image_pdfimage_print

MAYANGAN – Untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif, diperlukan sinergitas antara aparat keamanan dan masyarakat. Selain itu peranan pemerintah juga sangat diperlukan dalam menjaga keamanan, ketertiban dan ketentraman. Maka dari itu diperlukan kerjasama antara Polri, TNI dan Pemerintah Daerah untuk menciptakan suasana yang kondusif.

Badan Kesbangpol setempat menggelar Rapat Koordinasi (rakor) terkait rencana aksi terpadu penanganan konflik sosial, di ruang pertemuan Badan Kesbangpol, Selasa (29/1). Acara tersebut dihadiri Kabag Ops Polres Probolinggo Kota Kompol Bunari, Pasi Ops Kodim 0820 Probolinggo Kapten Djoko Slamet dan Kasubid Kajian Integrasi Bangsa Bakesbangpol Edi Trisula.

Kasubid Kajian Integrasi Bangsa Edi Trisula mengatakan, dengan adanya rakor ini sangat diperlukan untuk sebagai upaya untuk mengurangi konflik sosial di kemudian hari. “Saya berharap dengan adanya rakor ini, kita dapat menghasilkan rumusan yang konstruktif dalam upaya mengantisipasi konflik sosial yang akan terjadi di Kota Probolinggo,” harapnya.

Sedangkan Kabag Ops Kompol Bunari menyampaikan, dalam pencegahan konflik sosial bukan lagi dengan cara pendekatan keamanan dan pembangunan fisik saja, tetapi juga pendekatan budaya serta nilai-nilai luhur yang dimilki oleh bangsa Indonesia, yakni dengan bergotong royong, menghormati perbedaan dan peduli sesama.

“Saya harap dengan adanya pertemuan ini, nanti kita dapat memberikan arahan kepada masyarakat Kota Probolinggo cara mencegah terjadinya konflik sosial, sehingga Kota Probolinggo akan terhindar dari konflik sosial,” kata Bunari. (soni/humas)

 

A synergy between the security forces and the community is required to create a safe and conducive atmosphere. Besides, the role of government is also highly necessary in maintaining security, order, and peace. Therefore cooperation between the Police, the Indonesian Army Forces (TNI) and the Regional Government is needed to make that happen.

The local National and Political Unity Agency (Kesbangpol) held a Coordination Meeting (coordination meeting) related to the integrated action plan for handling social conflicts, in the meeting room of the agency on Tuesday (29/1). The event was attended by the Head of the Probolinggo Police Precinct, Kompol Bunari, Pasi Ops Kodim 0820 Probolinggo, Captain Djoko Slamet and the Head of the Bakesbangpol Nation Integration Study subdivision Edi Trisula.

Edi Trisula said the coordination meeting was needed as an effort to reduce social conflict in the future. “I hope that with this meeting, we can produce a constructive formula to anticipate social conflicts that will occur in Probolinggo city,” he hoped.

Meanwhile the Head of Ops, Kompol Bunari said, in preventing social conflicts, it is no longer only through the approach of security and physical development, but also the cultural approach and noble values owned by the Indonesian people, including mutual cooperation, respecting differences and caring for others.

“I hope that with this meeting, we can later provide direction to the people on how to prevent social conflict so that the city will avoid social conflict,” Bunari said.

Leave a Reply

Your email address will not be published.