image_pdfimage_print

KANIGARAN – Atas apresiasinya kepada Wali Kota Rukmini, Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kota Probolinggo menyusun sebuah buku. Buku berjudul “Kiprah Rukmini Wali Kota Perempuan Pertama di Bumi Banger” itu di-launching Senin (21/1) oleh Wali Kota Rukmini, saat upacara bendera.

“Buku ini persembahan kami, penghargaan kami kepada Ibu Wali Kota atas pengabdiannya kepada masyarakat Kota Probolinggo. Semoga buku ini bisa memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada masyarakat tentang siapa, bagaimana dan apa saja sih yang dilakukan oleh wali kota dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) selama beliau menjabat,” jelas Kabag Humas dan Protokol, Mardi Prihatini.

Sebanyak 1200 buku siap diluncurkan ke pihak sekolah, perpustakaan, OPD, perbankan, instansi vertikal, bupati/wali kota se Jawa Timur, sejumlah kementerian serta masyarakat yang membutuhkan. Buku setebal 161 halaman itu berisi beberapa bagian, bagian 1 tentang Sosok Rukmini; bagian 2 Probolinggo di era Rukmini; bagian 3 Kata Mereka Tentang Rukmini dan diakhiri galeri foto.

“Bulan Juli kami start untuk mengonsep kemudian turun ke lapangan. Sekitar bulan November sudah masuk layout, selesai finishing kemudian naik cetak. Alhamdulillah buku ini bisa terselesaikan, saya mengakui semangat teman-teman tim ini sungguh luar biasa. Karena mencari data, melakukan wawancara hingga menulisnya itu tidak mudah,” imbuh Kasubag Komunikasi Kepala Daerah (KKD) Dhoni Harto Hariadi.

Ya, penyusunan, editor hingga layout buku ini dilakukan sendiri oleh tim dari Bagian Humas dan Protokol. Mereka ialah Famy Decta Maulida, Alfien Handiansyah, Hariyanti Agustina, Abdur Rohman Hamzah, Malinda Bulgis, Umi Miftahul Jannah, Noviati Ningsih dan Soni. Sedangkan layout/desain Agus Sugiantoro.

“Untuk foto-foto kami dapat dari arsip keluarga Ibu Rukmini dan dokumentasi dari Bagian Humas dan Protokol sendiri,” imbuh Mardi, mantan Sekretaris Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) itu.

Koordinator tim penyusun buku, Alfien Handiansyah berharap, melalui buku tersebut dapat membawa pembaca melihat masa lalu seperti apa Rukmini di mata keluarga hingga ia bisa memimpin sebuah kota. Ia memang wali kota perempuan pertama di Kota Probolinggo. “Alhamdulillah buku ini bisa terselesaikan tepat waktu. Dan, buku ini merupakan karya pertama Bagian Humas dan Protokol yang tidak melibatkan pihak ketiga tetapi kami susun sendiri,” ujarnya.

Saat upacara, Wali Kota Rukmini menyerahkan tiga buku yang sudah dibubuhi tandatangannya secara simbolis kepada kepala OPD. “Semoga buku ini menjadi inspirasi, semoga bermanfaat, sebagai referensi dan sebagai kenangan,” tulis Rukmini dalam buku yang ia tandatangani.

Kepala Dinas Kominfo Aman Suryaman, satu dari tiga kepala OPD yang menerima buku secara simbolis dari wali kota. Menurutnya, buku tersebut bisa sebagai referensi dan sumber inspirasi bagi pembaca. Secara detail buku ini mengupas sosok Rukmini sebagai seorang ibu sekaligus pemimpin di Kota Probolinggo.

“Dengan segala prestasi yang ditorehkan selama beliau menjabat dapat menjadi motivasi bagi semua pembaca untuk mencurahkan segala kemampuan untuk berkarya membangun Kota Probolinggo tercinta. Perjuangannya, semangatnya serta kasih sayangnya akan dikenang sebagai wali kota perempuan pertama di Bumi Banger ini,” kata Aman, yang mengaku sudah membaca buku tersebut. (famydecta/humas)

 

In appreciation of Mayor Rukmini’s dedication to Probolinggo city, the Public Relations and Protocol Department of the Probolinggo City Secretariat published a book titled “Story of Rukmini, The First-Female Mayor on Earth Banger” was launched on Monday (21/1) by Mayor Rukmini, during the flag ceremony.

“This book is our gift, our appreciation to the mayor for her dedication to the people of Probolinggo City. Hopefully, this book can provide knowledge to the public about who, how and what the mayor and Regional Working Units (OPD) have done during her period of being a mayor,” explained the Head of Public Relations and Protocol Department, Mardi Prihatini.

A total of 1200 books are ready to be distributed to schools, libraries, OPD, banks, vertical agencies, regents/mayors throughout East Java Province, several ministries and communities in need. The 161-page book contains several chapters among others part 1: the figure of Rukmini; part 2: Probolinggo in the Rukmini era; part 3; Rukmini in Words, before being ended with the photo gallery.

“In July, we started to make a concept before looking for the data. In November, the layout has been processed and then printing. Thank God, this book is completed on time; I admit that the enthusiasm of the team is truly extraordinary. Looking for data, conducting interviews to write is not easy,” added Head of Regional Head of Communication sub-department (KKD) Dhoni Harto Hariadi.

The preparation, editing and layout process of the book was done by the team from the Public Relations and Protocol Department. They are Famy Decta Maulida, Alfien Handiansyah, Hariyanti Agustina, Abdur Rohman Hamzah, Malinda Bulgis, Umi Miftahul Jannah, Noviati Ningsih and Soni. The layout was made by Agus Sugiantoro.

“For the photos, we get it from Rukmini’s family archives and documentation from the Public Relations and Protocol Department,” added Mardi, the former Secretary of the Manpower Office (Disnaker).

The coordinator of the book drafting team, Alfien Handiansyah hopes, the book can bring readers to find out what was Rukmini to her family and her life story until she becomes a mayor. She is indeed the first female mayor in the city. “Thank God, this book can be completed on time. And, it is the first work of the Public Relations and Protocol Department which does not involve a third party but we arrange it ourselves, “he said.

During the ceremony, Mayor Rukmini handed over three books that had been symbolically signed to the head of the WTO. “Hopefully this book will be an inspiration, useful, as a reference and as a memory,” Rukmini wrote in the book she signed.

The Head of the Communication and Information Technology Agency Aman Suryaman, one of three heads of the OPD who received the book symbolically from the mayor, said the book can be a reference and source of inspiration for readers. In detail, this book explores the figure of Rukmini as a mother and leader of Probolinggo city.

“All the achievements made during her duty as a mayor can be a motivation for all readers to devote all their abilities to work to develop the beloved Probolinggo city. Her struggle, passion, and affection will be remembered as the first female mayor on Earth Banger,” said Aman, who claimed to have read the book.

Leave a Reply

Your email address will not be published.