image_pdfimage_print

KANIGARAN–Pemerintah Kota Probolinggo memberikan ruang bagi kaum perempuan untuk ikut andil dan merencanakan pembangunan di Kota Probolinggo. Penjaringan aspirasi itu dilaksanakan Jumat (25/1). Melalui kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Perempuan Kota Probolinggo tahun 2020.

“Musrenbang ini untuk memacu akses dan partisipasi perempuan dalam proses perencanaan pembangunan dan mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender. Kemudian memberikan kesempatan kepada perempuan di Kota Probolinggo agar dapat menyampaikan aspirasinya terhadap berbagai permasalahan yang ada di Kota Probolinggo serta bagaimana solusi pemecahannya,” kata Sekretaris Bappeda Litbang, Fadjar Purnomo, saat menyampaikan laporannya.

Musrenbang perempuan di Puri Manggala Bakti itu diikuti sekitar 160 orang dari OPD (Organisasi Perangkat Daerah), kader posyandu, unsur PKK, kelompok keagamaan, kader lingkungan dan unsur perempuan lainnya se-Kota Probolinggo.

Narasumber musrenbang perempuan itu sendiri dari Kabid Pemberdayaan Perempuan pada Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Kependudukan Provinsi Jawa Timur, One Widyawati dan dari Bappeda Litbang setempat.

Ada sejumlah materi menarik yang disampaikan. Diantaranya, kebijakan perencanaan pembangunan daerah, keterlibatan perempuan dalam proses perencanaan pembangunan untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender. Musrenbang tersebut dibagi menjadi tiga kelompok. Yakni fisik, ekonomi dan sosial.

Menurut Wali Kota Rukmini, upaya meningkatkan peran perempuan dalam pembangunan dan akselerasi pengarusutamaan gender terus dilakukan. Untuk mewujudkannya, perlu dibuatkan wadah bagi perempuan untuk mengekspresikan hak-haknya dan mengungkapkan pendapat melalui perencanaan pembangunan.

“Salah satu aksi nyata adalah perempuan diberikan kesempatan untuk mengungkapkan pandangan dan pendapat mereka melalui musrenbang. Dengan begitu, perempuan diberi kesempatan mengetahui proses perencanaan pembangunan sekaligus pelaku untuk mengungkap gagasan tentang permasalahan pembangunan dan solusi berdasarkan perspektif perempuan,” jelas Rukmini.

Harapannya, dengan keterlibatan tersebut dapat mengurangi hasil pembangunan yang belum memihak kepada pemenuhan hak perempuan. Dan, ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkot Probolinggo untuk terus memberikan ruang dalam mengapresiasikan hak-hak perempuan.

“Saya berharap, forum yang baik ini dapat meningkatkan akses, partisipasi, kontrol dan memberikan manfaat bagi perempuan serta dapat mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender,” ujar wali kota yang mengakhiri jabatannya pada 28 Januari 2019 itu.

Komitmen Pemkot Probolinggo dalam program pengarusutamaan gender (PUG) yang didalamnya mencakup penilaian tentang kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak sendiri sudah terbukti. Hal itu bisa dilihat dengan diperolehnya penghargaan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) berupa Anugerah Parahita Ekapraya kategori Madya. “Semoga tahun mendatang meningkat kategori Utama,” harap Rukmini.

Wali Kota Rukmini juga berpesan agar Gabungan Organisasi Wanita (GOW) segera melakukan pendataan secara actual, berbagai organisasi wanita yang ada di Kota Probolinggo.

“Semoga aspirasi yang muncul berkualitas untuk kemajuan Kota Probolinggo ke depan. Dengan anggaran yang cukup, semoga hasil musrenbang dapat diwujudkan. Karena, aspirasi perempuan memberikan warna pada pembangunan Kota Probolinggo,” jelasnya.

Selain musrenbang perempuan, saat ini Bappeda Litbang tengah menggelar musrenbang kelurahan yang dimulai 16 Januari hingga 7 Februari nanti. (famydecta/humas)

Kanigaran-Probolinggo city government give an opportunity for women to take a part in planning of Probolinggo development. It shows at 2020 Women Regional Development Planning Forum (Musrenbang) of Probolinggo city which is held at Friday (25/1).

 “Musrenbang will increase women’s participation in development planning process and gender equality will bring into reality. It also gives an opportunity for Probolinggo women to express their ideas in some matter and the solution in their perspective,” said the secretary of Bappeda Litbang, Fadjar Purnomo in his report.

Women’s Musrenbang which is held at Puri Manggala Bhakti is attended by 160 person which came from organization working units (OPD), Posyandu cadre, PKK team, religious group, environmental cadre and another women’s group in the entire of Probolinggo city.

The speaker of this event are the head of department of women empowerement of provincial agency of women empowerement, children protection, and population, One Widyawati and another speaker are employee of local Bappeda.

There are some interesting issues, such as the policy of regional development planning, women involvement in development planning process in realizing gender justice and equality. This Musrenbang will be divided into three group which will discuss physical, economical, and social matters.

Mayor Rukmini said there are always some effort in increasing the women’s role in development matters. Thus, it needs some space for women to express their rights and their ideas through development planning.

 “one of real action is giving an opportunity for women expressing their perspectives and their ideas in Musrenbang. So, they will know the process of development planning and express their ideas on development problems and its solution based on  women’s perspective,” explained Rukmini.

It is hoped the women involvement will fulfill women’s right in a result of development. It will be a challenge for Probolinggo government in giving this opportunity continuously.

 “I hope, this forum will increase the access, the participation, the control and give some benefit for women and realize the gender equality,” said the mayor that will end her reign on 28 January 2019.

The commitment of Probolinggo government in gender mainstream program including assesment of gender equality, women empowerement, and children protection has been approved. It can be seen by the achievement of Anugerah Parahita Ekapraya in Madya category given by the minister of women empowerement and children protection. “Hopefully, we wil get higher level, Utama category, next year,” hoped Rukmini.

Mayor Rukmini also give an advice for Gabungan Organisasi Wanita (the combination of women organization) to hold an actual data of all women orgazation of Probolinggo city.

 “I hope there are qualified ideas for Probolinggo development. With an effective budget, the result of Musrenbang will be realized, since the women aspiration will give different color for Probolinggo development,” she said.

This time, Bappeda Litbang also held Musrenbang in village level start at 16 January to 7 February.

Leave a Reply

Your email address will not be published.