Bayi tanpa Anus Di-Cover BPJS, Diupayakan Masuk PKH

KADEMANGAN–Kondisi Ahmad Husen, bayi berusia 3 bulan yang terlahir tanpa anus, asal Gang Rejeki, Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo menjadi perhatian Pemerintah Kota Probolinggo. Hingga Selasa (15/1) sore, Ahmad Husen masih dirawat intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Mohamad Saleh, Kota Probolinggo.

Selasa siang, Kepala Dinas Sosial Pemkot Probolinggo, Zainullah berkunjung ke rumah orangtua Ahmad Husen. Menurut informasi dari pihak saudara dari orangtua Ahmad Husen, bayi anak ketiga dari pasangan Samsul Arif dan Suratiningsih itu sedang dibawa ke RSUD.

“Kami datang untuk membesuk dan melihat kondisi adik bayi, Ahmad Husen. Tetapi sesampainya saya disini, dapat informasi dari Direktur RSUD jika bayinya sudah ditangani dan dirawat disana,” kata Zainullah.

Di rumah orang tua Ahmad Husen, Zainullah ingin memastikan apakah keluarga tersebut sudah mempunyai BPJS Kesehatan atau Kartu Indonesia Sehat. Dan, ternyata keluarga sudah memiliki BPJS. Serta, sudah mendapat bantuan non tunai setiap bulannya berupa beras dan telor.

“Selanjutnya, akan kami upayakan agar keluarga ini masuk ke Program Keluarga Harapan (PKH). Mengenai biaya, saya rasa tidak ada kendala karena penanganan medis, sudah ada BPJS-nya,” ujar Zainullah, yang siang itu juga memberikan bantuan uang tunai kepada pihak keluarga.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD, drg Rubiyati membenarkan jika pasien Ahmad Husen sudah ditangani dan tengah dalam perawatan pihak rumah sakit. Pasalnya, Ahmad Husen kondisinya saat ini baik hanya saja tetap membutuhkan perawatan karena ada keluhan batuk.

Diduga, Ahmad Husen suspect broncopneumonia atau infeksi yang mengakibatkan terjadinya peradangan paru-paru yang disebabkan oleh virus, bakteri atau beberapa faktor risiko lainnya.

“Kondisi selengkapnya setelah diperiksa oleh ahli, dalam hal ini dokter spesialis. Saat ini, kondisinya baik tapi perlu pemeriksaan lebih lanjut. Berapa lamanya, tergantung hasil pemeriksaan,” kata dr jaga IGD, dr Arif Fadilah.

“Yang jelas, pasien masuk kesini (RSUD) bukan keluhan kondisinya (tidak memiliki anus) tapi karena sakit batuknya,” tegas dr Arif lagi. Terkait rencana operasi lanjutan yang dijanjikan Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal, pihak rumah sakit mengaku tidak mengetahui secara pasti karena yang bisa menjelaskan adakah dokter spesialis bedah.

Pada saat dijumpai di IGD, beredar informasi jika orangtua Ahmad Husen ingin pulang dari rumah sakit dan tidak ingin anaknya diopname.

“Kalau sekarang sudah opname. Jika orangtua mau melepas semua infus, ya monggo. Tetapi, kami minta ada tanda tangan sebagai pernyataan pulang paksa. Jika sudah begitu, kami tidak bertanggung jawab jika terjadi sesuatu. Sebenarnya, bisa kami merujuk ke RSUD tetapi harus ada tahapannya,” imbuh dr Rubiyati.

Diketahui, bayi Ahmad Husen terlahir secara operasi caesar di RSIA Aisiyah Kota Probolinggo pada usia kehamilan 9 bulan dengan air ketuban yang sudah pecah duluan. Saat lahir diketahui, jika anak ketiga ini tidak memiliki anus.

Oleh RSIA Aisiyah Kota Probolinggo, Ahmad Husen dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya untuk menjalani operasi pembuatan saluran anus sementara di bagian perut bayi. Ahmad Husen harus menjalani operasi lanjutan. Tetapi, menunggu berat badannya mencapai 10 kg. Info terbaru, petang kemarin, dikabarkan Ahmad Husen dirujuk ke RSIA Aisiyah atas permintaan orangtuanya. (famydecta/humas)