat, air yang berkualitas buruk jika dikonsumsi akan menganggu metabolisme tubuh. 

“Ini (bantuan sumur bor air bersih) satu program yang harus kita teruskan, disebarluaskan, jangan sampai ada masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih. Sampai tahun 2018 Badan Geologi sudah membuat 2290 unit sumur bor tersebar di seluruh Indonesia,” kata Pudji. 

2290 unit sumur bor berkapasitas 144,44 meter kubik per tahun itu telah mencukupi kebutuhan air 6,6 juta jiwa penduduk di 33 provinsi di 313 kota/kabupaten di Indonesia. Termasuk di Kota Probolinggo, dua sumur di Kabupaten Bondowoso, tepatnya di Desa Ramban Kulon dan Desa Grujukan, Kecamatan Cerme. 

“Tahun depan insyaallah makin banyak. Semoga program ini tetap konsisten. Konsern Pak Menteri, di tahun 2019 pesantren akan dapat banyak bantuan sumur bor. Karena Pak Menteri tahu betul kalau pesantren butuh air, pagi-pagi berebut air nanti yang terakhir bisa kebagian air. Kementerian ESDM juga terus berkoordinasi dengan mitra kerjanya, yaitu Komisi VII DPR RI untuk terus menambah anggaran agar selesai masalah air di Indonesia,” tutur Pudji lagi. 

Pudji pun mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada masyarakat atas kerjasama selama proyek sumur dibangun. “Yang penting lagi setelah jadi jangan disia-siakan fungsinya. Paling tidak, adik-adik kalau menggunakan air ada kabel yang terbuka segera diperbaiki, jika terjadi konsleting listrik pompanya yang rusak. Perawatan keberlangsungan pompa kami serahkan betuk pada ponpes Riyadlus Sholihin bisa panjang, bisa awet dan berkelanjutan sampai puluhan tahun ke depan,” harapnya. 

Penyerahan bantuan sumur bor ditandani pengguntingan pita oleh Asisten Ahmad Sudiyanto dan AUPK DEN Pudji Untoro didampingi Ketua Perkumpulan Ponpes Riyadlus Sholihin Suhlal Hadi. Rombongan pun meninjau sumur, menghidupan kran air di penampungan dan membuka tempat genset serta pompa. Proyek senilai kurang lebih Rp 300 juta itu dikerjakan sekitar enam bulan. 

Ditemui usai acara, Kasubid Inventarisasi dan Konservasi Air Tanah Badan Geologi Kementerian ESDM Idham Effendi menambahkan, perencanaan tentang jumlah bantuan sumur bor air bersih sudah ada tapi belum final. Jika sudah final daerah akan dilaunching ke Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah penerima bantuan. 

Ia pun membenarkan jika Provinsi Jawa Timur akan mendapat bantuan dalam jumlah lebih banyak dibanding tahun 2018. “Kemungkinan akan bertambah dan akan disebar ke seluruh kota dan kabupaten, Kota Probolinggo bisa saja dapat bantuan lagi,” ungkap Idham. (famydecta/humas)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.