image_pdfimage_print

KANIGARAN – Menjelang masa akhir jabatannya, Wali Kota Probolinggo Rukmini menghadiri Pagelaran Wayang Kulit, bertempat di halaman Balai Bina Budaya Taman Siswa Kota Probolinggo, Sabtu (26/1) malam. Gelaran tersebut sekaligus memeringati Hari Ulang Tahun Taman Siswa yang ke 70 Tahun.

Lakon pewayangan yang didalangi Ki Sun Gondrong dari Tulungagung itu menceritakan tentang “ Dewa Ruci atau Bima Suci “. Malam itu, di wilayah Kota Probolinggo tengah diguyur hujan lebat. Semakin malam hujan pun makin mereda. Masyarakat pun semakin berdatangan dan memenuhi kursi yang disiapkan.

Wali Kota Rukmini dalam sambutannya mengucapkan selamat hari ulang tahun Taman Siswa yang ke 70 tahun. “Semoga di usia 70 tahun ini, Taman Siswa tambah sukses dan maju. Serta anak didik di sekolah ini, jadi anak yang sukses serta berguna bagi nusa dan bangsa,” ucapnya.

Ia kemudian menceritakan tentang latar belakang perlunya gelaran wayang kulit ini. Menurut Rukmini, wayang kulit merupakan salah satu kesenian budaya yang perlu dilestarikan. “Sebab wayang kulit merupakan ciri khas budaya yang harus dipertahankan. Karena dalam gelaran wayang tersebut terdapat nilai-nilai yang mengambarkan kehidupan masyarakat,” katanya.

Tontotan tersebut juga menandai berakhirnya masa tugas Rukmini sebagai Wali Kota Probolinggo. “Di akhir bulan ini, merupakan masa  purna saya menjabat sebagai Wali Kota Probolinggo. Pelantikan yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 Januari diundur pada tanggal 30 Januari. Semoga wali kota terpilih nanti bisa meneruskan  program-program Pemerintah Kota Probolinggo. Dan bisa memberikan kesejahteraan kepada masyarakat Kota Probolinggo,” harap Rukmini.

Kabag Humas dan Protokol, Mardi Prihartini mewakili para kepala bagian yang ada di Sekretariat Daerah Kota Probolinggo untuk memberikan tali asih kepada wali kota perempuan pertama tersebut.

“Terimakasih kepada Ibu Wali Kota selama kepemimpinan 5 tahun ini yang sudah memberikan kesan kepada masyarakat Kota Probolinggo. Terbukti, selama kepemimpinan beliau Kota Probolinggo banyak menenerima penghargaan. Semoga Ibu Wali Kota di umur ke 62 ini di berikan kesehatan, kebahagiaan dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” ujar Mardi. Ya, 13 Januari lalu Rukmini sedang berulangtahun ke 62.

Pada kesempatan itu, Wali Kota Rukmini pun berpamitan kepada seluruh masyarakat dan mereka yang hadir di gelaran wayang. “Terimakasih kalau ada yang masih menganggap saya seduluran meski saya sudah tidak menjabat sebagai wali kota lagi,” tuturnya sambil tersenyum khas.

Malam itu, Rukmini bersama masyarakat memakan nasi bungkus dan polo pendem sebagai bekal nonton wayang. Hingga lewat tengah malam, istri HM Buchori itu masih berada di lokasi wayangan. Terimakasih Ibu atas apa yang engkau abdikan bagi kami, bagi masyarakat Kota Probolinggo. Sejarah kepemimpinanmu akan selalu ada di hati kami. (noviati/humas)

 

Ahead of her term of service ended, Probolinggo Mayor Rukmini attended Wayang Kulit (shadow puppets) Performance, taking place in the courtyard of the Probolinggo City Taman Siswa Cultural Center on Saturday (26/1). The event at the same time commemorates the 70th Anniversary of Taman Siswa School.

The puppet play masterminded by Ki Sun Gondrong from Tulungagung tells about “Dewa Ruci or Bima Suci”. It was raining heavily when the people arrived and filled the chairs that were prepared.

In her speech, Mayor Rukmini wished a 70th birthday at Taman Siswa. “Hopefully, at the age of 70 years, Taman Siswa would be more successful and advanced, as well as the students in this school, to be successful and can give the best for the nation,” she said.

She then told about the background of the need for this shadow puppet play. According to Rukmini, shadow play is one of the cultural arts that need to be preserved. “Shadow puppets are a cultural characteristic that must be maintained. Some values describe people’s lives,” she said.

It also marked the end of Rukmini’s term as Probolinggo Mayor. “At the end of this month, it would be my last term as Probolinggo Mayor. The inauguration which will take place on January 28 is postponed on January 30. Hopefully, the elected mayor will be able to continue the Probolinggo municipal administration programs. And it can provide prosperity to the people of Probolinggo City,” hoped Rukmini.

The Head of Public Relations and Protocol, Mardi Prihartini, represented the section heads at the Probolinggo City Regional Secretariat to provide a cord of compassion to the first female mayor.

“Thank you to the Mayor during the 5 years leadership for giving an impression to the people of Probolinggo City. During her leadership, the city has received many awards. May the Mayor at the age of 62 be given health, happiness and always under the protection of Allah SWT,” said Mardi. On January 13th, Rukmini was having her 62nd birthday.

On that occasion, Mayor Rukmini also said goodbye to the entire community and those present at the puppet show. “Thank you to anyone who considers me as sisters even though I’m no longer the mayor,” she said with a distinctive smile.

Rukmini, together with the community, ate packed rice and polo pendem as a provision for watching puppets. Until after midnight, HM Buchori’s wife was still at the puppet location. Thank you, Rukmini, for what you gave us, the people of Probolinggo City. The history of your leadership will always be in our hearts.

Leave a Reply

Your email address will not be published.